Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 49 : Tawaran Reno


__ADS_3

Setelah semua urusannya di kampus selesai Arga langsung beranjak untuk mengunjungi cafe miliknya sebentar, baru setalah itu ia akan menemui Rangga untuk meminta tolong mencari tau soal vitamin yang di minum Dira, apakah itu hanya vitamin biasa atau bukan.


"Arga!" panggil Arka menghampiri Arga yang hendak masuk ke mobilnya.


Arga pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke mobilnya dan menatap Arka.


"Lo mau ke cafe, kan?" tanya Arka.


"Iya, kenapa emangnya?"


"Gue ikut sama Lo ya, kan Lo tau mobil gue masih ada di bengkel," ucap Arka meminta tumpangan pada Arga.


"Lo gak balik sama dedek kesayangan Lo?"


Ck, gak usah ngejekin gue deh Ga," ucap Arka, lalu ia pun masuk ke dalam mobil Arga terlebih dahulu.


"Lo seriusan suka sama si Mita Ar? Lo gak cuma mau mempermainkan perasaan anak orang, kan? tanya Arga sambil melajukan mobilnya.


"Kenapa sih pada gak ada yang percaya sama gue," gerutu Arka.


"Kan Lo anaknya emang gak bisa serius Ar, gue cuma gak mau Lo nyakitin dia, Dira pasti bakalan sedih kalau sahabatnya sampai dipermainkan, dan gue gak bakalan biarkan hal itu terjadi."


Arka menghela napas sebelum menjawab ucapan arga. "Perasaan gue benar benar tulus sama Mita Ga, semua yang gue ucapakan pada Mita itu memang tulus dari hati gue, ya walupun cara gue menyampaikannya bercanda, Lo kan tau sendiri gimana sikap Mita sama gue," ucap Arka.


"Baguslah kalau Lo serius, tapi saran gue kalok Lo emang cinta sama dia Lo harus perjuangin dia Ar, jangan sampai kayak gue, seandainya saja gue gak dijodohin mungkin gue akan menyesali semuanya karna terlalu pengecut untuk menyatakan perasaan gue pada Dira," ucap Arga.


"Itu sudah pasti Ga, doain gue ya semoga gue juga bisa berjodoh dengan Mita, biar kayak Lo yang berhasil menikahi teman sekelas Lo, " ucap Arka, yang dijawab anggukan oleh Arga.


"Oh iya ngomong ngomong si Ivan ke mana Ga?" tanya Arka yang baru menyadari kalau Ivan tidak datang ke kampus.


"Ivan katanya ada urusan keluarga makanya gak ke kampus, tapi tadi katanya dia bakalan nyusul ke cafe," ucap Arga.


"Oh ..." ucap Arka.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka telah sampai di cafe milik Arga, dan di sana sudah ada Ivan yang terlebih dahulu sampai di cafe.


"Barusan aja kita omongin, ternyata Lo udah ada di sini aja," ucap Arka begitu masuk ke dalam cafe.

__ADS_1


"Iya, gue langsung ke sini setelah acaranya selesai," ucap Ivan.


"Oh iya Ga, Dira mana? Dia gak ikut lagi?" tanya Ivan yang tidak melihat keberadaan Dira.


"Dira nggak masuk kuliah hari ini, dia sakit," bukannya Arga yang menjawab tapi Arka.


"Ha sakit, Dira sakit apa Ga? Lo udah bawa ke dokter? Terus sekarang kondisinya gimana?" tanya Ivan yang terlihat sangat khawatir.


Arga mengernyitkan alisnya mendengar pertanyaan Ivan soal istrinya.


"Lo kayaknya khawatir banget sama Dira, yang seharusnya khawatir itu gue, karna gue suaminya," ucap Arga kesal, ia tidak suka mendengar pertanyaan Ivan yang terlihat sangat khawatir dengan istrinya.


Ivan pun menyadari ucapannya yang terlalu berlebihan dalam mengkhawatirkan istri dari sahabatnya.


"Maaf Ga, gue gak ada maksud apa apa, gue hanya penasaran dengan keadaan Dira tanpa ada maksud lain," ucap Ivan yang melihat ekspresi tidak suka Arga.


Arka pun yang menyadari ada aroma aroma panas dari ekspresi Arga berusaha untuk mencairkan suasana.


"Astaga Ga masak Lo cemburu sama Ivan, udah gak usah terlalu baperan jadi cowok, Ivan bertanya seperti itu karna dia juga menganggap Dira sebagai sahabatnya, Ivan gak mungkin ngembat istri sahabatnya kalik Ga," ucap Arka panjang lebar, untuk meredakan kekesalan Arga.


Arka benar benar gak habis pikir dengan sahabatnya yang satu ini. Bisa bisanya ia cemburu dengan Ivan.


"Gue hanya gak suka Lo terlalu perhatian sama istri gue," ucap Arga yang kekesalannya sudah mulai mereda.


"Dasar bucin," gumam Arka yang masih bisa di dengar oleh Arga.


"Gue masih mending bucinnya sama istri gue dari pada Lo bucin sama yang belum halal," ucap Arga lalu beranjak meninggalkan kedua sahabatnya.


"Sahabat Lo bener bener bucin tingkat akut Van," ucap Arka yang melihat kepergian Arga.


"Sama kayak Lo," ucap Ivan lalu beranjak menyusul Arga.


"Buset, gue punya sahabat dua duanya sama aja," gumam Arka.


"Sabar Arka, orang sabar jodohnya dekat," ucap Arka asal sambil mengelus dadanya.


*

__ADS_1


*


Sementara di tempat lain. Terlihat seorang laki laki yang datang mengunjungi Elena di kantor polisi.


Elena mengernyitkan alisnya saat melihat orang yang ingin menemuinya, pasalnya ia sama sekali tidak mengenal laki laki itu, tapi karna penasaran ia pun tetap duduk di hadapan orang tersebut.


"Lo siapa?" tanya Elena langsung.


"Kenalin gue Reno," ucap pria itu memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya pada Elena.


"Elena." Ia membalas uluran tangan pria itu. "Apa tujuan Lo datang menemui gue?" tanya Elena penasaran.


"Gue akan membantu Lo keluar dari tempat ini asalkan Lo mu bekerjasama," jawab Reno.


"Maksudnya?" tanya Elena masih belum mengerti.


"Gue tau alasan Lo bisa ada di tempat ini, apa Lo gak ingin membalas perbuatan mereka? Apa Lo akan membiarkan Arga Rahardian hidup bahagia bersama perempuan itu, sementara Lo di sini menderita," ucap pria itu dengan senyum yang sulit dibaca.


"Dari mana Lo tau tentang semua itu?" tanya Elena yang terkejut karna Reno mengetahui soal Arga dan Dira.


"Lo gak perlu tau dari mana gue mendapatkan semua informasi itu, yang perlu Lo lakukan adalah bekerjasama dengan gue untuk menghancurkan mereka, dengan begitu Lo bisa terbebas dari tempat ini," ucap Reno kembali.


"Apa Lo yakin bisa membuat gue keluar dari tempat menjijikkan ini?" tanya Elena.


"Lo tinggal jawab iya maka besok Lo udah bisa terbebas dari tempat ini," jawab Reno.


"Kalau gitu buktikan ucapan Lo itu, baru gue bakalan percaya," ucap Elena lalu beranjak meninggalkan Reno.


"Kalau gue bisa membuat Lo bebas dari tempat ini, Lo harus mengikuti semua yang gue katakan," ucap Reno sebelum Elena benar benar pergi.


"Tentu saja," ucap Elena membalikkan tubuhnya menatap Reno, lalu ia pun melanjutkan langkahnya meninggalkan laki laki asing yang tiba tiba datang menemuinya dan menawarkan kerjasama untuk membalas Arga.


"Kita lihat saja nanti apakah orang itu benar benar mampu mengalahkan Arga," batin Elena yang penasaran dengan kemampuan pria tadi. Ia tau walaupun ia sudah berada di penjara Arga masih tetap mengawasinya, oleh karna itu ia kurang yakin dengan pria bernama Reno itu.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa like👍

__ADS_1


Komen


Favorit and Vote😉


__ADS_2