
Mita memegang dadanya yang berdebar mendengar suara seseorang yang sangat ia kenali itu, debaran di dadanya semakin kencang ketika sosok yang selalu terlihat memukau bagi Mita itu semakin mendekat ke arahnya, dan orang itu adalah Devino Adiwangsa.
"Woy!" Suara Vino mengagetkan Mita.
"Gue tau gue ganteng tapi ngeliatnya jangan kayak gitu juga kali," ucap Vino pada Mita.
"Isshh, siapa juga yang ngeliatin Lo, gue tadi ngeliatin tukang sayur yang lewat di depan," ucap Mita beralasan.
"Udah ngaku aja, Lo pasti terpesona, kan sama ketampanan gue ..." ucap Vino dengan percaya diri.
"Dasar narsis," ucap Mita dan beranjak meninggalkan Vino menuju dapur untuk membantu mama Arga.
Malam harinya.
Dira mulai memindahkan beberapa makanan yang tadi dimasak oleh mama mertuanya sebelum pergi meninggalkan Dira dan teman temannya karena ada urusan mendadak, jadi kedua orang tua Arga tidak dapat ikut makan makan dengan mereka. Mita pun ikut membantu Dira untuk memindahkan makanan yang sudah disiapkan ke taman belakang. Sementara Arga dan teman temannya sudah mulai memanggang daging dan sosis. Seperti biasa Dira melayani suaminya, mengisi piring Arga dengan makanan.
"Ini Mas," ucap Dira memberikan piring yang sudah terisi makanan pada Arga.
"Makasih sayang," ucap Arga mencium kening Dira tanpa rasa malu di hadapan teman temannya.
"Bener bener pasangan tidak tau tempat," gerutu Vino yang melihat kemesraan Arga dan Dira.
"Sirik aja Lo," ucap Arga dan mulai mencicipi makanan di piringnya.
"Udah biarin aja namanya juga orang lagi Anget angetnya," ucap Ivan.
"Kayak martabak aja anget," ucap Vino.
"Dedek Mita Abang Arka juga mau dong, diambilkan makanan kayak Arga," ucap Arka sambil menyodorkan piringnya kearah Mita.
"Ambil aja sendiri, itu tangan fungsinya untuk itukan bukan cuma pajangan doang," tolak Mita ketus.
"Mit, jangan galak galak nanti cinta baru tau rasa Lo," ucap Ivan sambil tersenyum mengejek ke Mita.
"Wah Mit ... ternyata ada juga yang naksir sama cewek galak kayak Lo, Lo kudu hati hati kalau dapat istri kayak dia bro, salah sedikit barang barang melayang," ucap Vino bercanda sambil membakar jagung yang tadi dibawanya,
Semuanya tertawa mendengar ucapan Vino.
"Ih Devi kok Lo ikut ngeselin kayak Arka," ucap Mita cemberut yang malah dibuat kesal dengan perkataan Vino.
"Udah gak usah di dengerin aku bakalan tetap suka, ini daging spesial buat dedek Mita," ucap Arka menyodorkan piring yang sudah terisi dengan daging sapi.
"Udah berapa kali gue bilangin nggak usah panggil gue dengan panggilan alay itu Arka!" Mita sudah semakin kesal.
"Iya maaf, ini buat kamu," ucap Arka menaruh piring berisi daging dihadapan Mita.
"Mita alergi daging sapi, mending Lo makan ini sama jagung bakarnya aja Mit," Vino memberikan jagung bakar dan sate ayam yang tadi ia bakar pada Mita.
__ADS_1
"Kamu alergi daging sapi? Maaf aku gak tau," ucap Arka dan mengambil daging yang tadi ia taruh dihadapan Mita dengan sedikit kecewa.
"Iya santai aja," ucap Mita.
"Makasih Dev, Lo emang paling pengertian," ucapnya kembali.
"Jadi gue gak pengertian gitu? Aku juga ngingetin Devi buat bawa jagung sama ayamnya buat kamu loh Mit, kamu gak mau ucapin terimakasih sama aku gitu," ucap Dira.
"Iya, iya ... Lo emang yang paling ngerti semua tentang gue, Sarange Dira ..." ucap Mita sambil membuat tanda love seperti yang sering ia lihat di drama korea.
"Ih jijik gue liat kalian berdua, Lo juga Ga jangan diam aja lihat tingkah aneh istri Lo," ucap Vino yang geli melihat tingkah kedua sahabatnya.
"Sarange oppa ..." ucap Mita dan Dira bersamaan pada Vino sambil mengedipkan matanya.
"Sumpah kalian bener bener makin aneh, berhenti sebelum gue tampol pake sendok," ucap Vino sambil mengangkat sendok ditangannya.
"Oppa ..." ucap Mita dan Dira kompak.
"Hahahaha......" mereka pun tertawa melihat tingkah ketiga sahabat itu.
Vino pun menghampiri Dira dan Mita yang kebetulan duduk berdekatan, ia duduk di tengah tengah kedua sahabatnya.
"Wah kayak kalian berdua udah lama gak ngerasain kehangatan ketiak gue ya," ucapnya sambil tersenyum jahil kearah Mita dan Dira.
"Lo jangan macam macam sama istri gue Vin," ucap Arga sebelum Arga menyentuh istrinya.
"Et, Lo mau ke mana?" ucap Vino menarik tangan Mita yang hendak kabur dan langsung menaruh muka Mita ke ketiaknya.
"Devi lepasin ketiak Lo bau!" ucap Mita sambil memukul lengan Vino.
"Enak aja Lo bilang ketiak gue bau," ucapnya dengan posisi tangannya yang masih merangkul leher Mita dan menelusupkan kepala Mita di ketiaknya.
"Hahaha.... ayo Mita semangat ..." ucap Dira.
"Sialan Lo Dir mentang mentang ada Arga yang lindungi Lo dari musibah ini," ucapnya masih berusaha lepas dari kekepan Vino.
"Sembarangan aja kalok ngomong ketiak gue Lo bilang musibah," ucap Vino semakin menelusupkan kepala Mita pada ketiaknya.
Plak!
"Aw sakit Mita!!!!" teriak Vino melepaskan Mita, ia merasakan panas di pipinya karna tangan Mita yang mendarat dengan keras disana.
"Rasain," ucap Mita dan kabur dari hadapan Vino.
"Wah Lo bener bener deh, dasar cewek bar bar," ucapnya dan kembali mengejar Mita.
"Kayaknya Mita nyaman banget ya sama si Vino," batin Arka yang iri melihat kedekatan Mita dan Vino.
__ADS_1
*****
Setelah mereka mengakhiri acara makan makan tersebut, mereka semua sudah bersiap untuk pulang. Mita ikut pulang dengan Vino karna ia tidak membawa mobil.
"Dedek Mita mending pulangnya sama aku aja," Arka yang masih berusaha menawarkan tumpangan pada Mita.
"Kita nggak searah Arka, gue sama Devi aja karna arah rumah gue kebetulan searah sama dia, lagian gue juga takut dianterin malam malam sama Lo, nanti Lo malah macem macem sama gue," ucap Mita.
"Udah Ar terima aja nasib Lo, mending Lo anterin gue aja," ucap Ivan sambil tertawa mendengar penolakan Mita.
*
*
Akhirnya mobil Vino sudah sampai di depan rumah Mita.
"Makasih Dev udah ngenterin gue, Lo gak mau mampir dulu," ucap Mita.
"Iya sama sama, oh iya Mit kayaknya si Arka beneran serius suka sama Lo," ucap Vino.
"Kenapa Lo malah bahas hal itu sih Dev, Lo sama aja kayak Dira," kesal Mita.
"Udah sebaiknya Lo terima aja kayaknya dia juga anaknya baik, daripada Lo jomblo terus atau jangan jangan Lo udah suka sama cowok lain ya ..." ucap Vino menggoda Mita.
"Ih apaan sih Lo bahas bahas begituan, udah mending Lo pulang aja sana," ucap Mita berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Wah kayaknya tebakan gue bener deh liat aja muka Lo sampe merah kayak gitu," ucap Vino.
"Udah pulang sana ini udah malam, Lo mau digrebek warga," ucap Mita menyuruh Vino untuk segera pulang.
"Iya iya tadi aja Lo suruh gue mampir giliran bahas cowok yang Lo suka gue disuruh cepet pulang," ucap Vino masuk ke mobilnya.
"Tapi Lo harus kenalin orangnya ke gue biar gue seleksi terlebih dahulu, secara Lo kan anaknya polos banget," ucap Vino sebelum melajukan mobilnya meninggalkan Mita yang masih mematung melihat mobil Vino yang semakin menjauh.
"Orang yang gue suka itu Lo," gumam Mita sambil menghela napas dan masuk ke dalam rumah.
Mita merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia berkali kali menghela napas sambil menatap langit langit kamarnya.
"Gue pikir ini cuma perasaan cinta monyet anak SMP, ternyata setelah kembali bertemu sama Lo gue semakin gak bisa menahan perasaan gue ke Lo, seandainya aja cerita gue bisa kayak Dira," gumam Mita sampai akhirnya ia pun terlelap dalam tidurnya.
Bersambung . . . . . .
JANGAN LUPA DI LIKE๐๐ป
Komen dan favorit juga ya๐
Mampir juga kesini yuk๐
__ADS_1