Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 33 : Kejutan Arga


__ADS_3

Dira masih terpaku di ?tempatnya, ia belum mengerti dengan situasi ini, bukannya ia diculik dan akan dinikahi seseorang, tapi orang yang ada di depannya adalah suaminya, ia masih berusaha mencerna semua yang terjadi padanya hari ini.


Arga yang melihat Dira belum membalas uluran tangannya kembali bersuara.


"Sayang ... sampai kapan kamu akan membiarkan tangan ku terus menggantung seperti ini?" ucap Arga pada Dira yang masih mematung tanpa menerima uluran tangannya.


Dira yang mendengar suara Arga kembali tersentak dari kebingungannya.


"Apa maksud dari semua ini? dan kenapa kamu juga ada disini Mas?" tanya Dira lalu menerima uluran tangan Arga.


"Ini kejutan sayang, coba lihat sekeliling kamu," ucap Arga.


Dira pun melihat orang orang di sekelilingnya, disana sudah ada kedua mertuanya bersama kedua orang tuanya yang katanya disekap ternyata juga ada disana dalam keadaan baik baik saja, bahkan Mita yang katanya menemani mamanya arisan juga ada disana bersama teman teman kampusnya yang lain, ia melihat ketiga orang yang tadi membawanya ada disana, mereka menghampiri Dira dan membuka penutup wajah mereka.


"Kalian!" ucap Dira kaget, ternyata tiga orang itu adalah Vino, Ivan dan Arka.


"Hai, gimana acting kita Dir? Pasti kamu gak nyangka kalau itu kita, kan?" ucap Arka.


"Jadi semua ini sudah direncanakan? Mas semua ini rencana kamu? Kamu membuat aku takut," ucap Dira yang merasakan kakinya lemas dan hampir terjatuh.


Arga yang melihat hal itu langsung menangkap tubuh Dira. "Sayang maaf, sebenarnya aku juga gak mau buat kejutan kayak gini, tapi ini semua idenya Vino, ia yang merencanakan semua ini," ucap Arga, karna memang semua ini adalah ide dari Vino.


"Bener Dir, semua ini idenya si Devi, sebenarnya pas Lo nelpon, gue udah disini," ucap Mita.


Flashback On


Arga ingin membuat acara resepsi pernikahannya tanpa sepengetahuan Dira, ia ingin membuat kejutan untuk ini, jadi ia meminta bantuan pada Arka, Ivan, Mita, dan juga Vino.


Di cafe


"Tumben Lo ngumpulin kita kayak gini Ga?" tanya Arka yang melihat di sana bukan hanya ia dan Ivan tapi juga ada Mita dan Vino.


"Iya Ga, terus Dira mana?" tanya Mita yang tidak melihat keberadaan Dira, ia heran karena Arga tiba tiba menghubunginya dan mengajaknya bertemu.


"Gue sengaja gak kasih tau Dira soal pertemuan kita, soalnya gue mau minta bantuan kalian buat kasih kejutan ke Dira," ucap Arga.


"Lo mau nembak Dira Ga?" tanya Ivan.


"Bukan, gue mau buat acara resepsi pernikahan gue dan Dira, tapi tanpa sepengetahuan Dira biar jadi kejutan," ucap Arga.


"Wah ... gue boleh kasih ide gak?" tanya Vino semangat.


"Ide apa?" tanya Arga.


Vino pun mulai menjelaskan tentang rencananya untuk memberikan kejutan ke Dira, mulai dari Arga yang harus bersikap dingin ke Dira, sampai rencana penculikan dan drama pernikahan paksa. Vino benar benar merencanakan semuanya dengan matang, Arga yang awalnya tidak setuju namun karena desakan Vino ia pun akhirnya setuju karena Arka dan Ivan juga mendukung ide Vino dan siap membantu Arga untuk memberikan kejutan pada Dira seperti rencana Vino.


"Tapi awas aja kalok sampai istri gue kenapa napa, kalian bakalan tanggung akibatnya," ancam Arga.


"Iya tenang aja semuanya bakalan aman, istri Lo gak bakalan kenapa napa," ucap Vino meyakinkan Arga.


"Terus gue harus ngapain?" tanya Mita.


"Bagian Lo cuma satu, gak usah keceplosan sama Dira soal rencana kita, dan selama rencana ini berlangsung Lo harus selalu konfirmasi dulu ke gue kalok Dira hubungin Lo," ucap Vino mengingatkan Mita, karna yang ia tau Mita gak bisa nyembunyiin apapun dari Dira.

__ADS_1


"Gak segitunya juga kali Dev ... emang Lo yakin semua akan sesuai dengan rencana Lo?" ucap Mita.


"Yakin banget," ucap Vino.


"Ya udah kalok gitu gue balik dulu, gue serahin semuanya sama kalian tapi ingat Vin jangan sampe karna rencana Lo istri gue malah terluka," ucap Arga sebelum beranjak meninggalkan mereka.


"Oke, percaya sama gue, dan ingat Lo harus bersikap dingin sama Dira, mulai hari ini," ucap Vino.


"Harus hari ini?"


"Iya," ucap Vino.


"Tapi gue gak tega, mending kita pakai cara lain aja," ucap Arga.


"Udah Lo serahin semuanya sama gue, udah sana katanya Lo ada urusan," ucap Vino, dan Arga pun langsung beranjak dari cafe.


Mulai hari itu sesuai rencana Vino Arga mulai bersikap dingin pada Dira, sebenarnya ia nggak tega, tapi demi rencana untuk memberikan kejutan ke Dira ia harus bisa.


Sampai akhirnya hari yang ditunggu tunggu Arga tiba, ia berdiri menunggu kedatangan istrinya, ia sudah tidak sabar untuk memeluk Dira dan meminta maaf.


Flashback Of


"Jadi ini idenya Devi, makasih Lo Dev, kejutannya benar benar buat gue terkejut," ucap Dira tersenyum sinis ke arah Devi.


"Apa sikap dingin kamu beberapa hari ini juga bagian dari rencana kalian?" tanya Dira kembali.


"Iya maaf, sebenarnya aku juga nggak tega diamkan kamu sayang, tapi kata Devi biar kejutannya semakin sempurna aku harus lakuin hal itu," ucap Arga.


Dira yang sudah menahan air matanya dari tadi akhirnya menangis di depan Arga.


"Sayang maaf kalau sikap aku membuat kamu sedih," ucap Arga yang langsung memeluk Dira.


"Mas jangan ulangi lagi, aku benar benar merasa takut, hati aku rasanya sakit banget," ucap Dira dalam pelukan Arga.


"Maaf, udah jangan nangis lagi nanti make-upnya jadi rusak, itu bayar MUA nya mahal loh, ucap Arga menghapus air mata Dira.


"Isshh, aku masih marah Mas," ucap Dira cemberut.


Dira menatap kedua orang tuannya, ia merasa lega ternyata apa yang ia pikirkan tidak benar benar terjadi, mama dan papanya baik baik saja.


"Sayang," ucap sang mama mendekati Dira dan langsung memeluknya.


"Maaf, pasti kamu tadi khawatir banget dengan papa dan mama, tadi sebelum berangkat Vino malah nyuruh kami buat foto kayak orang disekap katanya buat kejutan.


"Udah peluk pelukannya nanti aja, kita lanjutin acaranya dulu," ucap Vino mengingatkan.


Akhirnya acara resepsi pernikahan Arga dan Dira berlangsung dengan meriah, ada beberapa tamu undangan yang tidak Dira kenal karna kebanyakan tamu mereka adalah rekan bisnis orang tuanya dan orang tua Arga, mereka semua menyalami dirinya dan juga Arga, dan tidak lupa memberikan ucapan selamat dan mendoakan yang terbaik untuk rumah tangganya, Dira hanya membalas dengan senyum dan mengaminkan setiap doa dari tamu undangan.


"Kamu capek?" tanya Arga pada Dira karna melihat istrinya yang terlihat kelelahan, karna dari tadi tamu undangan tak ada habis habisnya, bahkan ia hanya bisa duduk beberapa menit saja dan kembali berdiri untuk menyalami mereka.


"Aku gak papa Mas," jawab Dira.


"Duduk aja dulu," ucap Arga.

__ADS_1


"Aku beneran gak papa mas, kasian tamunya nungguin," ucap Dira.


"Tapi kamu beneran gak papakan?" tanya Arga.


"Iya aku baik baik saja suamiku sayang ..." jawab Dira.


Arga yang mendengar ucapan Dira langsung tersenyum. "Coba ulangi," pinta Arga yang menyuruh Dira mengulangi ucapannya.


"Iya aku baik baik saja," ucap Dira mengulangi ucapannya.


"Bukan yang itu tapi yang setelahnya itu," ucap Arga.


"Perasaan aku cuma bilang itu aja," ucap Dira pura pura lupa untuk menggoda Arga.


"Wah kayaknya kamu perlu dihukum supaya ingatan kamu kembali," ucap Arga sambil mendekatkan wajahnya ke Dira.


"Woy! kalian gak sabaran banget sih, ini masih banyak orang, Lo udah mau nyosor aja Ga," ucap Arka yang sudah berada diatas pelaminan.


"Iya Ga sabar dikit napa," ucap Vino ikut menimpali.


"Gimana Ga, rencana gue berhasilkan?" ucap Vino kembali.


"Ingat Vin rencana Lo berhasil juga berkat bantuan kita," ucap Arka.


"Udah minggir, kalian lama benget gue juga mau ucapin selamat buat sahabat gue," ucap Mita mendorong tubuh Arka dan Vino.


"Buset! Dedek Mita gue ternyata tenaganya kuat banget," ucap Arga yang hampir jatuh karena dorongan Mita, yang hanya ditanggapin tatapan sinis dari Mita.


"Selamat ya Dir ... maaf gue juga ikut ikutan mereka buat ngerjain Lo," ucap Mita yang merasa bersalah membohongi Dira.


"Iya gak papa santai aja Mit," ucap Dira sambil tersenyum lalu memeluk sahabatnya itu.


"Selamat ya Ga, akhirnya cewek yang selama ini Lo incer jadi istri Lo juga," ucap Ivan tersenyum pada Arga.


"Iya gue gak nyangka ternyata jodoh Lo adalah teman kelas kita yang dulu selalu Lo kagumi diam diam," ucap Arka.


"Makasih bro, ini juga berkat dukungan kalian sebagai sahabat gue selama ini," ucap Arga pada Arka dan Ivan.


Sementara Dira merasa heran dengan ucapan Arga dan kedua sahabatnya itu.


Arga yang melihat Dira kebingungan hanya menatapnya sambil tersenyum dan berbisik pada Dira "I Love You Anindira Putri,"


Satu persatu tamu undangan mulai meninggalkan tempat acara, yang menandakan acara resepsi akan segera berakhir.


"Akhirnya selesai juga, ternyata capek juga," ucap Arga yang sudah sampai di kamar hotel yang sudah disiapkan untuk mereka.


"Mas maksud ucapan Arka dan Ivan tadi apa? kamu gak nyembunyiin sesuatu dari aku kan?" tanya Dira curiga.


"Kamu kayaknya penasaran banget," ucap Arga sambil tersenyum.


"Mas aku serius," ucap Dira.


"Nanti aku ceritain, sekarang kita bersih bersih dulu," ucap Arga dan beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


Bersambung . . . . . .


JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN AND FAVORITπŸ˜‰πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»


__ADS_2