
Seperti yang sudah di janjikan oleh Arka, ia benar benar mentraktir teman temannya di sebuah restoran yang cukup terkenal dan tentu saja Ivan dan Arga yang memilih tempat mereka saat ini.
"Modal kencan gue bisa bisa langsung habis cuma buat traktir kalian berdua," gerutu Arka pada kedua sahabatnya.
Ivan yang mendengar ucapan Arka terlihat acuh tak acuh, dan mulai memesan makanan yang ia inginkan.
Sementara Arga masih terus berusaha membujuk Dira agar hukumannya dibatalkan.
"Sayang, kamu pasti cuma bercanda kan soal hukuman itu?" tanya Arga sekali lagi.
"Aku serius Mas, anggap aja itu balasan karna kamu juga pernah melakukan trik itu padaku beberapa bulan yang lalu," jawab Dira.
"Astaga sayang menyimpan dendam itu tidak baik loh, kan aku juga udah minta maaf,"
"Tetap tidak bisa," ucap Dira semakin semangat menggoda Arga.
"Astaga sayang masak kamu tega sih biarin aku tidur sendiri, hukumannya diganti dengan yang lain aja ya ..." bujuk Arga. Kalau ia tau akan berakhir seperti ini ia tidak akan pernah ikut ikutan dengan Ivan buat kasih saran ke Arka.
"Udah urusan rumah tangga kalian di bahasnya nanti aja setelah kalian di rumah, mending sekarang kalian pesan makanan dulu, sekarang saatnya kita menikmati pajak jadian Arka dan Mita," ucap Ivan mengehentikan perdebatan Arga dan Dira.
"Lo mau pesan apa Ga? Atau mau di samain kayak gue sama Ivan?" tanya Arka.
"Samain aja kayak pesanan kalian," ucap Arga pada Ivan.
"Kalok Lo Dir?" tanya Arka kembali.
"Dira gak usah dia udah ada bekal, soalnya Dira gak bisa makan sembarangan menu." jawab Arga sambil mengeluarkan kotak bekal yang sudah ia siapkan untuk Dira.
"Oh gitu," ucap Arka paham.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka telah datang dan mereka pun mulai menikmati makan siang mereka tanpa ada yang bersuara. Di tengah tengah kegiatan makan siang mereka tiba tiba terdengar suara keributan dari salah satu meja pengunjung yang tidak jauh dari meja tempat Dira.
__ADS_1
"Dasar pelayan rendahan beraninya kamu mengotori bajuku!" teriak seorang wanita muda memarahi seorang pelayan restoran tersebut yang ternyata adalah Elena.
"Maaf saya tidak sengaja," ucap Elena pada pelanggan tersebut terdengar tidak tulus.
"Ish,,, sial sepatuku juga ikut kotor, bagaimana bisa restoran ini mempekerjakan seorang pelayan yang tidak bisa apa apa seperti dia?! Apa kamu tau berapa harga baju dan sepatu yang kamu kotori ini? Mungkin gaji mu di restoran ini tidak akan cukup untuk membelinya," ucap pengunjung tersebut terdengar merendahkan Elena sambil membersihkan bajunya yang terkena noda makanan.
Elena mengepalkan tangannya mendengar ucapan merendahkan dari wanita tersebut. Tentu saja Ia tau berapa harga baju dan sepatu mahal tersebut, karena sebelumnya ia juga pernah menggunakan barang barang mahal seperti itu, bahkan ia juga pernah melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan wanita itu padanya saat ini, merendahkan orang lain hanya karna kesalahan kecil.
"Maaf," ucap Elena kembali, karna untuk saat ini ia hanya bisa menerima semua caci maki wanita itu agar ia tidak di pecat.
"Jika kamu ingin aku maafkan cepat bersihkan sepatuku," pinta wanita sombong itu.
"Kurang ajar beraninya ja la ng ini memperlakukanku seperti ini, seandainya aku masih memiliki semuanya aku pasti akan merobek mulutnya." batin Elena sambil berusaha menahan emosinya yang sudah akan meledak.
"Cepat lakukan! Kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu mau aku benar benar melaporkannya pada atasanmu," bentak wanita itu kembali.
Elena yang masih membutuhkan pekerjaannya langsung saja mendudukkan tubuhnya di hadapan wanita yang saat ini sedang berdiri di hadapannya dengan muka angkuhnya.
Tapi baru saja Elena hendak membersihkan sepatu itu dengan menggunakan ujung bajunya, tiba tiba tangan seseorang menghentikannya, dan orang itu adalah Dira.
"Cara anda sudah sangat kelewatan Nona, tidak seharusnya anda memperlakukan seseorang seperti ini hanya karna status sosialnya, bukankah semuanya bisa dibicarakan baik baik," ucap Dira.
"Siapa kamu beraninya ikut campur urusan orang lain," ucap wanita tersebut.
"Apa kamu temannya? Kalau begitu kamu bisa membantunya membayar ganti rugi karna sudah mengotori pakaian ku." ucap wanita langsung.
"Kenapa aku harus mengganti rugi, bukannya kamu sendiri yang membuat pelayan ini menjatuhkan makananmu, bahkan aku juga sempat mem-vidio kan apa yang kamu lakukan tadi, aku tidak tau apa alasanmu melakukan hal itu, yang pastinya perbuatan mu itu salah dan merugikan orang lain," ucap Dira tidak lagi menjaga sikap pada wanita itu.
"Sial bagaimana bisa wanita ini mengetahuinya? Bisa bisa rencana ku untuk mendapatkan uang agar bisa membayar pakaian mahal ini gagal," ucap wanita tersebut dalam hati. Jadi barang barang mewah yang ia gunakan saat ini ia dapatkan secara kredit, karna ia membutuhkan uang untuk melunasinya jadi ia menggunakan trik murahan seperti tadi.
"Kenapa kamu diam saja? Apakah aku perlu meminta pihak restoran ini untuk memeriksa rekaman CCTV?"
__ADS_1
"Sial," ucap wanita itu lalu beranjak meninggalkan restoran tersebut sebelum masalah menjadi bertambah panjang.
"Kamu tidak perlu ikut campur dengan urusanku Anindira, biarkan aku menyelesaikan masalahku sendiri, aku tau kamu pasti sedang menertawakan ku saat ini," ucap Elena setelah kepergian wanita itu.
"Dasar tidak tau diri sudah di tolongin masih saja bersikap arogan," ucap Mita yang sangat kesal melihat Dira malah menolong Elena.
"Udah biarin aja Mit ayo kita selesaikan makan siangnya lalu pulang, atau Lo mau kencan dulu sama Arka," ucap Dira mengalihkan pembicaraan, sementara Arga hanya menyaksikan dari jauh apa yang di lakukan istrinya.
"Kamu memang ahlinya mengalihkan pembicaraan Dir," ucap Mita yang masih saja terlihat kesal.
"Oh iya Elena aku tidak pernah menertawakan siapa pun, dan aku membantumu karna aku memang tidak suka melihat orang lain merendahkan manusi lainnya hanya karna ia lebih kuat atau kaya dan aku melakukan semua itu karna wanita itu juga memang salah, jadi hilangkan pikiran buruk mu itu, karna tidak semua orang memiliki pikiran sepertimu," ucap Dira penuh sindiran lalu kembali ke mejanya.
"Istri gue memang terbaik, dia masih mau membantu orang yang selalu ingin menyakitinya, gimana gue gak tambah cinta sama dia," ucap Arga menatap Dira penuh kagum.
"Dasar bucin," ucap Arka yang melihat tatapan Arga pada Dira.
"Iya Dira memang luar biasa," gumam Ivan ikut menatap Dira kagum.
"Dir Lo gak berniat buat bales semua yang telah dilakukan Elena sama Lo?" tanya Arka begitu Dira sudah duduk di kursinya.
"Ngapain gue harus melakukan sesuatu yang tidak penting, bukankah dia sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya tanpa harus mengotori pikiran dan tangan kita," ucap Dira sambil menatap Elena yang sedang melayani pelanggan restoran. Ia sangat yakin Elena pasti menjalani kehidupan yang sulit sekarang dilihat dari sikapnya pada wanita tadi dan ia rela melakukan pekerjaan sebagai pelayan restoran.
Arga yang mendengar jawaban Dira langsung saja mencium tangan sang istri. "Anindira ku memang yang terbaik," puji Arga sambil tersenyum menatap Dira.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa Like👍🏻
Komen
Favorit and Vote😉
__ADS_1