Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 47 : Suami mesum


__ADS_3

Setelah selesai dengan ritual mandi barengnya Arga membantu Dira mengeringkan rambutnya, dan tentu saja bukan hanya sekedar mandi biasa, Arga mana bisa membiarkan kesempatan di depannya lewat begitu saja, dan hal itu membuat Dira terus menggerutu.


"Mas katanya cuma mandi, tapi malah kamu gempur juga," gerutu Dira sambil menatap Arga dengan ekspresi kesal lewat pantulan cermin.


"Siapa suruh kamu terlalu menggoda sayang, aku kan jadi gak tahan kalau cuma liatin kamu doang dengan keadaan kayak tadi," ucap Arga mengingat kejadian di kamar mandi, sambil membantu Dira mengeringkan rambutnya.


"Dasar mesum," ucap Dira sambil mendongakkan kepalanya menatap Arga dan suaminya itu malah menyambar bibirnya.


"Gak papa, lagian aku mesumnya sama istri sendiri, bukan dengan istri orang," ucap Arga sambil tetap fokus mengeringkan rambut Dira.


"Coba aja kalau kamu berani, aku bakal potong potong punya kamu kalau sampai berani macam macam sama cewek lain," ancam Dira dengan tatapan tajamnya.


"Ya ampun sayang kamu ternyata ngeri juga. Kamu tenang aja hal itu nggak akan pernah terjadi, gimana aku mau macam macam sama cewek lain kalau seluruh hati aku udah kamu ambil semua," ucap Arga menggombal.


"Mas stop, kata kata kayak gitu gak cocok banget sama kamu, serius Mas jangan diulang lagi," ucap Dira sambil tersenyum geli. Bukannya klepek klepek dengan gombalan Arga, ia malah merasa aneh.


"Kenapa ekspresi kamu seperti itu?" tanya Arga yang menyadari ekspresi Dira seperti sedang mengejeknya.


"Mas," panggil Dira sambil menatap Arga.


"Apa," jawab Arga lalu menaruh hairdryer yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut Dira dan membalas tatapan istrinya.


"Kamu beneran gak kemasukan jin kan?" tanya Dira lagi lagi ia membawa soal jin dalam perubahan sikap Arga.


"Wah sayang, sepertinya kamu harus aku buat mandi lagi ya," ucap Arga merapatkan tubuhnya pada Kanzia.

__ADS_1


"Enak aja," ucap Dira sambil menginjak kaki Arga.


"Aw! Sayang sakit, ini mah namanya KDRT, kamu harus tanggung jawab sayang kaki aku sakit," ucap Arga sambil memegangi kakinya, pura pura kesakitan.


"Akting kamu gak mempan di aku Mas," ucap Dira dengan santainya naik ke atas kasur, meninggalkan Arga yang masih berdiri di dekat meja riasnya.


"Kamu benar benar ya sayang, kayaknya aku benar benar akan menghukum mu," ucap Arga, kemudian ia menghampiri Dira dan ikut naik ke atas kasur, lalu ia mulai menggelitik istrinya yang sudah memejamkan matanya.


"Mas lepasin geli, ampun," ucap Dira yang terus berontak dari dekapan Arga yang sedang menggelitiknya.


"Kalau gitu cium aku," ucap Arga menghentikan gelitikannya, tapi ia masih mengungkung tubuh istrinya.


"Ih, kamu mah hukumannya selalu menjurus ke hal hal mesum.


"Ishh ... ya udah, tapi sebelum itu lepasin dulu," ucap Dira karna Arga masih saja memeluknya.


Arga pun langsung melepaskan dekapannya pada tubuh Dira.


"Sekarang tutup mata kamu aku akan berikan ciuman terpanas aku buat kamu Mas," ucap Dira sambil tersnyum menggoda kearah Arga.


"Baiklah," ucap Arga antusias, ia dengan patuhnya mengikuti permintaan Dira.


Setelah Arga menutup matanya Dira langsung saja turun dari ranjang.


"Anindira ..." ucap Arga kesal karna berhasil dikerjain oleh Dira.

__ADS_1


Dira hanya tertawa melihat kekesalan Arga, jarang jarang loh dia bisa membuat Arga kesal, karna biasanya dialah yang selalu dibuat kesal oleh suaminya itu.


Arga pun tidak tinggal diam dan dengan cepat ia menghampiri Dira, sehingga terjadilah aksi saling kejar kejaran di kamar besar itu.


Saat Arga berhasil menangkapnya, Dira tiba tiba saja kembali merasakan sesak pada jantungnya, ia langsung terduduk di lantai sambil memegangi dadanya.


Arga yang melihat hal itu terlihat sangat khawatir. "Sayang kamu kenapa? Apa aku menyakitimu?" tanya Arga panik.


"Mas, to–long am–bilkan aku vitamin yang biasa aku minum," ucap Dira dengan suara tersendat-sendat, karna menahan rasa sakit di dadanya.


Tanpa banyak tanya Arga segera mengambil apa yang di minta Dira.


Setelah meminum vitamin tersebut kondisi Dira sudah kembali stabil seperti sebelumnya.


"Sayang kita ke dokter aja ya," ucap Arga yang masih merasa khawatir dengan kondisi Dira.


"Besok aja ya Mas, aku mau istirahat," ucap Dira.


Tanpa mengatakan apa pun Arga langsung saja mengangkat tubuh Dira dalam gendongannya dan membawanya ke atas ranjang.


Setelah beberapa menit Dira sudah terlelap dalam tidurnya, sementara Arga terus memandangi wajah damai sang istri sambil mengelus rambut panjang Dira.


"Semoga ini hanya perasaanku saja. Aku akan cari tau sendiri apa sebenarnya yang sedang kamu sembunyikan dariku dan yang lainnya," gumam Arga. Perasaannya saat ini di liputi oleh kecemasan tentang kondisi Dira.


Bersambung . . . . . .

__ADS_1


__ADS_2