Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 93 : SIDANG


__ADS_3

Beberapa jam kemudian.


"Semangat sayang kamu pasti bisa," ucap Arga.


"Iya Dir Lo pasti bisa," ucap Mita ikut menyemangati, karna ia dan yang lainnya sudah terlebih dahulu selesai dan mereka semua telah berhasil lulus. Peserta sidang hari ini ada 10 orang mahasiswa dan Dira berada di urutan ke enam.


Setelah beberapa jam menunggu kini giliran Dira yang akan masuk ke ruang sidang, ia menarik napas dalam dalam sebelum memasuki ruangan tersebut, Arga menggenggam tangan Dira dan mencium keningnya untuk menyemangati sang istri yang sedang gugup.


"Semangat!" ucap Arga kembali sebelum Dira benar benar masuk.


Di sana sudah ada dua orang dewan penguji dan satu orang dosen pembimbing. Karna Dira masuk lebih awal sebelum waktu sidang di laksanakan jadi Dira terlebih dahulu memastikan semua perlengkapannya aman, mulai dari laptop dan yang lainnya.


Setelah semua berkas sudah di pastikan lengkap barulah Dira memulai presentasinya.


Setelah kurang lebih satu jam presentasi dan tanya jawab pada sidang skripsi berlangsung kini Dira sudah bisa keluar dengan napas lega, akhirnya semuanya berjalan lancar ia berhasil menjawab semua pertanyaan dosen penguji dengan mudah, ia sangat bahagia akhirnya ia telah berhasil meraih predikat sarjana manajemen bisnis.


Sidang skripsi pun berjalan dengan lancar, Dira keluar dari ruang sidang dengan tersenyum puas, begitupun dengan yang lainnya, mereka semua akhirnya berhasil melewati tahap akhir perkuliahan.


Arga menyambut kedatangan sang istri sambil merentangkan tangannya dengan tangan kanannya memegang sebuket bunga untuk Dira.


"Selamat sayang, aku tau kamu pasti bisa," ucap Arga sambil memberikan bunga tersebut pada Dira lalu memeluknya.


"Makasih Mas ... semua ini juga berkat dukungan dan bantuan dari kamu selama ini," ucap Dira membalas pelukan Arga sambil satu tangannya memegang bunga pemberian Arga.


"Selamat ya Dir ..." ucap Mita pada Dira dan memeluknya.


"Makasih Mit ... ."


Teman temannya yang lain juga memberikan selamat pada Dira. Saat Vino memberikan selamat pada Dira dan hendak memeluk sahabatnya itu, Arga malah menarik baju Vino membuat tubuhnya terjengkang kebelakang.


"Nggak ada peluk peluk, enak aja Dira cuma boleh gue doang yang peluk," ucap Arga posesif sambil menjauhkan Dira dari hadapan Vino.


"Dasar pelit, peluk dikit doang masak gak boleh sih Ga? Kan gue sahabatnya sejak kecil, dari dulu juga gue udah sering peluk Dira," ucap Vino sengaja memancing kekesalan Arga.

__ADS_1


"Gak ada sahabat sahabatan, lagian itu kan dulu sekarang udah gak bisa karna Dira udah jadi istri gue dan cuma gue satu satunya laki laki yang bisa nyentuh dia apalagi sampai memeluk tubuhnya," ucap Arga semakin menyembunyikan Dira.


"Udah Mas ucapan si Devi di dengerin, anggap aja itu hanya suara kentut," ucap Dira melerai perdebatan mereka.


"Sialan Lo Dir, enak aja suara merdu gue Lo samain kayak suara kentut," protes Vino tidak terima.


"Emang bener," celetuk Mita setuju dengan ucapan Dira untuk mengolok olok Vino.


"Wah Lo bener bener harus di beri pelajaran ya Mit," ucap Vino sambil menaikkan lengan bajunya hendak membekap Mita agar menciumi ketiaknya, tapi sebelum hal itu terjadi lagi lagi Arka menariknya.


"Di larang main peluk peluk pacar orang," ucap Arka sambil menarik Mita agar mendekat ke sampingnya.


"Gini amat nasib gue hari ini," ucap Vino dengan ekspresi sok bersedih.


Mereka semua yang melihat hal itu hanya bisa tertawa mendengar ucapan Vino.


"Oh iya Mas ngomong ngomong kamu dapat bunganya dari mana? Perasaan dari tadi aku gak liat kamu bawa ini?" tanya Dira pada Arga, ia merasa heran sejak kapan suaminya itu menyiapkan bunga cantik ini untuknya.


"Aku sudah memesannya sejak kemarin, dan baru dianterin hari ini ke sini," jawab Arga sambil mengusap kepala Dira. "Tapi kamu suka kan?" tanya Arga.


"Uluh uluh istri Mas Arga juga sekarang udah bisa menggombal ya, jadi gak sabar pengen cepet cepet pulang dan mengurung kamu di kamar," ucap Arga ikut membalas kedipan mata Dira tidak kalah genit.


"Benar benar gak mau kalah," ucap Dira.


"Kalau hal hal seperti itu kamu masih belum bisa mengalahkan ku sayang."


"Benarkah? Kalau begitu malam ini aku akan membuatmu kalah," ucap Dira dengan ekspresi menggodanya.


Arga yang melihat hal itu dibuat gemas sampai lupa sedang berada di mana dan malah dengan santainya ia mencium kedua pipi istrinya di hadapan teman temannya yang hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakukan pria dingin itu.


"Buset dah, kalau udah kayak gini mereka berdua pasti lupa sedang ada di mana, apalagi dengan keberadaan makhluk makhluk seperti kita ini yang langsung berubah jadi makhluk tak kasat mata kalau mereka sudah seperti ini," gerutu Arka yang melihat pasangan suami istri itu yang terus saling menggoda tanpa memperdulikan keberadaan mereka.


"Udah biarin aja Ka, lagian mereka juga udah halal," ucap Ivan yang sama sekali tidak terlihat keberatan dengan pemandangan di hadapannya saat ini, ia malah terlihat senyum senyum melihat senyum bahagia terpancar dari wajah manis Dira.

__ADS_1


"Lo mah selalu saja belain mereka," ucap Arka.


"Woy kalian berdua tolong keromantisan ini di stop dulu, mending sekarang traktir kita makan makan," ucap Vino yang di tujukan untuk Arga.


Arga pun menghentikan kegiatannya dan kembali dengan ekspresi datar seperti biasanya. "Baiklah, berhubung suasana hati gue lagi dalam suasana yang bahagia, khusus untuk hari ini gue akan traktir kalian semua makan sepuasnya," ucap Arga, membuat wajah mereka semua berbinar karna akan mendapatkan makanan gratisan hari ini.


"Nah yang kayak gini nih yang paling buat gue semangat," ucap Arka.


"Ya udah ayo kalau gitu kita langsung berangkat," ucap Vino tidak kalah semangat.


"Giliran yang gratisan Lo paling semangat Dev, gak malu Lo sama pacar Lo," cibir Mita.


"Ya elah Mit si Tiara mah udah ngerti, hitung hitung lagi penghematan buat ngumpulin biaya nikahan, lagian cowok Lo juga gak beda jauh kayak gue kalau soal gratisan," ucap Vino membalas ucapan Mita.


"Kalau kalian masih terus berdebat gue bakalan batalin traktirannya," ancam Arga menghentikan perdebatan mereka sebelum Mita kembali mengeluarkan kata katanya.


Mereka pun berangkat menuju salah satu restoran yang cukup terkenal yang letaknya lumayan dekat dari kampus mereka. Tawa bahagia terpancar jelas dari wajah mereka semua.


Acara makan makan tersebut pun berakhir hampir menjelang sore dan mereka pun beranjak menuju rumah mereka masing masing.


Di perjalanan pulang.


"Sayang setelah ini kamu harus fokus pada kesembuhan kamu, aku pasti akan melakukan apa pun untuk kesembuhan mu jadi kamu juga harus tetap semangat," ucap Arga sambil tetap fokus dengan jalanan.


"Siap suamiku aku pasti akan terus semangat dan tetap berjuang, apalagi ada kamu di sisi aku," ucap Dira.


Arga yang mendengar ucapan sang istri langsung meraih tangan Dira dan menciumnya. "Kita berjuang sama sama sayang," ucap Arga.


Sesampainya di rumah Arga dan Dira di sambut oleh kedua orang tua mereka yang langsung memberikan selamat atas kelulusan mereka karna sebelumnya Arga telah menelpon kedua orang tuanya dan kedua mertuanya dan mengabari soal keberhasilan mereka.


BERSAMBUNG . . . . .


Jangan lupa di Like👍🏻

__ADS_1


Komen


Favorit and Vote😉


__ADS_2