Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 77 : Mulut Arka


__ADS_3

Sebelum pulang ke rumah Arga meminta Arka untuk mengantarnya ke rumah sakit, ia harus memeriksakan kondisi Dira terlebih dahulu.


Di rumah sakit.


"Gimana kondisi istri saya Dok?" tanya Arga khawatir.


Dokter terlihat menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Arga. "Sepertinya kita memang harus segera melakukan operasi transplantasi jantung untuk istri anda, tapi untuk saat ini kami masih belum menemukan donor yang tepat," jawab dokter tersebut.


"Apakah hanya itu cara satu satunya agar istri saya bisa sembuh Dok?"


Dokter menganggukkan kepalanya. "Ini adalah langkah terakhir yang dapat kita lakukan, karna pemberian obat obatan dan metode lainnya sudah tidak efektif untuk mengatasi masalah pada jantung Nona Anindira." jelas dokter tersebut.


"Kalau begitu tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya. Saya juga akan membantu untuk mencari pendonor yang cocok untuk istri saya," ucap Arga.


"Kalau bisa untuk saat ini kurangi aktivitas aktivitas yang dapat memicu terjadinya kerusakan yang semakin parah pada jantung istri anda sampai kami dapat menemukan donor jantung." ucap dokter mengingatkan Arga.


Setelah dokter menjelaskan semuanya Arga pun beranjak dari ruangan dokter tersebut dan kembali ke ruangan tempat Dira sedang melakukan pemeriksaan.


"Mas kita udah boleh pulang kan?" tanya Dira begitu Arga masuk.


Arga mendekat ke ranjang Dira dan mengelus kepala Dira dengan sayang. "Kata dokter kamu harus di rawat inap untuk memulihkan kondisi tubuh kamu, kita baru bisa pulang besok, gak papa kan? ucap Arga lembut. Dira tidak lagi ingin membantah ucapan suaminya, ia pun menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Arga.


Arga mencium kening Dira dan memeluk tubuh Dira yang duduk di ranjang pasien.


"Bagaimana pun caranya kamu harus sembuh, aku tidak akan membiarkan kamu pergi meninggalkan ku," batin Arga sambil mendekap tubuh sang istri.


"Mas terimakasih," ucap Dira tiba tiba.


Arga mengerutkan alisnya mendengar ucapan Dira.


"Terimakasih karna kamu sudah menolongku tepat waktu, kalau tidak pasti saat ini–" Dira tidak sanggup melanjutkan kata katanya, ia tidak bisa bayangkan seandainya suaminya tidak cepat menemukannya, mungkin sekarang ia sudah hancur karna perbuatan bejat Reno.


Arga kembali memeluk Dira yang kembali terlihat ketakutan. "Kamu tidak perlu berterimakasih, karna itu adalah tugas aku sebagai seorang suami untuk selalu melindungi dan menjaga istriku, maaf karna aku datang terlambat," ucap Arga sambil memeluk Dira.


"Aku takut Mas, aku gak bisa bayangin seandainya tadi Mas tidak datang," ucap Dira. Arga dapat merasakan pelukan Dira yang semakin erat pada tubuhnya.

__ADS_1


Arga melepaskan pelukannya dan menatap wajah Dira yang terlihat sembab. "Sekarang semuanya sudah baik baik saja, kamu tidak perlu takut ada aku di sini, aku pasti akan memberikan pelajaran pada laki laki brengsek itu," ucap Arga sambil mengusap wajah Dira.


"Terimakasih Mas sudah selalu melindungi ku," ucap Dira lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Arga, yang langsung dibalas oleh suaminya itu.


Mereka asik berciuman di ruang rawat tersebut, tanpa menyadari di sana masih ada dua makhluk kasat mata yang sejak tadi hanya diam saja menyaksikan perbuatan mereka. Arka pun dengan cepat menutup mata Mita, ia tidak ingin mata calon istrinya ternodai oleh kelakuan sepasang suami istri yang suka seenaknya saja bermesraan tanpa melihat tempat.


Uhuk! Uhuk!


Sampai akhirnya suara Arka yang pura pura batuk menyadarkan mereka. Arga langsung melepaskan tautan bibir mereka sementara Dira menelusupkan wajahnya pada dada bidang Arga saking malunya pada Mita dan Arka. Lagi lagi mereka lupa sedang berada di mana, apalagi tadi ia sendiri yang terlebih dahulu berinisiatif mencium Arga.


"Seharunya kalian bisa bersabar setidaknya sampai kita keluar dari sini," ucap Arka.


"Maaf, siapa suruh Lo gak langsung keluar," ucap Arga dengan ekspresi cueknya tanpa ada rasa bersalah.


"Lain kali kalau mau lakuin itu lihat lihat dulu, kan kasian kalau orang yang liat jomblo kayak kita berdua." ucap Arka masih menutup mata Mita dengan tangannya.


"Ar Lo mau sampai kapan nutupin mata gue?" tanya Mita.


"Eh sorry gue sampai lupa," ucap Arka lalu menurunkan tangannya yang menutupi mata Mita.


"Belum saatnya kamu melihat hal itu, besok kalau kita udah nikah kita bisa langsung praktikan langsung, bahkan lebih dari itu. Kalau kamu terlalu penasaran kita bisa langsung menikah malam ini," ucap Arka yang langsung mendapatkan cubitan dari Mita.


"Dasar mesum," ucap Mita dengan ekspresi kesalnya.


"I love you," ucap Arka tidak nyambung.


Mita tidak menanggapi ucapan Arka dan mendekat ke ranjang Dira. "Lo udah gak papa kan Dir? ..." tanya Mita pada Dira.


"Iya Mit gue sekarang udah baik baik aja, makasih udah udah datang buat nolongin gue," ucap Dira.


"Sama sama Dir ... ."


"Kalau gitu gue balik dulu ya Dir, biar Lo bisa cepat istirahatnya," pamit Mita pada Dira.


"Iya gue juga, sekalian gue mau anterin dedek kesayangan gue, Ga gue pakai mobil Lo dulu ya, soalnya mobil gue kan masih di kampus." izin Arka.

__ADS_1


"Iya pakek aja," jawab Arga. "Makasih Ka, dan maaf kalau tadi gue terus marah marah sama Lo," ucap Arga tiba tiba.


"Iya Lo kayak sama siapa aja Ga, soal tadi Lo tenang aja gue mah udah biasa kena semprot Lo," ucap Arka langsung pergi sebelum Arga berubah pikiran dan kembali murka padanya.


Arga hanya tersenyum tanpa menanggapi ucapan sahabatnya. Ia mendekat ke arah sang istri dan membantunya berbaring untuk mendapatkan posisi yang nyaman.


"Istirahatlah, aku harus menghubungi seseorang dulu," ucap Arga lalu keluar setelah Dira menganggukkan kepalanya.


******


Mita tanpa sengaja melihat Elena yang baru saja keluar dari ruang khusus untuk memeriksakan kehamilan.


"Loh itu bukannya si Elena? Dia habis ngapain di ruangan dokter kandungan?" tanya Mita pada Arka yang berjalan di sampingnya.


"Udah biarin aja, mungkin aja dia hamil," ucap Arka asal.


Plak!


Mita memukul bahu Arka yang omongannya suka asal ceplos. "Hati hati kalau ngomong, kalau ada yang dengar gimana? Bisa jadi fitnah Ar ..." ucap Mita memperingati Arka.


"Iya maaf ..." ucap Arka cengengesan. "Tapi itu bisa aja terjadi kan Mit, secara si Elena– ya kamu tau sendiri lah ..." ucap Arka dengan mode julid nya.


"Astaga Arka mulut Lo," ucap Mita sambil mengarahkan tangannya ke mulut Arka seperti akan mencubitnya.


"He, sorry Mit ..." ucap Arka sambil menutup mulutnya.


"Makanya lain kali itu mulut di jaga," ucap Mita kembali.


"Kamu tenang aja mulut aku selalu aku jaga buat kamu seorang," jawab Arka yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Mita.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa like👍🏻


Komen

__ADS_1


Favorit and Vote😉


__ADS_2