
Esok harinya.
Dira sudah kembali ke aktivitasnya seperti biasa, dari menyiapkan pakaian Arga sampai menyiapkan menu sarapan walaupun untuk urusan dapur ada bik Iyem yang membantunya, tapi Dira tetap kekeh untuk menyiapkan sendiri semua kebutuhan suaminya seperti biasa.
"Sini sekarang giliran Mas yang melayani istri cantikku ini," ucap Arga menarik kursi untuk Dira dan mendudukkannya. Arga mengambil piring kosong dan mengisinya dengan nasi merah dan sayur sayuran hijau menu khusus untuk Dira, serta beberapa menu lainnya yang boleh dikonsumsi oleh Dira, karna sebelumnya Arga sudah menanyakan pada dokter apa saja makanan yang boleh dan tidak boleh di konsumsi oleh penderita penyakit jantung, dan sejak saat itu Arga begitu overprotektif dalam hal apa yang akan di makan sang istri.
"Ini sayang kamu harus makan yang banyak," ucap Arga menyodorkan nasi yang sudah terisi dengan nasi dan lauk pauknya.
"Makasih Mas ... seharusnya kan aku yang menyiapkannya untukmu," ucap Dira.
"Kenapa harus berterima kasih sih sayang ... sekali kali seorang suami juga harus melayani istrinya, lagi pula bukannya kamu udah menyiapkan semua menu ini buat aku, sementara aku cuma memindahkannya untukmu ke piring," ucap Arga sambil mengelus kepala Dira dengan sayang, lalu barulah ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
"Bik jangan lupa siapkan bekal makan siang untuk dibawa istri saya," pinta Arga pada bik Iyem.
"Siap Den kalau gitu saya siapkan dulu," ucap bik Iyem lalu kembali ke belakang untuk menyiapkan kotak bekal untuk istri majikannya.
Mulai sekarang Arga tidak lagi membiarkan Dira untuk jajan di kantin kampus, bahkan sekarang Dira sudah tidak bisa lagi menikmati makanan makanan yang ada di pinggir jalan seperti sebelumnya, apalagi yang sejenis goreng-gorengan dan makanan cepat saji. Tentu saja Dira tidak protes karna ia tau itu untuk kebaikannya dan ia sangat bersyukur memiliki suami yang penuh perhatian seperti Arga.
-
__ADS_1
-
-
Di kampus.
Mita yang baru saja tiba di kampus terus memperhatikan sekitarnya untuk mencari keberadaan Arka yang sudah beberapa hari ini menghilang, bahkan ia sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak karna memikirkan soal laki laki yang selalu membuatnya kesal itu.
"Apa aku benar benar merindukannya?" gumam Mita sambil menggelengkan kepalanya untuk menormalkan pikirannya yang sedang kacau.
Tidak berselang lama Mita melihat mobil Arka yang baru saja tiba di depan kampus. Ia berlari untuk menghampiri Arka, tapi melihat sosok yang keluar dari mobil Arka membuat Mita menghentikan langkahnya.
Mita merasakan jantungnya seperti berhenti berdetak melihat Arka tersenyum manis kepada wanita di sampingnya.
"Siapa wanita itu? Apa dia benar benar sudah memiliki wanita lain?" batin Mita bertanya sendiri. Ia memegangi dadanya, entah kenapa ia merasakan sesak saat melihat kedatangan Arka bersama seorang wanita. Bahkan Arka terlihat begitu perhatian dengan wanita tersebut sampai membukakan pintu mobil segala untuknya.
"Cih, apakah pernyataan cintanya selama ini hanya omong kosong saja? Apa dia hanya ingin mempermainkan perasaanku saja, lalu setelah dia berhasil membuatku jatuh cinta ia akan mencari yang lain, sial bahkan aku mengakui kalau aku sudah menyukai laki laki kurang ajar itu," gumam Mita terlihat sangat kesal bercampur kecewa.
"Hai Ar," sapa Mita yang sudah kepalang tanggung karna Arka keburu mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Hai," jawab Arka datar..
"Dia siapa kak?" tanya wanita yang bersama Arka.
"Dia teman sekelas aku," jawab Arka.
Mita hanya diam saja, ia tidak tau harus bersikap seperti apa saat ini, Arka benar benar terlihat berubah, sudah tidak ada lagi omongan omongan Arka yang membuatnya kesal, malah sikap Arka terkesan cuek padanya.
"Ayok, katanya kamu mau liat liat kampus ini, Mit kita duluan ya, gue mau temenin Nina buat melihat lihat lingkungan kampus dulu," ucap Arka mengajak gadis bernama Nina itu, lalu beranjak meninggalkan Mita yang masih diam mematung.
Mita kembali meremas dadanya. "Kenapa rasanya sakit sekali? Apa aku benar benar telah jatuh cinta padanya? Tapi kenapa harus sekarang, di saat sikap Arka sudah berubah," gumam Mita dengan ekspresi kecewanya menatap kepergian Arka bersama wanita itu.
Bersambung . . . . .
Jangan lupa like👍🏻
Komen
Favorit and vote😉
__ADS_1