
Selama perjalanan menuju villa, Arga tidak henti hentinya mengomeli Arka yang duduk di sampingnya. Arka hanya bisa menghela napas pasrah tanpa menanggapi semprotan emosi Arga yang meluap-luap, dan tetap fokus dengan kemudinya.
Begitu pun dengan Mita ia hanya bisa menggelengkan kepala saat menyaksikan langsung tingkah Arga yang sudah seperti orang kesetanan. Ia berharap semoga sahabatnya baik baik saja.
Setelah mobil yang membawa mereka tiba di depan sebuah villa yang berada di tengah tengah perkebunan, sepertinya itu adalah villa milik keluarga Reno.
Dengan terburu buru Arga keluar dari mobil tanpa menunggu Mita dan Arka. Tanpa menunggu persetujuan dari pemilik tempat itu Arga langsung saja menerobos masuk, ia tidak perduli dengan panggilan dari laki laki paruh baya yang merupakan penjaga villa tersebut.
"Temen Lo bener bener luar biasa Ar," ucap Mita sambil melangkah mengikuti Arga yang sudah menerobos masuk.
"Maafkan teman saya pak, dia terlalu khawatir dengan istrinya," ucap Arka pada laki laki paruh baya yang hendak menghentikan Arga.
"Maksud Tuan gadis yang dibawa Tuan Reno adalah istri dari pria tadi?" tanya penjaga villa.
"Iya benar pak, Reno telah menculik istri teman saya, dan membawanya ke tempat ini," jawab Arka.
"Jadi benar Dira dibawa Reno ke tempat ini Ar?" tanya Mita.
Sebelum Arka menjawab pertanyaan Mita, mereka dikejutkan oleh suara keras yang berasal dari lantai atas, bersamaan dengan suara Arga yang terdengar sangat marah.
Brak!
"Kurang ajar!" tanpa pikir panjang Arga mendobrak pintu kamar tersebut dan benar saja Dira ada di kamar itu dengan posisi Reno masih berada di atasnya.
Arka sudah tidak dapat menahan emosinya dan langsung saja mendekati Reno lalu menariknya dari atas ranjang.
"Si alan! Beraninya Lo nyentuh istri gue! Brengsek!"
Bugh!
Arga memberikan bogemannya pada wajah Reno dengan membabi buta. Kemarahannya sudah tidak terkontrol lagi saat membayangkan laki laki br eng sek itu menyentuh istrinya.
"Mas ..." Panggil Dira lirih sambil memegangi dadanya dan berusaha untuk bangun.
Arka dan Mita berlari ke lantai atas saat mendengar suara keras, dapat mereka pastikan kalau saat ini Arga sedang mengamuk. Benar saja mereka dapat melihat bagaimana Arga memukul Reno tanpa ampun.
__ADS_1
"Dira!" ucap Mita lalu mendekat ke Dira yang terlihat kesakitan. Mita langsung saja mengeluarkan obat dan botol air yang ada di tas Dira dan membantunya bangun kemudian ia segera memberikan obat tersebut pada Dira.
Perlahan napas Dira kembali normal setelah mengkonsumsi obatnya, tatapannya beralih pada suaminya yang masih memukuli Reno.
"Mas Arga ..." panggil Dira tapi Arga tetap tidak bergeming.
Sekuat tenaga Reno berusaha bangkit untuk melawan, tapi kekuatan Arga tidak sepadan dengannya.
"Ga udah, dia bisa mati kalau terus Lo pukuli," ucap Arka berusaha menghentikan Arga yang masih memberikan pukulan bertubi tubi pada Reno.
"Biarin! Laki laki tidak tau malu kayak dia tidak pantas di biarkan di muka bumi ini! Biarin dia ma m pus sekalian!"
"Mas ..." Dira tiba tiba memeluk Arga dari belakang. "Aku gak mau suami aku jadi pembunuh hanya karna aku, biarkan pihak berwajib yang menghukumnya, jangan kotori tangan kamu hanya karna laki laki bre ng sek seperti dia. Mas aku mohon hentikan ..." mohon Dira dengan suara lirih sambil memeluk Arga erat dengan tubuh bergetar karna ketakutan, tapi ia berusaha untuk meredakan emosi suaminya agar berhenti memukuli Reno.
Arga pun melepaskan Reno dari cengkeramannya, dan berbalik menatap sang istri yang terlihat sangat berantakan, hal itu semakin membuat emosinya naik, tapi ia berusaha untuk menahannya. Ia menatap lembut sang istri dan membuka jas yang ia pakai dan memakaikannya pada Dira. Ia dapat melihat gurat ketakutan pada wajah Dira dan hal itu semakin membuatnya merasa bersalah pada sang istri, karna lagi lagi ia gagal dalam menjaganya.
"Maaf kan Mas sayang," ucap Arga lalu ia pun membawa Dira ke dalam pelukannya.
Dira membalas pelukan Arga tidak kalah erat tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia hanya ingin memeluk suaminya untuk mencari ketenangan setelah kejadian buruk yang hampir saja menimpanya beberapa waktu lalu.
"Kamu tidak usah takut sekarang udah ada Mas di sini, maaf karna datang terlambat," ucap Arga sambil mengusap pipi Dira dan merapikan jas yang menutupi tubuh istrinya.
Reno bangkit sambil menyeka darah segar yang keluar dari pinggir bibirnya. Ia sangat benci melihat pemandangan manis di hadapannya. Seharusnya ia yang berada di posisi Arga memeluk dan memberikan perhatian pada gadis pujaannya.
"Lo udah menerobos masuk ke tempat gue. Gue pasti akan tuntut Lo atas kejadian ini, dan membuat Lo membayar atas semua pukulan yang Lo berikan ini," ucap Reno sambil menunjuk Arga.
Arga tersenyum sinis mendengar ucapan Reno. "Sebelum Lo tuntut gue Lo udah keburu mendekam di penjara, karna Lo udah berani bawa pergi istri gue dan berniat melecehkannya." ucap Arga. Ia sama sekali tidak takut dengan ancaman Reno.
"Kalau begitu mari kita buktikan siapa yang akan mendekam di penjara Lo atau gue," ucap Reno menantang Arga.
"Ok, sebaiknya Lo persiapkan diri Lo dari sekarang, sebelum Lo benar benar merasakan tempat itu," balas Arga tidak kalah sinis.
"Gue gak akan mengampuni siapa pun yang berani mengusik keluarga gue, apalagi jika orang yang Lo usik adalah istri gue," ucap Arga sambil menatap Reno tajam.
"Lo terlalu percaya Dira Arga Rahardian kali ini gue yang akan jadi pemenangnya," ucap Reno dengan ekspresi mengejek.
__ADS_1
"Ayo sayang kita pulang," ucap Arga pada Dira tanpa memperdulikan ucapan Reno.
Dira hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Arga pun langsung membawa Dira keluar dari kamar tersebut.
"Ayo Mit," ajak Arka sambil meraih tangan Mita.
"Tunggu dulu Ar," Mita menghentikan langkah Arka dan berbalik menatap Reno.
Bugh!
Mita menendang bawah perut Reno.
"Aw! Kurang ajar! Dasar gadis bar bar!" teriak Reno kesakitan sambil memegangi bagian tubuhnya yang sangat berharga, sebelumnya Dira yang melakukannya tapi efeknya tidak sesakit tendangan Mita.
Mita tersenyum puas melihat Reno kesakitan lalu beranjak dari tempat itu di ikuti oleh Arka yang bergidik ngeri sambil memegangi bawah perutnya.
"Sempat sempatnya dia melakukan hal itu pada Reno, kasian juga tuh anak udah dapat bogeman dari Arga di tambah dengan tendangan maut dari dedek kesayangan aku. Mulai sekarang gue harus lebih hati hati, jangan sampai gue buat dia marah bisa bisa si Juno jadi korban berikutnya." batin Arka yang berjalan di belakang Mita sambil menutupi aset berharganya.
*****
Di dalam mobil Arga sama sekali tidak melepaskan Dira dari pelukannya, ia berkali kali mencium puncak kepala Dira sambil terus mengucapkan kata maaf.
"Apa ada yang sakit? Apa kita ke dokter dulu sebelum pulang ke rumah?" ucap Arga.
Dira tidak menjawab ucapan Arga, ia malah menelusupkan wajahnya ke dalam pelukan Arga.
Sementara kedua orang jomblo yang berada di kursi depan hanya bisa geleng geleng kepala menyaksikan keromantisan sepasang suami istri yang saling berpelukan.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa like👍🏻
Komen
Favorit and Vote😉
__ADS_1