
Pagi harinya.
Dira yang baru saja bangun dari tidurnya tidak mendapati keberadaan Arga di sana.
"Mas Arga mana ya?" gumam Dira.
Tiba tiba saja suara mamanya mengejutkannya, ia tidak menyadari keberadaan papa dan mamanya di ruang perawatannya.
Mama Dira pagi pagi sekali sudah memasak makanan kesukaan Dira di rumah menantunya. Sebelum masuk ke ruang perawatan Dira ia sudah berusaha untuk menguatkan hatinya agar terlihat baik baik saja di hadapan putrinya.
"Kamu sudah bangun Nak?" tanya mama Dira menghampiri putrinya. Ia berusaha untuk terlihat biasa saja di hadapan Dira, ia tidak ingin menunjukkan rasa sedihnya pada putrinya itu.
"Putri hebat papa ..." ucap papa Dira ikut menghampiri putrinya dan langsung memeluknya. Sementara mama Dira memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan air mata yang tidak bisa untuk ia tahan, dengan berpura pura sibuk menyiapkan sarapan untuk Dira.
"Pa ..." ucap Dira dalam pelukan papanya, ia tau kedua orang tuanya hanya berpura pura terlihat baik baik saja di hadapannya.
"Gimana perasaan kamu sekarang? Sudah baikan kan?" tanya papa Dira sambil mengusap dengan sayang puncak kepala Dira.
"Iya Dira baik baik saja kan aku putri hebatnya papa," ucap Dira tersenyum sambil menyenderkan kepalanya pada dada papanya.
__ADS_1
"Ma, Mama gak mau peluk Dira juga, bahkan mama gak mau liat wajah cantik putri kesayangan mama ini," ucap Dira cemberut.
Mama Dira sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya, ia berbalik menatap putrinya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya, ia pun mendekat kearah Dira dan langsung saja memeluknya.
"Hiks ... hiks ... kenapa kamu tidak memberitahu mama sola kondisi jantung kamu yang kembali sakit Dir? ..." tanya mama Dira sambik memeluk putrinya.
"Maafkan Dira Ma, Dira tidak ingin mama khawatir, sejak dulu Dira hanya bisa membebani papa dan mama, makanya Dira berusaha untuk mengatasi semuanya sendiri, tapi ternyata Dira tidak bisa," ucap Dira merasa bersalah.
Mama Dira melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Dira. "Kamu bukanlah beban bagi kami, kamu adalah sumber kebahagian papa dan papa Dira, putri hebat kami yang selalu membuat kami bangga, jadi jangan pernah berpikir kalau kamu hanya beban bagi mama dan papa," ucap mama Dira sambil mengusap pipi Dira dengan penuh kelembutan dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Benar yang dikatakan mama kamu Dira, kamu adalah putri kebanggan papa dan mama, kamu sama sekali tidak membebani kami, bahkan apa pun akan kami lakukan demi kebahagian putri kecil papa ini," ucap papa Dira dan ikut memeluk putrinya.
*
*
Sementara itu di tempat yang berbeda, di sebuah kamar apartemen yang terbilang cukup mewah terlihat sangat berantakan dengan pakaian dan selimut yang berserakan di lantai, terdengar suara lenguhan sepasang manusia yang tidak memiliki ikatan sedang meraih kenikmatan di atas ranjang king size, dan kedua orang itu adalah Elena dan Reno.
Ya sejak hari kesepakatan mereka untuk bekerjasama menghancurkan Arga, Reno dan Elena selalu melakukan hubungan terlarang itu untuk saling memuaskan ha s ra t satu sama lain. Reno yang seorang pemain wanita tentu saja akan dengan mudah merayu Elena dengan pesonanya dan keahliannya dalam memberikannya kenikmatan di atas ranjang.
__ADS_1
"Ren apa kamu yakin rencana kita akan berhasil?" tanya Elena usai melakukan kegiatan terlarang mereka.
"Kita lihat saja nanti hasilnya," jawab Reno dengan santainya sambil memunguti pakaiannya.
"Bagaimana kalau Arga tau kalau kita adalah orang yang telah membuat berita tentang Dira dan model itu? Arga bukanlah orang yang bisa kita anggap remeh, dia tidak mungkin tinggal diam pasti sekarang dia sudah mulai mencari tau dan kalau sampai hal itu terjadi aku akan kembali dibuat mendekam di tempat menjijikkan itu olehnya," ucap Elena.
"Kamu tenang saja walaupun Arga sudah mendapatkan orang yang ada di foto dan siapa yang telah menyebarkan berita palsu itu kita tidak akan terlibat, jadi kamu tidak perlu khawatir."
Apa itu artinya kita akan gagal?"
"Gagal atau tidak yang terpenting adalah kita sudah mulai mengacaukan rumah tangga mereka, tanpa melibatkan nama kita dan tentu saja itu baru permulaan," ucap Reno dengan senyum liciknya.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa like👍
Komen
Favorit and Vote😉
__ADS_1