Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 42 : Pasangan bucin


__ADS_3

Berbeda halnya dengan Mita yang sedang galau memikirkan perasaannya pada sang sahabat, sepasang manusia yang sedang dimabuk cinta ini baru saja selesai dengan ritual malamnya siapa lagi kalau bukan Arga dan Dira.


Arga terus menciumi wajah Dira dan tak henti hentinya mengucapkan kata cinta untuk istrinya itu.


"Mas berhenti menciumi ku, biarkan aku tidur jangan terus menggangguku," protes Dira yang tidurnya terus diganggu oleh suami tampannya itu.


"Baiklah, sekarang tidurlah istriku tersayang," ucap Arga mencium kening Dira kembali sebelum melanjutkan tidur mereka.


*****


Pagi pagi sekali Dira dan Arga sudah rapi, dan mereka sudah siap untuk berangkat ke kampus.


Di perjalanan Arga menanya kan apa rencana Dira setelah lulus kuliah. "Oh iya sayang setelah wisuda rencananya kamu mau kerja atau di rumah aja?" tanya Arga ingin tahu.


"Aku masih belum tau Mas, emangnya kamu bolehin aku buat kerja?"


"Boleh boleh saja asal kamu bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan suami, aku gak mau gara gara kamu terlalu sibuk bekerja aku malah di anggurin," ucap Arga.


"Gimana kalau aku memilih diam di rumah aja Mas, santai santai tinggal terima gaji dari suami," ucap Dira dengan ekspresi bercanda.


"Wah sepertinya itu ide bagus sayang, sebaiknya kamu gak usah kerja biar aku aja yang kerja atau gimana kalau kamu jadi sekretaris aku aja sayang jadi aku bisa terus deket deket kamu," ucap Arga.


"Ih aku lebih baik gak usah kerja deh mas daripada jadi sekretaris dari bos mesum kayak kamu, bisa bisa kamu bukannya kerja tapi malah macem macemin aku di kantor," ucap Dira ikut menimpali ucapan Arga.


"Dasar, masak suami sendiri dikatain bos mesum," ucap Arga.


Mereka pun tertawa bersama selama perjalanan menuju kampus.


Beberapa menit kemudian Arga dan Dira telah sampai di kampus.


"Wih pasangan bucin akhirnya sampai juga," ucap Arka menyambut kedatangan Arga dan Dira.


"Kayak Lo gak bucin aja Ar," ucap Ivan.


"Udah bucin di tolak terus lagi," Dira ikut menimpali ucapan Ivan untuk Arka.


"Udah ditolak punya saingan lagi," Arga pun ikut mengolok olok Arka.


"Wah kalian bener bener parah, bukannya kasih semangat buat gue sebagai sahabat tapi kalian malah menjatuhkan mental gue sebelum maju ke medan perang," ucap Arka dengan ekspresi sok sedihnya.


Tidak lama setelah itu Mita pun datang bersama dengan Vino.


"Loh kok Lo bisa sama Devi?" tanya Dira yang melihat Mita datang bersama Vino.


"Gue tadi ketemu dia diparkiran, katanya sih ingin melihat suasana baru," jawab Mita.

__ADS_1


"Dev Lo gak ada maksud tersembunyi kan datang ke kampus kita?" tanya Dira dengan tatapan curiga karena melihat Vino seperti mencari seseorang.


"Iya Dev, Lo beneran gak ada maksud lain kan?" ucap Mita yang setuju dengan Dira.


"Gak ada,"


"Yakin," ucap Dira dan Mita bersamaan.


"Wah, gue emang selalu kalah dari kalian berdua, oke gue bakalan jujur," ucap Vino menjeda ucapannya melihat tatapan kedua sahabatnya.


Sementara Arga dan kedua sahabatnya hanya menyaksikan saja drama di depannya itu.


"Iya, gue bakalan jujur gak usah ngeliatin gue kayak gitu, jadi sebenarnya gue naksir salah satu mahasiswa di kampus ini, makanya gue datang ke sini buat temui dia," ucap Vino jujur.


"What! Lo serius, anak apa Dev?" tanya Dira kaget.


"Anak manusia lah! Lo pikir gue naksir sama anak jenglot," ucap Vino.


"Ishh maksud gue dia jurusan apa, semester berapa?"


"Katanya sih satu kelas sama kalian berdua, namanya Tiara."


"Tiara! Lo sejak kapan kenal dia?"


"Wah parah diam diam ternyata Lo punya mangsa baru di kampus ini Dev."


"Mangsa, Lo pikir gue predator." protes Vino.


Sementara Mita yang mendengar semua yang diucapkan Vino merasakan hatinya seperti diremas, tapi ia berusaha untuk terlihat biasa saja.


Arka langsung menyadari ekspresi kecewa Mita, sepertinya dugaannya benar jika Mita mempunyai perasaan pada sahabatnya itu.


"Udah ayok mending sekarang kita bersiap siap untuk bimbingannya," ucap Arka mengalihkan situasi.


Bimbingan skripsi Dira dan Mita berjalan dengan lancar, Dira keluar dari ruang dosennya dengan tersenyum puas, begitupun dengan yang lainnya, sepertinya mereka berhasil mendapatkan hasil yang memuaskan.


Sementara Vino terlihat masih mencari cari seseorang, sampai akhirnya Tiara ke luar dari kelasnya. "Tiara!" panggil Vino.


"Vino," ucap gadis bernama Tiara dengan ekspresi terkejut, ia tidak menyangka Vino benar benar datang menemuinya.


"Hai, apa kabar?" ucap Vino kaku.


"Hai Vin, ternyata kamu beneran datang ke kampus," ucap Tiara yang juga malu malu.


"Kamu masih ada kesibukan gak?" tanya Vino basa basi.

__ADS_1


"Kebetulan hari ini aku sedang senggang, emangnya kenapa?"


"Oh iya berhubung aku juga lagi senggang gimana kalau hari kita makan siang bareng biar aku yang traktir sekalian ada yang mau aku omongin ke kamu," ajak Vino.


"Boleh," ucap Tiara menyetujui ajakan Vino.


Dira dan Mita hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Vino yang terlihat malu malu.


"Kalian beneran gak mau ikut?" tanya Vino pada teman temannya yang dijawab anggukan oleh mereka.


"Ya udah kalok gitu kita duluan," ucap Vino.


"Doain gue ya bro semoga gue gak ditolak," bisik Vino sebelum beranjak meninggalkan teman temannya.


Mita hanya tersenyum melihat kepergian Vino dan Tiara, ia merasakan jantungnya seperti ditusuk ribuan jarum mendapati kenyataan kalau ternyata orang yang ia sukai akan menyatakan cinta kepada orang lain, dan itu artinya ia sudah tidak memiliki harapan lagi, cintanya sudah berakhir sampai disini.


"Mit Lo baik baik aja?" tanya Dira yang melihat ekspresi kecewa terlihat diwajah Mita.


"Ha, tentu saja gue baik baik aja," ucap Mita berusaha tersenyum untuk menyembunyikan luka hatinya.


"Lo gak bohongkan?" tanya Dira tidak percaya.


"Iya, emangnya apa yang akan membuat gue tidak baik baik aja, Lo kayak gak tau gue aja," ucap Mita tetap tersenyum.


"Karena gue tau Lo Mit, makanya gue gak percaya kalau Lo baik baik aja," ucap Dira.


"Ishh Dira ... gue beneran baik baik aja kok, ya udah gue duluan ya, soalnya gue ada janji sama orang tua gue buat makan siang," ucap Mita beralasan dan segera beranjak dari hadapan Dira sebelum sahabatnya itu semakin curiga.


"Gue juga duluan ya bro," ucap Arka yang ikutan pergi.


"Si Arka mau kemana kok buru buru amat?" tanya Ivan.


"Mungkin dia ada urusan, ya udah yuk mending kita juga cabut aja," ucap Arga.


"Gue yakin Lo pasti nyembunyiin sesuatu dari gue Mit," batin Dira.


Bersambung . . . . . .


JANGAN LUPA DI LIKE๐Ÿ‘๐Ÿป


Komen dan favorit juga ya๐Ÿ˜‰


Mampir juga kesini yuk๐Ÿ˜‰


__ADS_1


__ADS_2