Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 45 : Kenangan buruk


__ADS_3

Jangan mendekat," ucap Dira sambil mundur, untuk menghindar dari orang itu yang terus mendekat kearahnya.


"Ayolah baby, kita udah lama sekali tidak bertemu, ternyata kamu semakin cantik dan menggoda," ucap pria itu dengan tatapan mesumnya, menatap tubuh Dira dari ujung kaki sampai rambut.


Dira semakin terlihat ketakutan, bayangan saat laki laki itu hampir saja melecehkannya kembali berputar di ingatannya, apalagi tempatnya saat ini tidak terlalu ramai orang berlalu lalang.


"Aku peringatkan sekali lagi jangan coba coba mendekat!" bentak Dira. Ia berusaha untuk bersikap tenang, tapi ia tidak bisa karna senyum mesum laki laki itu saat ingin melecehkannya berputar dalam ingatannya.


"Kumohon jangan mendekat ..." ucap Dira lirih, tapi orang itu tidak menghiraukan ucapan Dira dan terus mendekat ke hadapan Dira.


"Kamu masih tetap sama seperti waktu itu, apakah bibir manis itu juga rasanya masih sama?" ucapnya hendak memegang dagu Dira.


Bruk!


Arga yang baru saja tiba langsung memberikan bogemannya pada laki laki yang dengan lancang hendak menyentuh istrinya.


"Beraninya kamu brengsek!" ucap Arga penuh emosi.


"Sshh ... kurang ajar siapa yang berani ikut campur," ucap pria itu mengusap ujung bibirnya yang berdarah akibat bogeman Arga. Ia begitu terkejut saat mendongakkan kepalanya dan melihat siapa orang yang telah memukul wajahnya.


"Reno!" ucap Arga yang juga terkejut melihat orang yang baru saja ia pukul.


Iya jadi laki laki itu adalah Reno orang yang pernah hampir melecehkan Dira waktu SMA, rahang Arga semakin mengeras saat melihat orang di hadapannya. Ia mencengkram kuat kerah baju Reno, ia kembali ingin memukulnya, tapi suara lirih Dira mengurungkan niatnya.


"Arga, aku ingin pulang," ucap Dira, terlihat jelas kalau Dira sangat ketakutan, sepertinya kejadian buruk itu masih meninggalkan trauma pada Dira saat melihat Reno.


"Gue peringatkan sekali lagi, jangan pernah coba coba muncul di hadapan istri gue, apalagi sampai menyentuhnya walaupun itu hanya seujung rambutnya," ucap Arga lalu mendorong tubuh Reno.


Arga merengkuh tubuh Dira, dan membawanya masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobilnya meninggalkan Reno.


"Ternyata kalian telah menikah," gumam Reno sambil tersenyum menatap mobil Arga, entah apa arti senyuman itu.


*****


Selama perjalanan Dira hanya diam saja dengan tatapan kosong, Arga yang melihat hal itu menggenggam tangan Dira.


Sesampainya di rumah Dira masih tetap diam, bahkan ia sampai lupa meminum obatnya seperti biasa. Dira duduk di atas ranjang dengan memeluk lututnya.


Arga yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat sang istri masih sama seperti tadi langsung mendekat kearah ranjang.


"Sayang," ucap Arga sambil duduk dan langsung memeluk Dira.


"Apa kamu masih memikirkan laki laki itu? Kamu tidak perlu takut, aku akan memberikannya pelajaran jika dia berani macam macam padamu," ucap Arga menenangkan Dira.


"Mas, aku kotor," ucap Dira dalam pelukan Arga.


Arga melepaskan pelukannya mendengar perkataan Dira. "Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu sayang? Kamu sangatlah murni, aku adalah orang pertama untukmu, kamu pasti lebih tahu akan hal itu," ucap Arga sambil menatap Dira.


"Tapi–"

__ADS_1


Cup!


ucapan Dira terpotong karna Arga terlebih dahulu membungkam bibirnya.


Arga baru melepaskannya setelah mereka kehabisan napas. "Dimana laki laki brengsek itu menyentuhmu waktu itu," tanya Arga.


Dira menyentuh bibirnya, karna waktu itu Reno berhasil mencium bibirnya.


"Malam ini aku akan menghapus semua ingatan tentang hari itu," ucap Arga menarik tengkuk Dira.


Cup!


Arga kembali me lu mat bibir Dira dengan penuh napsu, bayangan laki laki itu menyentuh Dira membuatnya tidak terkendali dan malam panas pun kembali terjadi.


Keesokan harinya.


Dira merasakan tubuhnya terasa remuk akibat ulah Arga semalam, seandainya ia tidak ada kelas hari ini, ia tidak akan pergi ke kampus saking lelahnya, ia ingin tidur saja dan memulihkan tenaganya di rumah.


"Lo kenapa Dir, kok loyo banget kayak orang kurang tidur aja, Lo juga sama Ga, kalian semalam gak tidur?" ucap Mita yang dari tadi memperhatikan Dira dan Arga yang terus menguap.


Bagaimana tidak ngantuk orang mereka baru tidur sebentar setelah sholat subuh.


"Walaupun gue jelasin Lo juga gak bakalan ngerti Mit," ucap Dira sambil menguap.


"Maksudnya?"


"Ish... kalian mah gitu," ucap Mita.


"Ngomong ngomong itu apa Mit?" tanya Dira menunjuk paper bag yang dibawa Mita.


"Oh ini kotak bekal," jawab Mita.


"Tumben banget Lo bawa bekal ke kampus segala," ucap Dira.


"Ini bukan buat gue, tapi buat Arka," ucap Mita jujur.


"Arka? Kok bisa? Lo sama arka–" ucapan Dira dipotong oleh Mita.


"Jangan berpikiran yang aneh aneh, ini tidak seperti yang Lo pikirkan," ucap Mita.


"Terus kenapa Lo sampai bawain dia bekal segala, bukannya Lo selalu dibuat kesal sama dia setiap kali bertemu, terus kenapa tiba tiba sekarang Lo tiba tiba jadi baik sama dia, sampai dibawain bekal segala."


"Walaupun gue jelasin Lo gak bakalan ngerti Dir," ucap Mita meniru ucapan Dira sebelumnya.


"Lo kok gitu Mit," ucap Dira.


"Udah Lo gak usah penasaran, hanya pasangan jomblo yang mengerti, pasangan suami istri gak bakalan bisa paham," ucap Mita kembali meniru apa yang barusan dikatakan Dira.


"Mita gue serius," ucap Dira mulai kesal.

__ADS_1


"Nah kesel, kan Lo? Sama gue juga tadi seperti itu," ucap Mita


"Dedek Mita! ... " panggil Arka seperti biasa.


"Udah gue bilangin jangan panggil gue dengan sebutan alay itu Arka!" kesal Mita.


"Itukan panggilan kesayangan Mit," ucap Arka.


"Kesayangan pala lu, Nih sarapannya," ucap Mita sambil memberikan paper bag tersebut pada Arka.


"Ini enak, kan? Gak ada racunnya?" ucap Arka sambil membuka kotak bekal yang diberikan Mita.


"Wah sepertinya itu ide bagus, untuk besok pagi gue bakalan campur sarapannya dengan sianida," jawab Mita.


"Besok pagi? Lo bakalan bawa bekal lagi buat Arka? Kalian benar benar gak ada hubungan apa apa kan?" tanya Dira pada Mita.


"Nggak, kan Lo tau di bukan tipe gue," ucap Mita sambil menatap Arka.


"Tapi sayangnya tipe Lo udah ada yang punya," ucap Arka setelah mengunyah makanannya.


Buk!


"Huk ... Huk ..." Arka langsung batuk batuk karna Mita tiba tiba memukul punggungnya saat ia sedang memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Makanya kalau makan jangan banyak ngomong, keselek kan Lo," ucap Mita malah menyalahkan Arka.


"Untung cinta, kalau nggak udah gue–"


"Gue apa?" ucap Mita menatap tajam Arka.


"Udah gue cium," ucap Arka lalu segera beranjak meninggalkan Mita sebelum ia kembali dipukuli.


"Arka gila!" teriak Mita yang sudah sangat kesal pada Arka. Semenjak dekat dengan Arka, ia benar benar tidak pernah melewatkan hari tanpa kekesalan


Sementara Arga dan Dira sudah dari tadi meninggalkan Arka dan Mita yang keasikan berantem.


Baru saja Mita hendak menyusul teman temannya, tiba tiba suara seseorang menghentikan langkahnya.


"Mita!" panggil Vino yang datang bersama Tiara.


"Hai Mit," sapa Tiara.


"Hai, Dev kok Lo bisa ada di sini?" tanya Mita pada Vino.


"Iya gue anterin Tiara, dia kan sekarang pacar gue Mit," ucap Vino sambil tersenyum. Terlihat jelas ekspresi bahagia di wajah Vino, dan hal itu semakin membuat dada Mita terasa seperti di remas, tapi ia berusaha untuk terlihat baik baik saja.


"Selamat ya ..." akhirnya Lo gak jadi jomblo lagi, kalau gitu gue ke kelas dulu ya ... sekali lagi selamat buat kalian jangan lupa traktirannya," ucap Mita sambil tersenyum untuk menutupi luka di hatinya. Kemudian ia pun beranjak meninggalkan Tiara dan Vino.


Bersambung . . . . .

__ADS_1


__ADS_2