
Esok harinya.
Pagi pagi sekali Dira dan Arga sudah rapi dengan setelan hitam putih dan almamaternya, karna hari ini sidang skripsi mereka akan dilaksanakan.
"Ini jangan lupa obatnya di minum dulu," seperti biasa Arga memberikan obat untuk Dira.
"Terimakasih suamiku ..." ucap Dira tersenyum manis lalu mencium pipi Arga sebelum meminum obatnya.
"Sayang kamu gak usah terlalu tegang santai saja, aku yakin kamu pasti bisa," ucap Arga menyemangati Dira yang terlihat sedikit gugup.
"Iya Mas, doain ya ... aku juga tadi udah telpon Mama sama Papa buat minta doa supaya sidangnya dilancarkan, kamu juga harus semangat semoga kita bisa sama sama lulus dengan nilai yang memuaskan." ucap Dira yang juga memberikan semangat pada Arga.
"Kalau aku cukup dengan liat senyum kamu doang semangat aku sudah bertambah sayang," ucap Arga sambil tersenyum.
"Ish dasar kang gombal, kamu bukan cuma bertambah mesum, tapi juga semakin ahli menggombal," ucap Dira.
"Itu bukan gombalan sayang, tapi tulus dari hati karna senyummu adalah semangatku," ucap Arga sambil mengedipkan sebelah matanya genit.
"Baiklah kalau begitu mulai sekarang aku akan selalu tersenyum buat kamu, biar kamu selalu semangat setiap saat," ucap Dira yang akhirnya mengalah.
"Bukan hanya senyum sayang tapi–"
"Udah ayo cepat Mas jangan sampai kita telat," ucap Dira memotong ucapan Arga sebelum omongannya semakin tidak terarah ke urusan yang lain.
"Iya sayang, jangan lupa obat sama bekalnya," ucap Arga kembali mengingatkan.
__ADS_1
"Siap suamiku ..." ucap Dira lalu keluar dari kamarnya terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian Arga dan Dira telah sampai di kampus.
Di sana sudah ada Mita dan yang lainnya, bahkan Vino pun ada di sana.
"Akhirnya pasangan bucin datang juga," ucap Vino begitu melihat kedatangan Dira dan Arga yang semakin hari tidak terpisahkan selalu saja menempel.
"Kayak Lo nggak aja Dev, kalau bukan karna Lo lagi bucin Lo juga gak mungkin ada di sini sekarang," sindir Mita.
"Emangnya gue gak boleh ikut? Lagian gue ke sini bukan untuk menyemangati Tiara doang tapi gue juga ingin memberikan semangat buat kedua sahabat gue ini, secara gue kan sahabat yang baik, tidak sombong dan rajin mengaji," ucap Vino mulai mengeluarkan kata kata yang kadang kadang tidak nyambung sambil merangkul Mita sampai wajahnya menempel pada ketiaknya.
"Iya menyemangati sih menyemangati Dev, tapi gak harus nyiumin ketek Lo yang baunya nauzubillah ini Dev," ucap Mita sambil memukul lengan Vino.
"Stop!" teriak Arka yang baru saja tiba dan melihat Dira begitu dekat dengan Vino.
"Arka," ucap Mita masih dalam rangkulan Vino.
"Lepasin cewek gue, enak aja main peluk peluk, gue aja yang pacarnya belum boleh," ucap Arka kesal sambil menarik Mita dari Vino dan tidak lupa tatapan tajamnya ia berikan untuk Vino yang terlihat kaget mendengar pengakuan Arka. Terlihat jelas kecemburuan di mata Arka karna biar bagaimana pun Mita pernah menaruh perasaan untuk sahabatnya itu.
"What! Pacar? Lo serius Mit pacarnya dia?" tanya Vino kaget.
"Iya, emangnya kenapa? Ada yang salah?" ucap Mita memutar mata malas, ia tahu sahabat laknatnya itu pasti akan mengolok olok dirinya.
"Wah ... selamat ya Mit akhirnya Lo udah gak jomblo lagi, ternyata ada juga yang suka sama Lo," ucap Vino seperti biasa bercanda.
__ADS_1
"Sialan Lo Devi, kasih selamat tapi menjatuhkan gue," ucap Mita menatap malas kearah sahabat yang pernah ia sukai itu.
"Mita cantik kok, pasti bukan cuma gue dong yang suka sama dia tapi di luar sana pasti banyak laki laki yang menginginkan dia," ucap Arka membela Mita.
"Makasih Ar, penilaian kamu memang yang paling tepat," ucap Mita tersenyum manis yang semakin membuat Arka semakin tergila gila pada Mita, ingin rasanya ia mencium bibir merah Mita yang terlihat sangat menggoda itu.
"Santai bro gue cuma bercanda doang gak usah diambil hati," ucap Vino menepuk bahu Arka.
"Lo salah bercandain orang Vin, orang lagi bucin mah mana bisa di ajak bercanda," cibir Ivan yang melihat Arka seperti tidak memperdulikan sekitarnya, karna terus menatap Mita.
"Ingat Vin, mulai sekarang Lo gak boleh sembarangan sentuh Mita, gimana kalau sampai pacar Lo salah paham, kalau gue sih gak mungkin salah paham karna gue udah percaya sama pacar gue," ucap Arka merangkul Mita posesif.
"Ternyata ada yang lebih parah dari suami gue ..." gumam Dira sambil geleng geleng kepala melihat tingkah Arka yang tidak beda jauh dengan suaminya.
"Udah ayok mending sekarang kita bersiap siap untuk sidangnya, sebentar lagi kita akan segera mulai," ucap Arga mengingatkan teman temannya.
Mereka pun mulai beranjak dan mulai mempersiapkan diri masing masing untuk menghadapi sidang mereka.
BERSAMBUNG . . . . .
Jangan lupa di Like👍🏻
Komen
Favorit and Vote😉
__ADS_1