Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 56 : Berita di internet


__ADS_3

Di Adira cafe (nama cafe milik Arga).


Arga yang sedang sibuk mengecek jumlah pengeluaran dan pemasukan cafenya bulan ini, dikejutkan oleh kedatangan Arka yang tiba tiba masuk ke ruangannya dengan ekspresi yang terlihat panik.


"Arga! Ga!"


"Kebiasaan banget Lo Ar, kalau masuk gak ketuk pintu, buat orang kaget aja," ucap Arga sambil menatap tajam sahabatnya itu.


"Lo harus lihat ini," ucap Arka tanpa memperdulikan tatapan tajam itu, lalu menyodorkan ponsel miliknya di hadapan Arga.


Arga mengambil ponsel Arka dan ia langsung membulatkan matanya saat melihat salah satu artikel dengan tulisan yang cukup membuatnya emosi.


Model pendatang baru David Geovan terciduk bersama seorang wanita cantik di hotel A.


Di sana terpampang dengan jelas wajah Dira dan model tersebut yang terlihat begitu intim di depan salah satu hotel.


Arga terus menscrol ke bawah, dan fokusnya jatuh pada beberapa komentar yang semakin membuat darahnya mendidih.


Wah bukankah itu istri dari Arga Rahardian? Apakah Arga tau kelakuan istrinya?


Gue gak nyangka ternyata kelakuan si Dira udah kayak ja- l a n g yang kurang belaian.


Bener bener memalukan, ternyata muka polosnya hanya topeng untuk menutupi kelakuannya. Dan masih banyak lagi komentar komentar miring yang menyudutkan Dira.


Arga tidak melanjutkan membaca komentar komentar yang terus memojokkan dan merendahkan Dira di kolom komentar tersebut, ia meremas kuat ponsel Arka sampai urat urat tangannya terlihat jelas.


Prang!


Arga melempar ponsel mahal milik Arka dengan sangat keras ke lantai, terlihat jelas raut kemarahan di wajah Arga, ia mengepalkan tangannya, dan menggebrak meja kerjanya, membuat Arka tersentak kaget dan mundur untuk menjauh dari Arga yang wajahnya sudah memerah karna menahan emosi.

__ADS_1


"Kurang ajar! Siapa yang berani melakukan taktik murahan seperti ini?" ucap Arga. Ia tidak marah karna melihat kedekatan Dira dan lelaki di foto itu, karna ia sudah tau semua kegiatan Dira saat ia pergi menemui Mita, bahkan soal Dira yang membantu seorang pria tidak dikenal yang ternyata adalah model yang baru saja naik daun itunia juga mengetahuinya, karna sebelumnya Rangga telah melaporkan padanya semua yang dilakukan Dira hari ini.


Sementara Arka yang melihat kemarahan sahabatnya hanya diam saja ia tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun, bahkan untuk sekedar memungut ponselnya yang tergeletak dengan sangat mengenaskan di lantai ia tidak berani, apalagi sampai protes pada Arga yang sudah membuat rusak ponsel miliknya.


"Gue akan ganti hp Lo nanti setelah gue membereskan orang orang yang berani menyebarkan berita murahan tentang istri gue," ucap Arga datar lalu keluar dengan terburu buru dari ruangannya, membuat Arka bisa bernapas lega, ia mengelus dadanya melihat kepergian Arga, sahabatnya itu benar benar terlihat menyeramkan saat marah, masih untung ponselnya yang di lempar dan bukan dirinya yang kena timpuk dari kemarahan sahabatnya.


"Padahal gue baru satu Minggu yang lalu ganti ponsel, sekarang malah di jadiin ponsel gebrek sama si Arga," ucap Arka sambil menatap ponsel mahalnya yang sudah menjadi barang rongsokan.


"Siapa yang sudah berani mengusik macan yang sedang tidur, pasti orang itu sudah bosan hidup," gumam Arka sambil bergidik ngeri membayangkan apa yang akan dilakukan Arga pada orang yang telah menyebarkan berita miring tentang Dira, dan ia pun keluar dari ruangan Arga setelah memungut ponselnya yang sudah tidak berfungsi.


Ting!


Arga mendapatkan notif pesan masuk saat ia hendak masuk ke mobilnya, ekspresi wajahnya langsung berubah seketika saat melihat pesan masuk tersebut, ia pun segera masuk ke mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.


"Semoga semua ini tidak benar," gumam Arga.


*****


Baru saja Dira sampai di dapur tiba tiba saja ia kembali merasakan sakit di dadanya, ia hendak berbalik untuk mengambil obatnya di kamar, tapi rasa sakit itu semakin terasa, ia merasakan kakinya sudah tidak sanggup lagi untuk sekedar berdiri, ia pun terduduk di lantai sambil meremas dadanya berusaha menahan rasa sakit itu.


"Ma–s Ar–ga ..." ucap Dira dengan suara terputus putus, ia merasakan penglihatannya semakin buram dan di detik berikutnya ia pun tidak sadarkan diri di lantai dapur.


*


*


Brak!


Arga dengan tergesa gesa membuka pintu rumahnya, ia langsung naik ke lantai atas untuk mencari keberadaan Dira di kamar, tapi ia sama sekali tidak menemukan istrinya di sana, ia mengecek kamar mandi tapi Dira tidak ada di sana. Arga kembali turun ke ruang tamu sambil memanggil nama Dira. "Sayang! Ra! Anindira!" panggil Arga dengan raut wajah panik tapi tidak ada tanda tanda keberadaan Dira di sana, bahkan ia sampai mengeluarkan air matanya saking paniknya.

__ADS_1


"Dapur," gumam Arga, lalu ia pun segera beranjak ke dapur, dan ia sangat terkejut saat mendapati Dira tergelatak di lantai dapur dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Dengan langkah cepat Arga mendekat kearah Dira dan memeluknya.


"Sayang! Sayang bangun jangan menakutiku," ucap Arga sambil memegangi wajah Dira yang terlihat sangat pucat.


Ia harus membawa Dira ke dokter untuk memastikan semuanya, ia yang awalnya ingin menemui Rangga untuk membahas soal foto Dira yang tersebar di internet bersama seorang laki laki mengurungkan niatnya saat mendapatkan pesan dari Rangga yang sudah menemukan jenis vitamin yang selalu di minum Dira, yang ternyata itu adalah obat untuk pasien penderita penyakit jantung. Oleh karna itu Arga tidak jadi menemui Rangga dan segera bergegas pulang untuk menemui istrinya, ia ingin menanyakan langsung soal obat itu pada Dira.


Arga pun segera membawa Dira kedalam gendongannya dan melangkah keluar dari rumahnya untuk segera membawanya ke rumah sakit.


"Ga, kamu mau ke mana? Lalu ada apa dengan Dira? Kenapa istri kamu bisa pingsan?" tanya mama Rika panik saat melihat menantunya pingsan dalam gendongan Arga. Niatnya datang ke rumah putranya untuk menanyakan perihal berita yang baru saja ia lihat di internet.


"Ma aku harus bawa istriku ke rumah sakit," jawab Arga.


"Kalau begitu Mama ikut," ucap mama Rika lalu ikut naik ke mobil Arga dan memangku kepala Dira.


"Jangan panik Ga, kamu harus tetap fokus dan hati hati bawa mobilnya jangan sampai karna kamu tidak fokus malah membahayakan istrimu," peringat mama Rika pada Arga.


"Iya Ma," jawab Arga, setelah menarik napas untuk menenangkan pikirannya barulah ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Kamu harus baik baik saja sayang," batin Arga. Ia sangat takut mengetahui kebenaran tentang kondisi Dira, ia berharap semoga apa yang dikatakan Rangga soal obat itu dan tebakannya tentang Dira tidak benar.


"Semoga ini hanya sebuah kebetulan," batin Arga harap harap cemas.


Bersambung . . . . . . .


Jangan lupa like👍


Komen

__ADS_1


Favorit and Vote


__ADS_2