Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 108 : Wanita penggoda


__ADS_3

Arga langsung pulang ke rumah setelah menemui kedua sahabatnya, hari ini ia akan mengerjakan pekerjaan kantor dari rumah, ia sudah menyuruh sekretarisnya untuk mengantar semua pekerjaannya ke rumahnya.


Arga pun langsung saja menuju kearah dapur untuk mencari keberadaan Dira di sana, karna ia mencium aroma masakan yang membuat perutnya langsung keroncongan, dan benar saja ia mendapati Dira sedang fokus dengan masakannya.


"Sayang kamu lagi masak apa?" tanya Arga manja sambil memeluk Dira dari belakang.


"Astaga Mas kamu buat aku kaget aja," ucap Dira yang terkejut karna Arga yang tiba tiba memeluknya.


"Kenapa kamu yang masak sayang? bibi ke mana?" tanya Arga yang tidak melihat keberadaan ART nya.


"Oh bik Imah lagi ke supermarket, soalnya ada beberapa stok makanan yang sudah habis, kalau aku yang pergi kamu pasti gak bakalan izinin," ucap Dira.


"Keliatannya enak banget sayang, aku jadi makin laper liatnya," ucap Arga.


"Iya enak sih enak Mas, tapi ini tangan kamu bisa di pindahkan dulu gak, kalau kayak gini aku jadi gak bebas gerak Mas, kamu mah emang suka banget gangguin aku lagi masak," gerutu Dira sambil melepaskan tangan Arga yang memeluknya.


"Tapi aku masih kangen sayang ..." ucap Arga kembali memeluk Dira.


"Lepasin atau tangan kamu yang aku goreng," ancam Dira dengan suara dingin.


Arga yang menyadari suara dingin Dira akhirnya mengalah dan langsung melepaskan pelukannya, sebelum Dira benar benar menjadikan tangannya sebagai pengganti ayam Krispy.


"Ngomong ngomong Mas hari ini gak ke kantor?" tanya Dira, karna Arga pulang begitu cepat.


"Iya sayang aku langsung pulang setelah bertemu Arka dan Ivan, untuk hari ini aku akan bekerja dari rumah, lagian aku juga masih ingin menghabiskan waktu untuk berduaan sama kamu," ucap Arga sambil mengedipkan matanya ke Dira.


Dira hanya geleng geleng kepala mendengar ucapan Arga, bagaimana bisa mereka akan menghabiskan waktu berdua saat Arga akan bekerja, karna ia tau seperti apa Arga kalau sudah berhadapan dengan berkas berkas itu.


Tidak lama setelah itu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu datang dan memberitahukan kalau di depan ada seorang wanita yang mencari Arga.


"Maaf Tuan di depan ada seorang wanita yang mengaku sebagai sekretaris Tuan." ucap bik Imah memberitahukan pada Arga dan Dira.

__ADS_1


"Oh iya bik kalau gitu langsung suruh masuk aja orangnya," ucap Dira.


"Baik Non." bik Imah pun menaruh barang belanjaannya dan langsung melakukan apa yang di pinta Dira.


"Ya udah sana temuin dulu tamunya, aku mau selesain masakan aku dulu," ucap Dira.


"Maaf tamunya sudah menunggu di ruang tamu," ucap bik Imah.


Arga pun langsung beranjak ke ruang tamu untuk menemui sekretarisnya itu.


"Bik sekretarisnya mas Arga cantik gak?" tanya Dira pada bik Imah.


"Mmm ... lumayan sih Non, tapi masih tetap cantikan Non Dira kok," jawab bik Imah. "Oh iya Non kalau orang jadi sekretaris itu harus berpenampilan seksi ya?" tanya bik Imah tiba tiba.


"Maksudnya?" tanya Dira mengerutkan alisnya.


"Iya Non sekretaris tuan sangat seksi," bisik bik Yanti.


Dira membulatkan matanya saat melihat penampilan sekretaris itu, yang terlalu terbuka dengan rok span pendek dan kemeja yang terlihat sangat ketat dan kancing yang sepertinya sengaja dibuka, bahkan dua bulatan besar itu sampai terlihat seperti akan menyembul keluar dari tempatnya. Terlihat jelas dari gerak geriknya kalau wanita itu memiliki ketertarikan pada suaminya.


"Wah ... dia itu sekretaris atau seorang wanita penggoda? Kenapa bajunya kecil sekali, apa ia begitu miskin sampai tidak mampu membeli baju dan malah menggunakan baju kekecilan itu?" gerutu Dira yang gemas melihat penampilan wanita itu.


"Yang modelan kayak gini nih yang harus segera dibasmi, sebelum hamanya tersebar ke mana-mana," gumam Dira lalu mendekat ke ruang tamu dan langsung duduk di samping Arga setelah meletakkan minuman di atas meja.


"Silahkan di minum Mbak," ucap Dira mempersilahkan sang sekretaris.


"Iya terimakasih ... ."


"Sayang kamu kok lama benget sih ..." ucap Dira tiba tiba merangkul lengan Arga dengan manja.


Hal itu membuat Arga melongo, karna tidak biasanya Dira bertingkah manja di hadapan orang lain seperti ini.

__ADS_1


"Iya sayang sebentar aku cuma tandatangani beberapa berkas saja, ini juga udah mau selesai," ucap Arga sambil mengelus kepala Dira.


"Ya udah kalau gitu aku tungguin sampai kamu selesai," ucap Dira.


"Ini semuanya sudah di tandatangani, jika sudah tidak ada lagi sekarang kamu sudah bisa pergi," ucap Arga datar.


"Baik pak," ucap wanita itu dengan perasaan dongkol dan beranjak dari rumah Arga. Niat hati ingin mendekati Arga tapi semua itu malah gagal sebelum ia memulai.


"Sial ternyata pak Arga sudah menikah," gumamnya setelah keluar dari rumah Arga.


Setelah kepergian wanita itu Dira langsung melepaskan rangkulannya pada lengan Arga.


"Sekretaris kamu seksi ya Mas?" tanya Dira dengan nada menyindir.


"Iya," jawab Arga singkat.


"Lebih seksi siapa, aku atau dia?" tanya Dira kembali.


"Dia," jawab Arga apa adanya, tanpa menyadari kalau Dira sudah mengeluarkan tanduk.


"Malam ini kamu tidur di luar!" ucap Dira yang sudah terbakar lalu beranjak meninggalkan Arga ke kamar.


"Loh kok gitu sayang memangnya aku salah apa?" ucap Arga kebingungan dan segera menyusul Dira yang sudah menaiki tangga.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa like👍


Komen


Favorit and Vote😉

__ADS_1


__ADS_2