Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 117 : Panik


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Tidak terasa kini usia kandungan Dira sudah mendekati waktu kelahiran, semakin tua usia kehamilannya, Dira juga semakin kesusahan untuk melakukan aktivitas seperti biasanya karna perutnya yang semakin membesar membuat ruang geraknya jadi terbatas.


Dira saat ini sedang berada di kamar baby, ia sedang menyiapkan barang barang yang akan ia bawa saat persalinan nanti.


"Astaga ternyata buat berdiri saja sudah sangat susah," gumam Dira yang merasa kesulitan untuk berpindah posisi duduk.


"Assalamualaikum ..." ucap Arga masuk ke kamar bayi yang terhubung dengan kamar mereka masih dengan setelan kerjanya, karna ia baru saja pulang.


Dira yang sedang asik dengan aktivitasnya dibuat terkejut saat melihat kedatangan suaminya.


"Wa'alaikumussalam ..." jawab Dira sambil berjalan pelan kearah kedatangan suaminya, lalu mencium tangannya.


"Kok Mas cepet banget pulangnya? Biasanya jam segini Mas masih di kantor," tanya Dira.


"Aku memang sengaja pulang cepat, aku khawatir sama kamu sayang, aku takut nanti kamu tiba tiba merasakan kontraksi, sementara aku masih berada di kantor," ucap Arga menjelaskan alasannya pulang lebih cepat dari biasanya.


"Insyaallah nggak Mas, kan kata dokter perkiraannya dua Minggu lagi, lagian juga aku di rumah gak sendiri, jadi kamu nggak usah terlalu khawatir," ucap Dira sambil tersenyum.


"Itu kan cuma perkiraan sayang, dokter juga bilang, bisa saja waktunya mundur atau maju dari jadwal yang sudah diperkirakan, yang penting aku sudah siap siap, aku ini kan suami siaga."


"Iya iya, suami siaga ku ..." ucap Dira.


"Oh iya sayang untuk perlengkapan persalinannya semuanya sudah siapkan?" tanya Arga.

__ADS_1


"Iya, itu kan aku baru masuk masukin barang yang akan kita bawa di tas," jawab Dira sambil menunjuk tas yang berisi perlengkapannya.


"Ya udah kalau gitu sekarang kamu sebaiknya istirahat jangan terlalu capek, aku mau mandi dulu," ucap Arga mengelus kepala Dira lalu ia pun segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Malam harinya.


Arga seperti biasa tidur hanya dengan menggunakan celana, karna sejak hamil Dira selalu memintanya tidur tanpa menggunakan baju karna ia sangat suka menempel pada dada bidangnya dan menciuminya.


"Apakah senyaman itu, sampai aku tidak diperbolehkan menggunakan baju?" tanya Arga sambil mengusap usap rambut Dira yang berbaring di sampingnya.


"Iya, sepetinya aku sudah ketularan mesum kamu mas, bisa bisanya aku harus tidur dengan menciumi tubuh polos kamu seperti ini, dan aku sangat menyukai hal itu," ucap Dira yang semakin menelusupkan wajahnya pada dada bidang Arga.


Arga malah terkekeh mendengar ucapan Dira yang selalu mengatai dirinya mesum. "Aku bukannya mesum sayang, hanya saja terlalu sayang jika wanita secantik kamu harus dianggurin, apalagi sudah dalam lebel halal aku mana kuat sayang ... oh iya bagaimana kalau sekarang aku cek baby kita dulu, pasti dia sedang menunggu untuk di jenguk," ucap Arga mulai bawa bawa anaknya sambil menatap Dira dengan tatapan penuh arti.


"Baru juga diomongin sekarang mesumnya udah kumat lagi, udah mending kita tidur aja untuk malam ini libur dulu, bukannya kamu bilang aku harus banyak istirahat gak boleh kecapean," Dira kembali menelusupkan wajahnya.


Dira menepuk bahu Arga dengan keras membuat Arga melepaskan tautan bibirnya. "Ada apa sayang?"


"Mas– shh ..." Dira terlihat seperti kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Sayang? Apa aku menyakitimu?" tanya Arga cemas lalu bangun dari pembaringannya sambil memegangi bahu Dira membantunya untuk bersandar.


"Mas sakit! ..." teriak Dira, ia yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang luar biasa yang tiba tiba menyerangnya berteriak dengan suara keras membuat Arga semakin panik.


Arga yang sangat khawatir melihat Dira yang kesakitan sambil mengusap usap perutnya langsung turun dari tempat tidur.

__ADS_1


Saat ia akan mengangkat tubuh sang istri Dira mencegahnya.


"Tunggu dulu Mas," ucap Dira dengan ekspresi bingung.


"Kenapa?"


"Sudah tidak sakit lagi Mas," ucap Dira.


"Sayang jangan bercanda."


"Aw! Mas perut aku sakit lagi ..." rintih Dira kembali.


"Sayang kamu tidak sedang mengerjai ku kan?"


"Nggak Mas aku se–rius sakitnya datang lagi ..." jawab Dira. "Mas sakit sekali!"


Arga yang melihat Dira benar benar kesakitan dengan gerakan cepat Arga langsung bangun dan menggendong Dira keluar dari kamarnya dengan ekspresi yang sulit diartikan, bahkan ia keluar dari kamar tanpa memperdulikan penampilannya saat ini yang hanya menggunakan celana pendek, jangankan penampilan barang barang yang sudah ia siapkan untuk mereka bawa pun sama sekali tidak dipikirkan oleh Arga, tujuannya saat ini hanya satu yaitu cepat cepat membawa Dira ke rumah sakit.


"Ga Dira kenapa?" tanya mama Arga dan mama Dira ikutan panik saat melihat ekspresi cemas Arga sambil menggendong Dira yang terlihat kesakitan.


Arga yang panik tidak menghiraukan pertanyaan mama dan mertuanya itu, ia dengan langkah cepat langsung keluar rumah menuju mobil dan meminta sopir untuk segara mengantarnya ke rumah sakit.


Bersambung . . . . .


Jangan lupa like👍

__ADS_1


Komen


Favorit and vote😉


__ADS_2