Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 112 : Semakin aneh


__ADS_3

Setelah sampai di kantor, Arga yang masih dalam kebingungannya langsung masuk tanpa memperdulikan sapaan dari para karyawannya.


"Selamat datang tuan ..." sapa sekretarisnya begitu ia sampai di depan ruang kerjanya.


Arga pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangannya dan bertanya pada sekretarisnya itu. "Mendekat lah," pinta Arga.


"Ha?" sekretaris itu terlihat kebingungan.


"Cepat mendekat."


Sekretaris itu pun langsung mendekat kearah Arga.


"Lebih dekat lagi."


Sekretarisnya itu menuruti perintah Arga untuk lebih dekat, bahkan hidungnya sampai menempel pada dada bidang Arga. "Coba cium, apa aku bau?" ucap Arga mendekatkan tubuhnya ke hadapan sekretarisnya. Bahkan saking dekatnya mereka terlihat seperti sedang berpelukan.


Walaupun perintah bosnya sedikit aneh tapi ia tetap melakukannya demi kelangsungan hidupnya di kantor ini. "Tidak tuan, anda sangat harum," jawab sekretaris Arga apa adanya, karna memang bosnya itu sangatlah wangi.


"Benarkah? Apa hidungmu sedang tidak bermasalah?"


"Iya tuan dan hidung saya baik baik saja," jawabnya semakin kebingungan.


"Lalu kenapa istriku mengatakan kalau aku ini bau?" gumam Arga yang masih bisa di dengar oleh sekretarisnya.


"Jadi ini karna istri tuan, astaga aku pikir tuan–" batin sang sekretaris sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa bersalah karna sempat berpikiran yang tidak tidak tentang bosnya itu, dan untung saja tidak ada yang melihat mereka, kalau tidak ia bisa bisa mendapatkan gosip miring jika hal itu terjadi.


Tidak berselang lama datanglah Rangga.


"Bang cepat kemari, apa ada yang aneh dari bau tubuhku?" tanya Arga setelah Rangga berada di hadapannya.


"Nggak ada yang aneh, aroma tubuh anda seperti biasanya, memangnya ada apa?" Rangga balik bertanya.


"Aku hanya penasaran, karna tadi Dira mengatakan kalau aroma tubuhku bau dan ia tidak ingin dekat-dekat denganku, bahkan ia sampai muntah muntah pagi ini karna mencium bau tubuhku." ucap Arga menceritakan keanehan sang istri.


"Kenapa bisa begitu ..." ucap Rangga.


"Aku pun tidak tau, apa dia kemasukan jin? Apa aku harus membawanya ke orang pintar untuk diobati?" ucap Arga yang menjadi bodoh karna ia yang tiba tiba ketularan keanehan istrinya yang membuatnya ikut berpikiran aneh.


"Mungkin dia hanya salah makan saja, di zaman sekarang mana ada hal seperti itu, sebaiknya di periksakan ke dokter saja," saran Rangga yang merasa ucapan Arga barusan tidak masuk akal.

__ADS_1


Arga menarik napas panjang, bisa bisanya ia memikirkan hal hal seperti itu, mungkin saja Dira hanya sedang beralasan supaya bisa menghindarinya karna istrinya itu masih marah padanya.


Arga pun masuk ke ruangannya dengan ekspresi yang terlihat suram.


Rangga hanya geleng geleng kepala melihat Arga yang uring-uringan. "Jika itu menyangkut istrinya kepintaran yang ia miliki akan lenyap begitu saja, cinta memang bisa merubah seseorang dalam jangka waktu yang sangat singkat, jangan sampai hal seperti itu terjadi padaku," batin Rangga bergidik ngeri membayangkan dirinya akan menjelma menjadi laki laki bucin seperti Arga.


*****


Sementara seseorang yang menyebabkan sang suami uring-uringan tengah bersantai di ruang tamu menonton idol favoritnya yaitu BTS dengan berbagai jenis cemilan yang menemaninya, setelah tadi pagi semua makanan yang masuk ke perutnya keluar.


"Wah mereka benar benar tampan ..." gumam Dira dengan mata berbinar menatap layar televisi yang menampilkan pria pria yang sedang menari itu.


"Sepertinya Mas Arga juga akan cocok jika berdandan seperti itu," gumam Dira sambil mengunyah satu persatu snack yang ada di atas meja, ia membayangkan bagaimana kalau suami dinginnya itu berpenampilan seperti para idol itu.


"Pasti Mas Arga tidak kalah tampan kalau di dandani seperti itu," gumam Dira dengan tatapan yang tetep fokus ke layar televisi.


Dira meminta bibi untuk mengambilkan ponselnya yang berada di kamar, lalu menelpon suaminya.


Arga yang baru saja selesai meeting langsung tersenyum lebar saat melihat nama seseorang yang menelponnya.


"Akhirnya dia menghubungiku juga, semoga dia sudah tidak marah lagi," ucap Arga penuh harap.


"Halo, assalamualaikum sayang ... " sapa Arga sambil menatap layar ponselnya karna Dira melakukan panggilan lewat Vidio call.


"Benarkah? Apa itu artinya istriku sudah tidak marah lagi?"


"Memangnya kapan aku marah sama Mas?" Dira malah balik bertanya.


"Mas juga merindukanmu sayang, mas jadi gak sabar ingin cepat cepat pulang. Kamu baik baik saja kan sayang? Udah gak mual lagi?" tanya Arga mengalihkan pembicaraan sebelum menimbulkan masalah baru, karna sang istri yang sangat sensitif selama beberapa hari ini.


"Iya aku baik baik aja Mas, sepertinya aku hanya mual saat mencium bau tubuh kamu doang," ucap Dira.


"Oh jadi gitu, kalau gitu nanti sebelum pulang ke rumah Mas bakalan mandi dulu biar tidak bau," ucap Arga mengalah.


"Tapi jangan pakai parfum ya Mas, kamu pakai minyak telon aja soalnya aku menyukai aroma itu dari pada bau parfum Mas," ucap Dira.


"Iya sayang," jawab Arga mengiyakan saja ucapan sang istri dari pada ia akan berakhir tidur di luar.


"Mas kamu kapan pulangnya?" tanya Dira kembali.

__ADS_1


"Mungkin Mas pulangnya agak sore-an sayang, soalnya ada pekerjaan yang harus di selesaikan," jawab Arga.


Dira terlihat menganggukkan kepalanya. "Mas nanti kalau pulang beliin aku rujak ya Mas ..." pinta Dira tiba tiba, padahal selama ini ia tidak menyukai makanan yang bernama rujak.


"Rujak? Buat siapa?" tanya Arga bingung.


"Buat aku Mas masak buat bibi," jawab Dira.


"Sayang kamu serius? Bukannya kamu gak suka makan rujak?"


"Aku juga gak tau, tapi tiba tiba saja aku ingin makan itu sekarang, kayaknya bakalan enak."ucap Dira sambil membayangkan makan tersebut.


"Istri gue gak beneran kerasukan jin kan? Kenapa tingkahnya semakin aneh saja, apa aku benar benar harus membawanya ke orang pintar?" batin Arga yang semakin dibuat kebingungan dengan keinginan Dira.


"Mas, Mas Arga!" panggil Dira yang melihat Arga terdiam.


"Eh iya sayang kenapa?" panggilan Dira menyadarkannya dari pikiran anehnya.


"Mas kenapa diam? Apa mas keberatan membelikan aku rujak?" ucap Dira mulai berkaca kaca, dan hal itu membuat Arga panik jangan sampai istrinya itu kembali marah dan mendiamkannya.


"Iya sayang nanti sepulang dari kantor Mas akan belikan, tapi kamu jangan nangis," jawab Arga.


"Beneran ya Mas, awas kalau kamu bohong malam ini kamu bakalan tidur di luar," ancam Dira.


"Iya iya sayang ... ."


"Ya udah kalau gitu selamat bekerja suamiku tersayang ... assalamualaikum ..." ucap Dira lalu mematikan sambungan telponnya.


"Wa'alaikumussalam ... ." jawab Arga. Ia benar benar harus bersabar menghadapi perubahan mood sang istri yang tidak bisa ditebak.


"Ada apa dengan Dira ya? Sepertinya dia gak lagi PMS, apa aku tanya mama aja ya ... siapa tau dia mengetahui penyebab Dira bertingkah aneh," gumam Arga.


"Semoga istri gue baik baik saja ..." gumam Arga lalu ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya, dan tidak lupa ia meminta Sekretarisnya untuk membelikannya minyak telon.


"Astaga apa lagi ini? Kenapa tuan tiba tiba menyuruhku untuk membelikannya minyak telon? Jangan bilang ia akan menggunakan itu sebagai parfum," batin sekretarisnya.


Bersambung . . . . .


Jangan lupa like👍

__ADS_1


Komen


Favorit and vote😉


__ADS_2