Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 63 : Arga yang cerewet


__ADS_3

Prang!


Reno melempar ponselnya ke sembarang arah saat melihat video yang di unggah oleh seorang model yang menjadi kambing hitamnya untuk mengacaukan rumah tangga Arga dan Dira.


"Sepertinya aku terlalu meremehkan mu Arga Rahardian," gumam Reno sambil mengepalkan tangannya menahan emosi, rencananya kali ini benar benar telah gagal, tapi untungnya ia bermain cantik yang tidak melibatkan namanya saat melakukan rencana tersebut jadi Arga tidak akan tau kalau dalang dari berita miring tentang Dira itu adalah dirinya dan Elena.


"Bukankah aku sudah mengatakannya padamu, kalau cara seperti itu tidak akan mampu menggoyahkan hubungan mereka berdua. Arga bukanlah orang bodoh yang dapat kita lawan hanya dengan rencana mu itu, kita harus kembali merancang rencana yang lebih ekstrim jika ingin menghancurkan mereka." ucap Elena.


"Kamu benar kita harus melakukan rencana yang lebih gila lagi," ucap Reno dengan senyum yang sulit diartikan, entah apa yang sedang ia rencanakan untuk kembali membalas Arga.


"Lalu apakah kamu sudah memiliki rencana itu?" tanya Elena saat melihat senyum Reno.


"Kita lihat saja nanti," jawab Reno sambil tersenyum licik kearah Elena.


"Aku akan membiarkan kalian tenang untuk sementara waktu, sebelum aku datang untuk merebut wanitaku," batin Reno lalu beranjak meninggalkan Elena di ruang tamu.


Malam harinya.


Arga yang masih di ruang tamu terlihat sedang menelpon seseorang yang tidak lain adalah Rangga, ia ingin menanyakan perihal video yang tadi siang di ditontonnya. Apakah itu adalah ulah Rangga atau bukan?


Tapi jawaban Rangga membuat Arga merasa aneh, karna Rangga sama sekali belum melakukan tindakan apa pun, dia juga mengira kalau Arga lah yang sudah membuat orang itu mengaku.


"Beneran bukan Abang?" tanya Arga kembali.


"Iya Ga bukan," jawab Rangga.


"Tapi bang tolong tetap cari tau siapa dalang sebenarnya, karna aku sangat yakin kalau mereka hanyalah pesuruh," ucap Arga mengatakan kecurigaannya dan meminta Rangga untuk tetap menyelidiki orang yang ada di balik semua itu.


"Baiklah, aku pasti akan cari tau sampai ketemu jika memang benar masih ada orang lain di balik kejadian ini." jawab Rangga.


Setelah itu Arga pun mematikan sambungan telponnya, lalu beranjak menuju kamarnya.


"Jika bukan Bang Rangga yang melakukan semua itu, lalu siapa?" gumam Arga sambil melangkah menaiki tangga.


Arga terlihat berpikir. Ia penasaran siapa orang yang telah membuat model itu mengakui perbuatannya, karna ia yakin tidak mungkin laki laki itu akan membuat video klarifikasi tanpa ada seseorang yang memintanya, lebih tepatnya mengancamnya.


"Kenapa hal ini malah membuat ku tidak tenang, seharusnya aku bersyukur karna masalah foto itu sudah selesai, terlepas dari siapa yang telah melakukannya," gumam Arga, sebenarnya ia hanya takut jika orang yang telah membantu menangkap pelakunya memiliki maksud tertentu pada Dira.


Arga masuk ke dalam kamarnya dan melihat Dira seperti sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


"Sayang."


"Mas kamu lihat hp aku gak?" tanya Dira begitu melihat Arga masuk ke kamar.


"Oh itu, kayaknya aku taruh di laci paling bawah sayang," jawab Arga sambil mendekat kearah Dira.


"Iya ini dia mas," ucap Dira yang sudah menemukan ponsel miliknya lalu mencharger ponsel tersebut dan menghidupkannya.


"Sayang ini jangan lupa minum obat kamu dulu sebelum tidur," ucap Arga sambil menyodorkan segelas air dan obat Dira.


Dira pun mengambil obat tersebut dari tangan Arga dan meminumnya. Arga terus menatap Dira yang sedang menenggak air yang ia sodorkan. "Dira selalu rutin meminum obat yang selalu dia katakan hanya sebuah vitamin, bagaimana bisa aku tidak merasakan keanehan dan tetap bersikap santai tanpa mencari tau kalau ternyata istriku selama ini sakit," batin Arga merasa bersalah.


"Terimakasih Mas." Dira menyodorkan gelas tersebut pada Arga yang sedang menatapnya. "Kenapa melihat ku seperti itu?" tanya Dira menyadarkan Arga.


"Nggak ada, udah mending sekarang kamu naik ke tempat tidur lalu segera istirahat," ucap Arga dan mereka pun berbaring di ranjang sambil saling berpelukan sampai mereka terlelap.


*


*


Setelah istirahat di rumah selama dua hari akhirnya hari ini Dira sudah mendapatkan izin dari Arga untuk ke kampus. Untung saja ini sudah semester akhir jadi ia datang ke kampus hanya untuk bertemu dosen pembimbing dan melakukan konsultasi untuk proposal skripsinya.


"Iya Mas, kamu udah mengatakan hal itu dari kita baru bangun tidur loh mas," ucap Dira yang gemas dengan tingkah suaminya yang berubah menjadi sangat cerewet.


"Aku hanya tidak mau kamu sampai menyembunyikan rasa sakit kamu Ra ..." ucap Arga yang sudah selesai mengeringkan rambut Dira.


"Sayang," panggil Arga.


"Iya suamiku ..." jawab Dira sambil membalikkan tubuhnya menghadap Arga.


"Apa kamu mau berhenti kuliah untuk sementara waktu sampai kesembuhan mu?" tanya Arga pada Dira.


Dira menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Arga. "Mas aku tau kamu sangat mengkhwatirkan kondisi ku saat ini, tapi aku juga ingin tetap melakukan semuanya seperti biasa, kuliah, dan bertemu orang orang layaknya orang yang sehat. Jadi aku mohon izinkan aku untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasanya," ucap Dira memelas, membuat Arga tidak bisa menolak.


"Baiklah tapi kamu tetap harus membatasi kegiatan yang dapat memperburuk kondisi jantung mu," ucap Arga lembut kemudian ia membawa Dira ke dalam pelukannya.


"Mas sampai kapan kamu akan terus memelukku? Kita harus sarapan, aku sudah lapar," ucap Dira.


"Astaga maaf sayang, memang ya kalau udah dekat kamu aku suka lupa segalanya," ucap Arga malah menggoda Dira.

__ADS_1


"Dasar tukang gombal," cibir Dira lalu melangkah hendak meninggalkan Arga. Tapi sebelum Dira melewatinya Arga sudah terlebih dahulu mengangkat tubuh Dira ke dalam gendongannya.


"Ayo kita turun, hari ini istriku harus makan yang banyak dan bergizi," ucap Arga sambil membawa Dira dalam gendongannya.


"Mas Arga! Aku bisa jalan sendiri," ucap Dira sambil memukul dada Arga.


"Jangan banyak bergerak Ra, jangan sampai kita melakukan adegan romantis dengan guling guling di tangga kayak film India," ucap Arga.


"Film India mereka guling guling nya di taman bunga mas, bukan di tangga, kalau di tangga yang ada kita bukannya melakukan adegan romantis tapi kita berdua malah masuk rumah sakit," ucap Dira menimpali ucapan Arga.


"Makanya kamu jangan banyak gerak."


Dira pun akhirnya pasrah membiarkan Arga menggendongnya sampai meja makan, dan kali ini Dira tidak seperti biasa menyiapkan sarapan untuk Arga karna mulai hari ini Arga telah memperkerjakan asisten rumah tangga untuk membantu Dira mengurus rumah.


"Selamat pagi Tuan, Non Dira," sapa wanita paruh baya tersebut.


"Selamat pagi Bik, semoga bibi bisa betah bekerja di sini, karna kedepannya saya akan banyak merepotkan bibi," ucap Dira ramah.


"Terimakasih Non," ucapnya, ia merasa beruntung memiliki majikan seperti Dira.


Sementara Arga seperti biasa dengan wajah dinginnya, ia hanya fokus mengisi makanan pada piring Dira.


"Ini sayang makanlah," ucap Arga lembut.


"Terimakasih mas ... ." Dira dan Arga mulai menyantap makanannya.


Setelah selesai sarapan Arga kembali mengingatkan Dira, kalau ia harus hati hati jangan sampai kecapean saat di kampus nanti.


"Ingat–"


"Kalau gitu ayo kita berangkat Mas," ucap Dira sebelum Arga melanjutkan ucapannya dan menggandeng tangan Arga untuk segera berangkat ke kampus, karna kalau diteruskan Arga gak bakalan bisa berhenti mengingatkannya, bisa bisa mereka telat sampai kampusnya.


Bersambung . . . . .


Jangan lupa like👍🏻


Komen


Favorit and Vote😉

__ADS_1


__ADS_2