
"Maaf baby aku terpaksa melakukan hal ini padamu, banyak perempuan di luar sana yang ngantri untuk menjadi wanitaku, tapi hanya kamu satu satunya wanita yang selalu berusaha untuk menolak ku dan lebih memilih Arga." Reno membawa Dira yang sudah lemas dalam pelukannya menuju mobilnya.
"Kalau aku tidak bisa mendapatkan kamu dengan cara yang baik baik, maka aku harus melakukan cara lain untuk membuat kamu menjadi milikku," gumam Reno sambil memasangkan sabuk pengaman pada Dira.
"Setelah ini tidak akan ada yang bisa merebut kamu dari aku Anindira, kita akan pergi jauh dan hidup bahagia," ucap Reno kembali sambil mengelus pipi Dira dan tersenyum penuh kemenangan, ia pun langsung melajukan mobilnya. Ia sangat yakin rencananya kali ini tidak akan gagal.
******
"Dira mana ya? Kok ke toiletnya lama banget?" gumam Mita yang menunggu Dira sambil melihat jam tangan yang ia gunakan, dan ia baru menyadari kalau Dira sudah berada di toilet selama dua puluh menit.
"Jangan jangan Dira kenapa napa lagi di toilet," ucap Mita dengan mata melotot dan ia pun segera berlari menuju toilet untuk mencari Dira dengan perasaan cemas.
"Dira! Dir! Lo masih ada di toilet kan?" teriak Mita sambil memeriksa setiap toilet, tapi ia sama sekali tidak menemukan keberadaan Dira di sana.
"Astaga Dira kemana? Dia gak mungkin di culik kan?" Mita berusaha untuk tidak panik dan langsung menghubungi Arga.
Tut ... tut ... tut ...
"Ayo Arga angkat ..." ucap Dira sambil mondar mandir di depan pintu toilet.
"Ish ... Arga pasti lagi sibuk sekarang," gumam Mita karna Arga tidak menjawab telponnya.
Mita masih terus mencoba untuk menghubungi Arga sampai panggilan yang ke tiga barulah ia mendapatkan jawaban dari Arga.
"Halo Mit, ada apa? Dira baik baik saja kan?" tanya Arga langsung begitu mengangkat telpon dari Mita, karna tidak biasanya sahabat istrinya itu menelponnya, apalagi saat melihat riwayat panggilan tidak terjawab dari Mita sebanyak dua kali.
"Ga Dira hilang," jawab Mita tanpa basa basi.
Setelah mengatakan hal itu sambungan telpon pun langsung terputus, karna Arga yang memutuskan sambungan telponnya dan bergegas meninggalkan kantor setelah mendengar ucapan Mita tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Mita juga memeriksa tas milik Dira, dan ternyata Dira tidak membawa ponselnya.
__ADS_1
"Dir, Lo ke mana sih? ..." gumam Mita panik.
"Semoga Lo baik baik saja Dir ... ."
Mita pun keluar dari toilet, siapa tau ia bisa mendapatkan petunjuk soal keberadaan Dira saat ini dan siapa orang yang telah membawanya pergi.
Baru saja ia hendak beranjak dari sana, matanya tiba tiba tertuju pada sebuah benda yang terheletak di lantai dekat pintu salah satu kamar mandi. Mita mendekat dan memungut sebuah gelang yang terlihat tidak asing.
"Ini gelang siapa? Kok gue kayak pernah liat, tapi di mana?" gumam Mita sambil memperhatikan gelang tersebut dan ia sangat terkejut sambil menutup mulutnya saat menyadari di mana ia pernah melihat gelang yang ada di tangannya saat ini.
"Astaga, bukannya ini adalah gelang yang selalu di pakai oleh Reno sejak dia masih SMA? Gue juga masih melihat dia menggunakannya tadi pagi." gumam Mita semakin panik.
"Apa jangan jangan dia adalah orang yang sudah membawa Dira pergi," gumam Mita lalu keluar dari toilet tersebut.
Mita pun pergi menuju ruang CCTV dan meminta bantuan kepada petugas kemanan untuk mengecek kamera CCTV kampus.
"Pak saya boleh minta bantuan untuk melihat rekaman CCTV di sekitar kampus," ucap Mita.
"Iya pak saya tau, tapi ini menyangkut keselamatan istri dari cucu pemilik kampus ini pak, bapak pasti tau Anindira putri kan? Dia tiba tiba saja menghilang dan saya ingin memastikan apakah dia di culik atau tidak, jadi tolong izinkan saya untuk melihat rekaman CCTV nya." pinta Mita.
Mendengar nama Anindira akhirnya petugas kemanan tersebut memberikan izin pada Mita untuk mengecek rekaman CCTV beberapa menit yang lalu.
Mita terlihat sangat fokus memperhatikan layar komputer yang menunjukkan semua aktivitas orang orang beberapa menit yang lalu dan ia berhasil menemukan orang yang membawa Dira, walaupun orang itu menggunakan topi dan masker untuk menutupi wajahnya tapi ia dapat mengenali bent postur tubuh laki laki yang membawa sahabatnya dan ia semakin yakin kalau orang itu adalah Reno saat melihat mobil yang di gunakan pria asing itu membawa Dira adalah mobil yang biasa digunakan Reno, tidak lupa ia juga mencatat plat mobil yang digunakan orang tersebut.
"Sial, sepertinya laki laki brengsek itu memang telah merencanakan semua ini," batin Dira mengepalkan tangannya.
"Terima kasih pak atas bantuannya," ucap Mita, lalu dengan terburu buru keluar dari ruang CCTV tersebut.
Di lobi kampus Mita bertemu Arga dan juga Arka. Arga berlari kearahnya dengan ekspresi yang terlihat sangat panik.
"Mit gimana Dira?" tanya Arga dengan napas terengah-engah.
__ADS_1
"Maafin gue Ga, ini semua salah gue, seharusnya tadi gue gak biarin Dira sendirian ke toilet," ucap Mita yang mulai terisak, sejak tadi ia berusaha untuk tetap tenang, tapi sekarang ia sudah tidak bisa karna pikiran pikiran buruk tentang sahabatnya terus berseliweran di otaknya, apalagi saat mengingat Reno.
"Ini bukan saatnya kita saling menyalahkan, lebih baik sekarang kita segera cari tau siapa orang yang telah menculik Dira dan kemana ia membawanya. Kita pasti akan menemukan Dira," ucap Arga. Meskipun ia sangat khawatir setengah mati tapi ia tetap berusaha untuk tetap tenang, agar ia bisa tetap berpikir jernih bagaimana cara menemukan Dira.
Arka pun mendekat kearah Mita dan menepuk bahu Mita. "Iya Mit, bener kata Arga lebih baik Lo tenangin diri dulu, kita cari Dira sama sama. Udah jangan nangis Lo gak cocok jadi cewek cengeng," ucap Arka, tapi Mita sama sekali tidak menghiraukan ucapan Arka yang berusaha menghiburnya.
"Oh iya Ga, tadi gue menemukan ini di depan pintu toilet," ucap Mita sambil menyodorkan gelang yang ia temukan di toilet.
"Bukannya ini–"
"Iya itu punya Reno. Gue juga sudah mengecek CCTV kampus dan gue melihat seorang laki laki yang tidak dikenal membawa Dira. Gue yakin orang itu pasti Reno," ucap Mita yakin. Arga pasti sangat mengenal siapa pemilik gelang itu karna gelang tersebut terlihat seperti di desain khusus dan ia sangat yakin kalau Reno adalah dalang di balik hilangnya Dira.
Mita juga menceritakan pada Arga soal Reno yang berusaha untuk mendekati Dira, dan Dira yang terlihat sangat marah pada Reno.
"Ga kita harus segera menemukan Dira sebelum Reno melakukan hal yang lebih nekad pada Dira," ucap Mita.
Arga tidak menjawab ucapan Mita, ia langsung menghubungi seseorang untuk mencari tau kemana arah mobil yang membawa pergi istrinya dan mengirimkan plat mobil yang di tulis Mita.
Tanpa menunggu lama ponsel Arga kembali berdering.
"Ayo kita berangkat," ucap Arga pada Mita dan Arka tanpa menjelaskan kemana mereka akan pergi.
"Kali ini gue gak akan melepaskan Lo, apalagi kalau Lo sampai menyentuh istri gue," batin Arga.
Bersambung . . . . .
Jangan lupa like👍🏻
Komen
Favorit and Vote😉
__ADS_1