
"Sayang kamu benar benar memaafkan Elena dengan semudah itu? Bagaimana kalau dia hanya berpura pura?" tanya Arga saat mereka di tengah perjalanan pulang.
"Iya Mas aku benar benar tulus memaafkannya, karna dia sudah mengakui semua perbuatannya dan meminta maaf atas semuanya tentu saja aku juga harus memaafkannya," jawab Dira.
"Mungkin saja itu hanya akal-akalan dia doang untuk kembali melancarkan rencana jahatnya sama kamu sayang kamu jangan terlalu mudah percaya sama wanita licik seperti Elena, kamu terlalu baik padanya sayang, aku yakin pasti sekarang dia merasa di atas angin karna berhasil memanfaatkan kebaikanmu itu, " ucap Arga mengingatkan Dira. Ia khawatir kalau Elena sedang merencanakan sesuatu untuk mencelakai Dira kembali.
Dira tersenyum mendengar ucapan Arga, ia menatap suaminya dan meraih tangannya lalu menciumnya.
"Terimakasih karna kamu selalu memperhatikan tentang keselamatan ku Mas, tapi aku melakukan itu bukan karna aku terperdaya olehnya terlepas dari yang apa yang sedang dia niatkan," ucap Dira.
"Aku memaafkan dia untuk diriku sendiri, karna aku ingin menolong diriku sendiri dari rasa marah, kecewa atau pun dendam, dan aku juga melakukannya bukan karna aku terlalu baik, aku hanya tidak ingin terus terusan mengisi hatiku dengan kebencian dan buruk sangka terhadap orang lain. Lagi pula aku tidak perlu takut kalau dia memang memiliki niat terselubung karna aku memiliki kamu di sisiku Mas," ucap Dira kembali masih dengan menggenggam tangan Arga.
Cup!
Arga langsung menyambar bibir Dira tanpa aba aba membuat Dira kaget, tapi ia tetap membalas ciuman Arga, dan untungnya mobil mereka sedang berada di lampu merah.
"Aku sungguh beruntung memiliki kamu sebagai istriku, kamu tidak hanya cantik dari luar tapi juga memiliki hati yang baik dan tulus, kata kata sederhana yang kamu ucapkan kadang memiliki makna yang sangat dalam," ucap Arga setelah melepaskan ciumannya sambil menatap Dira dengan tatapan kagum.
"Mas jangan menatapku seperti itu, aku jadi malu," ucap Dira yang pipinya sudah memerah karna Arga terus menatapnya dengan tatapan yang mampu membuat jantung Dira berdebar sangat kencang.
Arga dengan gerakan perlahan kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Dira membuat Dira reflek memejamkan matanya, Arga pun semakin mendekat, saat bibir mereka hampir saja kembali menempel tiba tiba.
Tit ... Tit ... Tit ...!
Suara klakson dari mobil di belakanganya membuat mereka terkejut, dan Dira langsung mendorong Arga. Hal itu pun menyadarkan Arga dan Dira kalau mereka saat ini sedang berada di perjalanan pulang, dan di saat bersamaan seorang polisi mengetuk kaca mobilnya, karna mengira mereka sedang melakukan hal mesum di dalam mobil. Arga tetap dengan ekspresi santainya kembali melajukan mobilnya menuju rumah mereka setelah menjelaskan pada polisi dan juga karna bunyi klakson yang terus terdengar, sementara Dira hanya bisa menundukkan kepalanya, ia benar benar merasa sangat malu dengan situasi yang baru saja terjadi.
-
-
-
__ADS_1
-
Beberapa bulan kemudian.
"Sayang kaos kaki aku di mana?!" teriak Arga karna Dira sedang berada di kamar mandi. Sejak tadi ia masih belum menemukan kaos kakinya.
Dira pun keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut basah, dan hanya menggunakan handuk, karna ia terburu buru mendengar suara Arga.
"Astaga Mas, bukankah ini yang dinamakan dengan kaos kaki?" ucap Dira sambil mengangkat kaos kaki yang langsung ia temukan saat membuka lemari pakaian.
"Kok bisa ada di sana? Padahal aku dari tadi sudah mencarinya di sana sayang," ucap Arga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bagaimana bisa Dira dengan sekali buka langsung menemukannya.
"Makanya cari yang benar Mas, kamu kalau nyari pakaian udah kayak orang mau bongkar isi lemari aja, padahal aku baru kemarin merapikannya."
"Maaf sayang," ucap Arga sambil mengambil kaos kaki dari tangan Dira dan memberikan dasinya untuk di pasangkan.
"Dasar bayi besar," ucap Dira sambil berjinjit memasangkan dasi untuk Arga.
"Aku tidak pernah menggoda kamu Mas, kamu nya aja yang memasang dasarnya mesum, aku pakai baju biasa aja kamu tergoda apalagi ini aku hanya mengunakan ini," ucap Dira lalu beranjak meninggalkan Arga untuk menggunakan pakaian sebelum suami mesumnya itu menyerangnya.
"Sayang apa kamu tidak kasian dengan suamimu ini? ..." ucap Arga terdengar lesu.
"Tidak, kamu kalau di ladenin gak akan bisa berhenti Mas, bisa bisa kamu telat ke kantornya," ucap Dira sambil mengambil pakaian ganti.
"Sayang boleh ya, aku janji sebentar doang," bujuk Arga.
"Gak ada, awas aku mau ganti baju dulu," Dira mendorong Arga dari ruang ganti.
"Kamu benar benar kejam sayang," ucap Arga.
Dira hanya geleng geleng kepala melihat tingkah suaminya yang semakin hari semakin manja.
__ADS_1
Setelah drama kaos kaki yang berujung Arga yang tergoda mereka pun turun ke lantai bawah untuk sarapan dan di sana sudah ada kedua orang tua Arga dan kakek. Sejak empat bulan yang lalu Arga memutuskan untuk kembali tinggal di rumah kedua orang tuanya. Karna ia sudah mulai sibuk di kantor setelah menggantikan papanya dan ia khawatir saat membiarkan Dira tanpa ada yang mengawasi, apalagi dengan kondisinya yang sekarang. Ia merasa lebih tenang saat Dira bersama mamanya dan ia pun memutuskan untuk kembali tinggal di kediaman keluarga Rahardian.
"Kalian udah kayak pengantin baru aja, keluar kamarnya lama banget, ingat Ga jangan buat istri kamu terlalu capek," ucap mama Arga yang melihat anak dan mantunya baru saja tiba di meja makan.
"Iya Ma, aku juga tau batasan kok," ucap Arga, sementara Dira hanya diam saja sambil tersenyum kikuk, ia mengerti kemana arah perkataan mama mertuanya.
"Ini sayang, kamu harus banyak makan sayur sayuran, karna itu baik untuk jantung kamu," ucap mama Arga dengan penuh perhatian menaruhkan makanan yang sudah di siapkan khusus untuk Dira di piringnya.
"Terimakasih Ma," ucap Dira sambil tersenyum. Awalnya Dira sedikit sungkan mendapatkan perlakuan seperti itu, tapi seiring berjalannya waktu ia sudah mulai terbiasa dengan semua perhatian mertuanya.
Setelah sarapan dan menyiapkan bekal makan siang untuk Arga, Dira pun mengantar suaminya ke pintu depan sambil menenteng tas kerja Arga.
"Jangan lupa minum obatnya, kalau ada apa apa langsung hubungi aku," ucap Arga seperti biasa mengingatkan Dira.
"Siap suamiku," jawab Dira sambil mencium tangan Arga. "Oh iya Mas nanti siang aku boleh pergi ke kafe ya?" tanya Dira meminta izin.
"Kamu ingin menemui dia lagi?" tanya Arga yang di jawab anggukan dan ekspresi memohon Dira yang membuat Arga mau tidak mau mengizinkannya.
"Boleh tapi tetap diantar sopir, dan jangan lama lama apalagi sampai kelelahan," jawab Arga memberikan izin.
"Terimakasih sayang ..." ucap Dira terlihat bahagia lalu mencium pipi Arga.
"Ya udah aku berangkat dulu, ingat jangan sampai terlalu lelah dan obatnya harus di minum tepat waktu," ucap Arga lalu mencium kening Dira sebelum masuk ke mobil.
"Aku harus bersiap untuk berangkat ke cafe," gumam Dira yang terlihat bersemangat setelah kepergian Arga.
BERSAMBUNG . . . . .
Jangan lupa di Like👍🏻
Komen
__ADS_1
Favorit and Vote😉