Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 24 : Perasaan Arga


__ADS_3

Happy Reading . . . . . . . . . . .


.


.


.


Pagi ini Dira kembali ke aktivitasnya seperti biasa setelah kemarin ia benar benar tidak melakukan kegiatan apa pun selain rebahan. Hari ini Arga akan pergi ke kantor, Dira menyiapkan pakaian yang akan digunakan Arga ke kantor dan membuat sarapan.


"Ingat Ra jangan terlalu capek, bisa bisa aku kena omel mama, kalok kamu sampai pingsan lagi kayak kemarin." Ucap Arga begitu keluar dari kamar dan melihat Dira sedang menyiapkan sarapan.


"Tenang aja mas,,,, aku udah sehat gak bakalan pingsan lagi," ucap Dira, kemudian Dira mulai mengambilkan nasi beserta lauk pauknya pada piring Arga.


"Terimakasih," ucap Arga.


"Mas aku juga buatin kamu bekal makan siang nanti dibawa ya dan jangan lupa tempatnya dibawa pulang, soalnya itu kotak makan kesayangan aku," ucap Dira mengingatkan Arga.


"Iya, tenang aja bakal aku jaga dengan segenap jiwa ku," ucap Arga yang mendengar peringatan istrinya, kemudian mereka melanjutkan sarapannya.


selesai sarapan Arga beranjak untuk berangkat ke kantor. "Ra aku berangkat dulu ya,,, kalok kamu bosen sendirian di rumah kamu bisa mengajak Mita untuk kesini," ucap Arga.


"Boleh mas, aku ajak Mita ke sini?"


"Bolehlah asal jangan ajak cowok aja," ucap Arga bercanda.


"Ya gak mungkinlah aku ajak cowok kesini, aku kan istri Sholeha,,,,, tapi kalok Devi bolehkan mas?" Tanya Dira.


"Devi juga termasuk cowok, kan? Itu artinya dia juga gak boleh," ucap Arga mulai kesal.


"Kan Devi teman aku juga mas," ucap Dira mulai menggoda Arga.


"Pokoknya gak boleh, atau kamu ikut aku aja ke kantor," ucap Arga yang semakin kesal.


"Cie mas sekarang udah mulai cemburu ya? udah mulai cinta ya sama aku?" ucap Dira mendekat kearah Arga sambil tersenyum.


Arga yang mendengar ucapan Dira, semakin mendekat ke arah Dira sampai tubuh Dira terpojok ke tembok, Arga mengungkung tubuh istrinya, Dira yang melihat hal itu menjadi gugup apalagi wajah Arga terus mendekat ke arahnya, Dira hanya diam tubuhnya seakan kaku melihat bibir Arga semakin dekat dengan bibirnya dan baru saja Arga ingin menciumnya tiba tiba handphone Arga berbunyi, membuat Dira tersadar dan langsung menjauh dari kungkungan Arga sambil memegang dadanya yang masih berdetak kencang, niatnya ingin menggoda Arga malah ia yang kena batunya.

__ADS_1


"Ra aku berangkat dulu," ucap Arga menyadarkannya dan Dira pun mencium tangan Arga, ia masih terlihat malu dengan kejadian tadi, sedangkan Arga terlihat biasa saja.


"Iya hati hati mas, ingat tempat bekalnya jangan sampai hilang," ucap Dira yang berusaha mengurangi rasa canggungnya.


"Iya, bawel banget sih ..."


*


*


Selama perjalanan menuju kantor Arga terus tersenyum, bahkan sampai ia tiba di kantor senyum itu belum hilang, ia masuk ke kantor dengan menenteng bekal makan siang yang di buat Dira. Arga membawa tempat bekal warna pink itu dengan penuh semangat dan rasa bangga tanpa memperdulikan beberapa karyawan yang tersenyum geli melihatnya.


"Eh,,, coba lihat bukannya itu anaknya pak Gilang, kotak makan siangnya lucu banget, udah kayak anak TK aja, tapi tetep ganteng sih coba aja dia mau jadi pacar aku,,," ucap salah satu karyawan wanita.


"Kalau mimpi jangan suka ketinggian, udah mending lanjutin kerjaan kamu jangan kegatelan sama anak bos," ucap teman wanita tersebut dan mereka pun melanjutkan pekerjaannya.


Arga masuk ke ruangannya dan ia melihat Vino sudah ada disana.


"Loh kok Lo bisa ada disini?" tanya Arga pada Vino.


"Ya,,, begitulah lagian kuliah udah gak terlalu padat, Untung hitung belajar biar bisa kayak Lo," ucap Arga.


"Bisa aja Lo, Oh ya gue denger dari Mita kemarin si Dira pingsan Ga? Sekarang keadaannya gimana, kok bisa pingsan?" tanya Vino.


"Iya, dia udah baik baik aja, kayaknya cuma kecapean aja, katanya sih karna terlalu stres mikirin revisi pada skripsinya," ucap Arga.


"Aneh, gak biasanya itu anak pingsan cuma gara gara mikirin hal seperti itu," gumam Vino yang masih bisa di dengar Arga.


"Lo kayaknya tau banget deh Dira itu seperti apa," ucap Arga yang mulai kesal.


"Gue kan udah kenal Dira dari kecil, dia itu bukan tipe orang yang akan stres cuma gara gara mikirin pelajaran, Dira itu anaknya santai dia juga lumayan pinter ya,,, walaupun dia gak sepintar gue," ucapnya mulai membanggakan diri sendiri, tapi bukan hal itu yang membuat Arga kesal.


"Setiap orang kan bisa berubah, apalagi Lo sama Dira udah lama gak ketemu, lagian ngapain juga Lo ngurusin istri orang? Lo gak menyimpan perasaan lebih ke Dira kan?" tanya Arga penuh selidik.


Vino yang mendengar ucapan Arga semakin ingin menggoda sepupunya itu. "Kalok iya memangnya kenapa?" tanya Vino.


Arga yang mendengar hal itu menjadi emosi. "Jadi maksud Lo, Lo beneran ada perasaan sama istri gue!" ucap Arga menekan kata istri.

__ADS_1


"Ya gak papakan gue berharap, apalagi Lo gak cinta sama dia, jadi biar gue aja yang memberikan dia cinta," ucap Vino semakin semangat menggoda Arga.


"Siapa bilang gue gak cinta sama Dira? Jadi buang perasaan Lo jauh jauh buat istri gue kalok gak mau gue buat Lo nyesel meskipun Lo sepupu gue," ucap Arga semakin emosi dengan Vino.


"Hahahaha ... astaga Arga, Lo serius banget sih nanggepin ucapan gue, tapi bagus juga sih, itu artinya Lo beneran udah cinta sama Dira," ucap Vino tertawa karena telah berhasil menggoda Arga.


"Sial! Jadi Lo ngerjain gue, ucapan Lo beneran gak serius kan?" tanya Arga.


"Ya enggaklah Dira sama Mita udah kayak adik perempuan buat gue, yang harus gue jaga jadi gue gak mungkin punya perasaan lebih mereka itu sahabat gue, jadi gue ingatkan jangan coba coba menyakiti Dira, atau gue akan bawa dia pergi jauh dari Lo," ucap Vino dengan ekspresi serius.


"Lo tenang aja itu tidak akan pernah terjadi," ucap Arga yakin. "Tapi awas aja kalau Lo berani punya perasaan sama istri gue," ucap Arga masih mengancam Vino.


"Astaga, gak percayaan banget sih Lo sama gue, tapi Lo udah ungkapin perasaan Lo ke Dira?" tanya Vino.


"Belum," jawab Arga.


"Hati hati Lo Ga ... keburu si Dira kecantol sama cowok lain baru tau rasa Lo," ucap Vino.


"Makanya, gimana kalok Lo bantuin gue buat kasih kejutan ke Dira," ucap Arga.


"Enak aja, males gue udah mending Lo siapin sendiri aja biar lebih berkah," ucap Vino kemudian beranjak dari duduknya. Sebelum pergi Ia kembali berucap. "Ingat proposal gue di tanda tangani jangan kasmaran terus, itu juga lain kali kotak bekalnya jangan pakai yang motifnya lucu kayak anak TK, dasar bucin bucin ..." kemudian pergi meninggalkan Arga.


"Gak bakalan gue tanda tanganin proposal Lo," ucap Arga, yang sudah tidak didengar oleh Vino.


Ia kembali memperhatikan kotak makan siang yang disiapkan Dira sambil tersenyum.


"Kayaknya kamu sengaja mau ngerjain aku," ucapnya yang baru sadar dengan warna kotak bekal yang disiapkan dira dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


.


.


.


Bersambung. . . . .


JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN AND FAVORITπŸ˜‰πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

__ADS_1


__ADS_2