Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 34 : Rahasia Arga


__ADS_3

Arga dan Dira sudah berada di atas ranjang pengantin mereka, tapi sayang acara malam pertama mereka harus tertunda karena Dira yang masih kedatangan tamu bulanannya.


"Ra, kamu gak bohongkan soal tamu bulanan kamu?" ucap Arga masih belum percaya.


"Iya, kamu kok gak percayaan banget Mas," ucap Dira.


"Siapa tau kamu cuma mau balas dendam doang ke aku gara gara rencana kejutan itu," ucap Arga.


"Aku bukan orang pendendam, lagian kamu juga tadi udah janji mau cerita soal ucapan dua sahabat aneh kamu tadi," ucap Dira mengingatkan Arga.


"Oh soal itu ... ."


"Iya soal perempuan yang katanya kamu sukai sejak SMA itu siapa Mas? Nggak mungkin aku kan?" tanya Dira.


"Itu memang kamu Ra, kamu adalah perempuan yang aku incar sejak masih SMA," ucap Arga sambil menatap mata istrinya dalam, Dira yang mendengar hal itu membulatkan matanya karena merasa tak percaya dengan pengakuan Arga.


"Ha, kamu gak lagi ngerjain aku lagi, kan Mas?" tanya Dira menatap Arga tidak percaya dengan pengakuan Arga.


"Itu memang kamu Anindira, kamu satu satunya perempuan yang tidak tertarik dengan pesona seorang Arga Rahardian, yang selalu menundukkan kepala ketika aku bicara," ucap Arga.


"Tapi bagaimana mungkin, bukannya selama ini kamu selalu bersikap dingin dan cuek sama aku, dari SMA sampai kuliah kita satu kelas tapi kamu selalu bersikap seperti orang tidak kenal dengan ku, lalu bagaimana bisa kamu tiba tiba menyukaiku Mas," ucap Dira masih tidak percaya.


"Kamu tau kenapa aku selalu duduk di belakang kamu?" tanya Arga pada Dira yang yang hanya dijawab gelengan oleh Dira. "Karna dengan begitu aku bisa terus melihat kearah kamu,"


"Aku sudah mencintai kamu jauh sebelum pernikahan kita, bahkan aku kuliah di tempat dan memilih kelas yang sama itu agar aku bisa selalu dekat dengan kamu," ucap Arga mengungkapkan kebenaran tentang perasaannya selama ini.


"Bahkan aku akan melakukan apa pun untuk kamu Ra, apa kamu ingat dengan laki laki dari sekolah lain yang dulu terus ngejar ngejar kamu dan hampir melecehkan kamu disaat acara pertandingan basket antar sekolah, seandainya seseorang tidak datang untuk mencegahnya?" tanya Arga mengingatkan Dira dengan kejadian buruk yang hampir menimpanya waktu SMA.


"Kok kamu bisa tau, bukannya kejadian itu hanya kepala sekolah dan orang yang menolong aku waktu itu yang tau?" ucap Dira terkejut, ternyata Arga mengetahui kejadian waktu itu, bahkan orang tuanya atau pun Mita tidak pernah ia ceritakan.


"Tentu saja aku tau, karna orang yang menolong kamu waktu itu adalah orang suruhan aku yang aku minta untuk selalu mengawasi kamu, dan aku juga yang meminta agar kejadian itu dirahasiakan dan membuat dia dikeluarkan dari sekolahnya secara tidak hormat." Arga menceritakan semuanya pada Dira.


"Mas ..." ucap Dira menatap Arga.


"Aku tidak berbohong soal aku mencintai kamu Ra, kamu perempuan yang aku kagumi secara diam diam sejak SMA, kamu satu satunya perempuan yang bisa membuatku kehilangan kewarasan ku saat melihat kamu tersenyum ke laki laki lain, melihat senyum indah mu dari kejauhan adalah salah satu hal yang menyenangkan bagi aku," ucap Arga.


"Lalu kenapa kamu tidak pernah mengatakannya dan selalu bersikap dingin padaku Mas?" tanya Dira.

__ADS_1


"Aku tidak mengungkapkan perasaan ku padamu waktu itu karena kamu sama sekali terlihat tidak tertarik denganku dan waktu itu aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan Mita yang bilang kalau kamu tidak akan pernah pacaran, sejak saat itu aku memutuskan untuk memendam perasaanku," jelas Arga.


"Mas ..." ucap Dira dan langsung memeluk pinggang Arga yang berbaring di sampingnya.


"Kenapa kamu gak pernah bilang kalau kamu menyukaiku sejak kita masih SMA, dan kamu salah kalau aku tidak tertarik dengan mu Mas," ucap Dira mendongakkan kepalanya menatap mata Arga.


"Aku juga sudah menyukai mas sejak SMA, aku juga diam diam selalu memperhatikan kamu, aku tidak berani menatap kamu karna aku takut semakin tidak bisa mengendalikan perasaan ku sementara kamu sendiri selalu bersikap dingin ke aku," ucap Dira dalam pelukan Arga.


"Maaf waktu itu aku takut ditolak, ya kali cowok populer kayak aku ditolak cewek bisa turun pamor aku Ra," ucap Arga bercanda sambil memeluk Dira.


"Tapi setelah aku tau kamu juga memiliki perasaan yang sama dari dulu, membuat aku lega, dan aku pun memutuskan untuk menyatakan perasaan aku ke kamu," ucap Arga kembali.


"Jadi maksudnya, kamu udah tau kalau aku menyukai kamu sebelum pernyataan cinta malam itu?" tanya Dira.


"Hm," ucap Arga sambil tersenyum ke arah Dira.


"Kok bisa, sejak kapan? Emang keliatan banget ya?" tanya Dira kembali.


"Sejak hari di mana aku jemput kamu ke mall aku gak sengaja dengar obrolan kamu sama Mita, yang bilang kalau kamu akan tetap memendam perasaan kamu," ucap Arga.


"Tapi waktu itu aku senang banget saat tau kamu ternyata begitu menyukai ku," ucap Arga.


"Isshh, Mas kamu curang ternyata kamu udah lebih dulu tau perasaan aku, sementara aku berusaha supaya gak baper sama sikap manis kamu ke aku," ucap Dira cemberut dan melepaskan diri dari pelukan Arga.


"Udah gak usah cemberut, yang penting sekarang kita udah sama sama tau perasaan kita masing masing, mulai sekarang mari kita saling terbuka jangan lagi ada yang disembunyikan antara kita," ucap arga kembali membawa Dira ke dalam pelukannya.


Dira pun menelusupkan kepalanya ke dada bidang Arga, sementara Arga terus memberikan banyak ciuman untuk Dira.


Dira semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Arga, ia merasa senang bercampur takut, ia senang karena pengakuan Arga, tapi ia juga merasa takut bagaimana jika suatu saat ia sudah tidak bisa lagi di samping Arga, ia takut membuat orang yang ia cintai sedih karena dirinya.


"Maafkan aku mas, aku masih menyembunyikan satu hal ke kamu, aku hanya tidak ingin membuat kamu khawatir dan kepikiran dengan kondisi ku saat ini," batin Dira dan ia pun akhirnya tertidur dalam pelukan hangat Arga.


*****


Arga terus memperhatikan wajah Dira. Ia masih tidak menyangka ternyata ia berjodoh dengan teman kelasnya, gadis ceria yang dulu terlihat imut di matanya kini benar benar telah menjadi istrinya bahkan selama ini memiliki perasaan yang sama dengannya.


"Dulu aku hanya bisa memandangi kamu dari jauh, hanya bisa melihat punggung kamu doang, tapi sekarang aku bisa memandangi wajah manis ini sepuasnya bahkan bisa lebih dari ini, sayangnya tamu tidak diundang malah menghalanginya, padahal aku sudah menunggu lama momen ini," gumam Arga sambil menghela napas dan kembali mencium bibir Dira yang tertidur pulas.

__ADS_1


"Ternyata semua yang aku lakukan selama ini untuk selalu dekat dengan kamu tidak sia sia, pada akhirnya aku berhasil mengikatmu dengan ikatan yang halal," gumam Arga sampai akhirnya ia pun ikut terlelap sambil memeluk Dira


*


*


Pov Arga


Arga adalah siswa tampan, dan dingin yang mempunyai pesona yang luar biasa bukan hanya karna wajah tampannya saja, tapi ia juga memiliki otak yang cerdas, hal itu membuat semua siswa perempuan terpesona dan selalu memujanya secara terang terangan.


Hanya satu perempuan yang bersikap biasa saja dan terlihat tidak tertarik dengannya seperti kebanyakan perempuan perempuan yang mengejar ngejar dirinya, yaitu teman kelasnya Anindira Putri, dialah perempuan pertama yang berhasil mengalihkan perhatiannya dan membuat dirinya penasaran.


Sering kali aku memperhatikan Dira diam diam, berawal dari rasa penasaran tanpa aku sadari perasaan cinta mulai tumbuh dihati ku sejak saat itu, bahkan aku mencari tau kemana gadis pujaannku itu akan melanjutkan kuliah sampai jurusan yang diambilnya agar bisa tetap satu kelas dengannya.


Suatu ketika seorang laki laki terus mengejarnya, bahkan ia datang ke sekolah menemui Dira dan menyatakan cintanya di depan semua siswa, melihat hal itu membuatku ingin sekali memukul wajah tengilnya itu, tapi Arka dan Ivan terus mencegahku, apalagi saat ia memegang tangan Dira, ia terus mengejar Dira meski sudah ditolak berkali kali. Sampai akhirnya orang yang aku minta untuk mengawasi Dira menghubungiku jika laki laki brengsek itu hampir melecehkan gadisku saat acara pertandingan basket antar sekolah kami, aku sudah tidak bisa lagi menahan emosi ku aku memukulinya sampai ia harus masuk rumah sakit, andai saat itu Ivan dan Arka tidak menahan ku mungkin ia akan berakhir ditanganku, bukan hanya itu, aku juga membuat laki laki brengsek itu dikeluarkan dari sekolahnya.


*****


Melihat Dira seperti tidak tertarik padaku akhirnya aku memutuskan untuk memendam perasaan ini dan tetap bersikap dingin pada Dira, selain itu aku juga tidak ingin jika dira menjadi sasaran perempuan perempuan yang selalu mengejar ku.


Sampai akhirnya kakek yang tiba tiba meminta ku untuk menikahi cucu temannya dan saat itu aku tidak bisa menolak permintaan kakek, apalagi dengan kondisinya yang sedang sakit, Saat itu aku merasa cintaku pada gadis pujaanku akan selamanya menjadi cinta yang hanya bisa aku pendam dalam hati. Tapi siapa sangka ternyata orang yang dijodohkan denganku adalah Anindira gadis pujaanku.


Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, aku pun langsung mengajaknya berbicara berdua dan mengatakan jika aku tidak bisa menolak rencana perjodohan tersebut dengan dalih permintaan kakek, ia pun saat itu bilang jika ia juga tidak bisa menolak permintaan papanya, aku benar benar merasa sangat bahagia, itu artinya ia setuju untuk menikah dengan ku.


Satu Minggu kemudian papa menelpon ku jika kakek sudah sadar dan menyuruhku untuk ke rumah sakit dengan membawa Dira.


Hari itu juga kakek meminta kami untuk menikah, tanpa meminta persetujuan Dira aku pun langsung mengiyakan permintaan kekek.


Sekarang Anindira telah resmi menjadi istriku, saat pertama kali aku mencium keningnya aku merasakan debaran di dadaku semakin kencang, aku benar benar bahagia aku berhasil mengikatnya untuk selalu berada di sisiku bukan sebagai teman kelas ku saja tapi teman hidupku.


"Aku mencintai mu Anindira," yang hanya berani ku ucapkan dalam hati.



Bersambung . . . . . .


JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN, FAVORIT AND VOTEπŸ˜‰πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

__ADS_1


__ADS_2