Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 50 : Dendam masa lalu


__ADS_3

Setelah mengunjungi Elena, terlihat Reno sedang menghubungi seseorang melalui sambungan telpon, entah apa yang mereka bicarakan.


Reno melangkah meninggalkan tempat Elena di tahan, sebelum melajukan mobilnya ia menatap kearah kantor polisi tersebut.


"Aku akan memanfaatkan wanita itu untuk membalas mu Arga Rahardian," ucap Reno sambil mengepalkan tangannya. Ia masih menyimpan dendam dengan kejadian beberapa tahun yang lalu.


~Flashback On.~


SMA gemilang.


Pagi pagi sekali Reno sudah berada di depan gerbang sekolah tempat gadis incarannya bersekolah. Setelah menunggu selama setengah jam akhirnya orang yang ia tunggu tunggu datang juga.


Terlihat Dira turun dari taksi dengan senyum cerianya, sambil menggandeng lengan Mita, entah apa yang sedang di bicarakan kedua gadis itu, tapi fokus Reno hanya pada wajah manis Dira.


Ya, jadi gadis yang menjadi incaran Reno selama ini adalah Anindira siswa dari SMA gemilang, salah satu sekolah yang menjadi saingan dari SMA tempat dirinya belajar.


Ia sudah tertarik dengan Dira sejak pertama kali ia melihat Dira saat diacara pertandingan basket antar sekolahnya dengan sekolah Dira. Ia yang sedang terburu buru tanpa sengaja menabrak Dira, dan sejak hari itu ia selalu berusaha untuk mendekati Dira, dan ia berencana untuk menjadikannya pacar.


Reno yang merupakan salah satu siswa populer di sekolahnya merupakan seorang Playboy yang selalu bergonta ganti pacar, karna keahliannya dalam merayu wanita, selain itu ia juga memiliki wajah yang lumayan tampan walaupun masih kalah dengan Arga, karna dua hal itulah yang membuatnya dengan mudah mendapatkan gadis yang ia inginkan, tapi tidak dengan Dira. Targetnya kali ini sangat sulit untuk didekati, ia sampai rela setiap pagi menunggu Dira di depan gerbang sekolahnya hanya untuk sekedar menyapanya kadang kadang ia akan memberikan Dira sebuah hadiah kecil seperti coklat ataupun bunga, tapi Dira tetap terlihat biasa saja tidak ada tanda tanda jika Dira tertarik padanya, bahkan Dira terkesan seperti berusaha menghindarinya.


"Hai," sapa Reno mendekat kearah Dira sambil tersenyum manis, yang menambah kadar ketampanannya, tapi Dira sama sekali tidak tertarik dengan hal itu, karna hatinya sudah terpaut pada satu orang yaitu Arga.


"Dia lagi?" batin Dira.


Dira yang baru saja tiba di sekolah bersama Mita hanya bisa menghela napas saat melihat laki laki yang sudah beberapa hari ini terus menggangunya.


"Ck, dia lagi ternyata dia masih belum menyerah untuk mendekati Lo Dir," bisik Mita di samping Dira.


"Hai," sapa Dira tanpa menghiraukan ucapan Mita.


"Ini untuk kamu," ucap Reno sambil menyodorkan setangkai bunga pada Dira.


"Kenapa kamu selalu memberikanku bunga?" tanya Dira yang dengan ragu ragu menerima bunga dari Reno.


"Karna kamu adalah gadis yang aku sukai, bunga cantik ini sangat cocok untuk gadis cantik seperti mu," ucap Reno mengeluarkan kata kata manisnya.


Dira bukannya terkesan dengan kata kata manis yang dilontarkan Reno, ia malah merasa risih dengan sikap laki laki itu, apalagi saat melihat tatapan Reno yang terus menatap tubuhnya dengan tatapan mesumnya.


"Terimakasih, tapi lain kali kamu tidak perlu melakukan hal seperti ini lagi," ucap Dira dengan hati hati agar Reno tidak tersinggung dengan ucapannya.


"Aku tidak akan berhenti melakukannya sampai kamu mau menjadi kekasihku," ucap Reno, ia tetap tidak peduli dengan penolakan Dira yang sudah kesekian kalinya menyuruhnya berhenti mendekati Dira.


"Bukankah aku sudah mengatakannya padamu kalau aku tidak ingin pacaran," ujar Dira kembali.


"Aku tau kamu hanya sedang jual mahal saja dan aku suka itu, jadi aku akan terus melakukan hal ini padamu baby," ucap Reno tersenyum manis kearah Dira.

__ADS_1


"Dasar pemaksa, apa kamu tidak punya malu? Sudah berkali kali di tolak tapi masih saja nyosor," ucap Mita yang sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan buaya darat di hadapannya ini.


"Lo nggak usah ikut campur, urusan gue adalah dengan teman Lo bukan dengan gadis bar bar seperti Lo."


Mita sudah mengangkat tangannya yang sudah dari tadi ia kepal hendak memukul wajah Reno, tapi Dira segera menahan tangan Mita dan membiarkan Reno pergi dari sana.


"Kenapa Lo halangi gue sih Dir ..." gerutu Mita melepaskan tangannya yang di pegang Dira.


"Udah biarin aja, jangan sampai Lo masuk ruang BK lagi gara gara mukulin anak orang," ucap Dira setelah kepergian Reno, dan mereka pun segera beranjak menuju kelas, karna sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.


Beberapa hari kemudian.


Di sekolah Reno.


Hari ini tepat dimana diadakannya pertandingan sepak bola antar dua sekolah yang diadakan di sekolah Reno.


Sebelum pertandingan dimulai Reno yang ingin menghampiri Dira tanpa sengaja mendengarkan obrolan Dira dan Mita.


"Cie yang semangat banget buat nonton pertandingan pujaan hatinya," ucap Mita menggoda sahabatnya yang tersipu malu.


"Apaan sih Mit, gak usah mulai deh," ucap Dira dengan ekspresi kesalnya.


"Dir Lo gak ada niatan gitu buat nyatain perasaan Lo sama Arga? Siapa tau kan dia mau sama Lo," ucap Mita kembali menggoda Dira.


"Lagian siapa juga yang bakalan nyatain perasaan, gue bakalan simpan rasa suka gue ke Arga selamanya, cukup gue mencintai dia dalam diam," ujar Dira setelah melepaskan tangannya dari mulut Mita, kemudian ia mengajak Mita untuk kembali ke tempat pertandingan.


Sementara Reno yang sejak tadi mendengarkan semua yang dikatakan Dira hanya bisa mengepalkan tangannya.


"Jadi itu alasan Lo gak bisa terima gue jadi pacar Lo Dir," gumam Reno dengan wajah memerah menahan emosi, karna lagi lagi ia kalah saing dengan Arga.


Pertandingan akan segera dimulai. Semua gadis yang datang ke pertandingan berteriak histeris saat melihat kedatangan Arga sambil menyebut namanya.


Hal itu semakin membuat Reno emosi, apalagi saat ia melihat Dira yang terus menatap Arga dengan tatapan penuh kekaguman.


Pertandingan antara tim Reno dan Arga berlangsung dengan sangat sengit yang semakin membuat suasana riuh, sampai akhirnya tim Arga menjadi pemenang di pertandingan ini.


Setelah pertandingan selesai semua siswa beranjak meninggalkan arena pertandingan.


"Mit gue ke toilet dulu ya," ucap Dira saat mereka hendak pulang.


"Gue temenin?" tanya Mita.


"Nggak usah gue bisa sendiri," jawab Dira dan ia pun segera beranjak menuju toilet, tapi belum sempat ia membuka pintu toilet seseorang tiba tiba menariknya masuk ke dalam toilet.


Dira sangat terkejut saat melihat orang yang menariknya adalah Reno. "Reno! kenapa kamu ada di toilet cewek?" tanya Dira panik.

__ADS_1


"Tentu saja untuk menemui mu baby," ucap Reno dengan seringai mesumnya sambil terus mendekati Dira.


"Cepat keluar! Kamu bisa menemui ku nanti setelah aku keluar," ucap Dira berusaha tenang.


"Aku akan keluar setelah memberikanmu sebuah kenikmatan yang belum pernah kamu rasakan," ucap Reno menarik tengkuk Dira dan menciumnya dengan paksa.


Dira berusaha mendorong tubuh Reno, dan menendang keras tulang kering Reno yang membuat laki laki itu melepaskan ciumannya dari bibir Dira.


"Dasar breng_sek!" maki Dira sambil mengusap bibirnya. Ia merasa jijik dengan dirinya sendiri.


"Wah kamu ternyata galak juga baby membuatku semakin tertantang untuk menikmati tubuh indah mu," ucap Reno kembali mendekat kearah Dira.


"Lepasin gue! Jangan kurang ajar Reno!" teriak Dira berusaha menghindar dari Reno yang hendak membuka paksa bajunya.


"Patuh lah, jangan sampai aku berlaku kasar padamu baby," ucap Reno sambil menciumi leher putih Dira, menghirup aroma harum dari tubuh Dira.


"Lepasin," lirih Dira yang sudah gemetaran karna ketakutan dengan sikap Reno yang sudah tidak terkontrol.


Bruk!


Seseorang tiba tiba mendobrak pintu toilet tersebut, dan disaat yang bersamaan Dira pun jatuh tidak sadarkan diri.


"Kurang ajar!" Arga langsung saja memberikan bogemannya pada wajah Reno tanpa ampun, ia baru berhenti setelah suara Rangga menghentikannya.


"Hentikan Arga! kamu bisa membunuhnya, sebaiknya kamu bawa Dira biar aku yang mengurusnya." Rangga mengingatkan Arga.


Arga melepaskan cekalannya pada kerah Reno, ia segera membawa Dira ke dalam gendongannya dan membawanya pergi dari tempat itu, untung saja Rangga yang ia suruh untuk selalu mengawasi Dira segera menghubunginya saat melihat ada gelagat yang tidak beres dengan Reno.


"Awas saja gue akan membuat Lo menyesali perbuatan Lo saat ini," ancam Arga sebelum beranjak dari sana.


Sejak kejadian itu hidup Reno sangat kacau, Arga membuatnya di keluarkan dari sekolah secara tidak hormat, tidak ada satu pun sekolah yang mau menerimanya, orang tuanya sangat marah dengan hal itu dan menganggap Reno sebagai anak yang tidak berguna, dan selalu membanding-bandingkannya dengan anak rekan bisnis papanya, yaitu Arga. Hal itu semakin menambah kebencian Reno pada Arga dan berjanji suatu saat nanti ia pasti akan membalas Arga.


~Flashback Of~


Reno mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras setiap kali mengingat kejadian beberapa tahun lalu, apalagi saat ia mengetahui kalau Dira dan Arga telah menikah.


"Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan kembali wanita yang kau ambil dariku, bagaimana pun caranya Dira harus menjadi milikku," ujar Reno dengan senyum yang sulit diartikan. Kemudian ia pun melajukan mobilnya meninggalkan kantor polisi.


Bersambung . . . . . . .


Jangan lupa like


Komen


Favorit and Vote😉

__ADS_1


__ADS_2