
"Sayang kamu tunggu disini dulu aku akan meeting, jadi kamu bisa istirahat aku juga sudah pesankan makan siang untuk mu," Arga mengusap rambut Dira dan mencium keningnya sebelum meninggalkan sang istri di ruang kerjanya.
Dira hanya menanggapi dengan senyum ucapan Arga, ia tau pasti suaminya itu sangat mengkhawatirkannya.
Sepeninggal Arga, Dira mendapatkan telpon dari Mita.
"Hallo Dira Lo gak kenapa napakan, Lo baik baik ajakan, ada yang luka gak? Lo gak ke rumah sakit? Kata Arka tadi Lo hampir ketabrak mobil dan pingsan, Dira jawab gue!" Mita terus nyerocos tanpa memberikan kesempatan pada Dira untuk mengeluarkan suara.
"Astaga Mita ... gimana gue mau jawab orang Lo dari tadi nyerocos terus," ucap Dira.
"Namanya juga orang khawatir Dir, Lo gak kenapa napakan? Kata Arka Lo juga gak mau dibawa ke rumah sakit," ucap Mita.
"Iya gue baik baik aja, malah sekarang gue lagi makan," jawab Dira yang sedang menikmati makan siang yang dipesankan Arga.
"Dir gue beneran khawatir sama Lo, hari ini Lo keliatan kayak orang sakit tau, buat gue takut aja deh, Lo beneran baik baik ajakan?"
"Iya Mita, udah berapa kali gue bilang gue gak papa kok, gue beneran baik baik aja, udah Lo jangan nanya lagi soalnya jawabannya tetap sama," ucap Dira.
"Iya iya, gue gak bakalan nanya nanya lagi, ya udah kalok gitu Lo lanjutin aja makannya, bye," Mita mematikan sambungan telponnya, dan Dira pun kembali melanjutkan makan siangnya.
Setengah jam kemudian.
Ceklek
Arga yang baru saja selesai meeting masuk ke ruang kerjanya dan mendapati Dira yang sudah tertidur dengan pulasnya di sofa.
"Kamu benar benar membuat ku takut sayang," gumam Arga sambil membelai kepala Dira yang terlelap.
Saat ia sedang memperhatikan Dira yang tertidur, seseorang menelpon Arga.
"Hallo, bagaimana bang apa orangnya sudah ketemu?" ranya Arga yang menerima telpon dari Rangga orang yang ia minta mencari tau siapa orang yang hendak mencelakai istrinya.
Arga mengepalkan tangannya mendengarkan informasi yang didapatkan Rangga.
"aku tidak menyangka perempuan tidak tahu malu itu berani melakukan hal nekad seperti ini, dia harus diberi pelajaran karna berani melukai wanitaku," Arga terlihat geram, ternyata orang yang hendak mencelakai istrinya adalah Elena, perempuan gila yang sangat terobsesi untuk memilikinya.
"Tolong urus semuanya, buat iya mendapatkan ganjaran atas perbuatannya," perintah Arga.
"Siapapun yang berani melukai istriku akan berhadapan dengan ku," gumam Arga setelah mematikan sambungan telponnya sambil meremas pulpen yang ada ditangannya sampai patah karna emosi.
"Mas, kamu udah selesai?" Dira bangun dan meregangkan tubuhnya.
Arga yang melihat istrinya terbangun langsung mendekatinya.
"Iya sayang, maaf aku ninggalin kamu terlalu lama, kamu pasti bosan nungguin aku," ucap Arga.
"Nggak, orang aku dari tadi tidur jadi gak kerasa lama," jawab Dira sambil tersenyum.
"Ya udah kalau gitu kita langsung pulang," Arga menggenggam tangan Dira mengajaknya pulang, agar Dira bisa istirahat dengan nyaman di rumah.
__ADS_1
"Mas kita bakalan pulang ke apartemen?" tanya Dira pada Arga.
"Nggak sayang, kita langsung ke rumah Mama aja biar kamu ada yang jagain, soalnya aku ada urusan di luar sebentar." Arga mengantar Dira ke rumah orang tuannya.
Rencananya hari ini ia akan pindah di rumah baru tapi karena kejadian tadi Arga mengurungkan niatnya untuk pindahan.
Dira mengikuti saja apa yang dikatakan suaminya, tanpa membantah.
"Assalamualaikum ..." ucap Arga dan Dira bersamaan begitu ia sampai di rumah orang tua Arga.
"Wa'alaikumussalam ... sayang kamu gak kenapa napakan?" Mama Arga langsung menghampiri menantunya itu, ia sangat khawatir ketika Arga mengabarinya lewat telpon jika Dira hampir ditabrak seseorang dan pingsan.
"Ma, Dira baik baik aja kok, nih liat Dira sehat gak ada yang terluka sedikit pun," ucap Dira sambil tersenyum, meyakinkan mertuanya jika ia baik baik saja.
"Kamu beneran gak papa Nak," tanya papa Arga yang sama khawatirnya dengan mama Arga, mendengar tentang menantunya.
"Iya Pa, Dira baik biak aja,"
"Ma, Pa aku titip Dira dulu, aku ada urusan sebentar," Arga menyalami papa dan mamanya.
"Sayang aku tinggal sebentar ya ..." ucap Arga mencium kening Dira sebelum pergi.
"Iya mas kamu hati hati," ucap Dira.
*****
Sementara Elena yang baru saja tiba di rumahnya langsung masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan keberadaan kedua orang tuannya.
"Ada apa dengan anak itu?" tanya papa Elena.
"Entahlah, paling juga dia habis membuat masalah di luar," jawab mama Elena santai seperti tidak peduli dengan Elena.
Papa Elena hanya bisa menghela napas dengan sikap istrinya, yang tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan Elena diluar rumah.
Prang!!!
"Arghhh,,,, sial! gue gagal buat melenyapkan Dira, harusnya sekarang ia sudah terluka parah di rumah sakit," Elena mengamuk di kamarnya menjatuhkan barang barang yang ada dimeja riasnya.
"Gue harus membuat rencana lain dan kali ini gue gak boleh gagal, bagaimana pun caranya gue harus melenyapkan Lo Anindira, karna Arga cuma milik gue bukan yang lain. Hahahaha...." Elena terlihat seperti orang yang sudah kehilangan akal sehatnya, ia terlalu terobsesi dengan Arga membuatnya nekad melakukan apa saja tanpa memikirkan akibatnya.
Sementara Arga dan Rangga bertemu untuk membahas tentang bukti bukti yang sudah dikumpulkan oleh Rangga, dan akan menyerahkannya ke polisi.
"Dengan bukti bukti ini kita bisa memasukkan wanita itu ke penjara, sepertinya ia memang sudah merencanakan semuanya bahkan ia menyewa mobil rental untuk melakukan rencananya dan membayar orang untuk menghilangkan rekaman CCTV di tempat kejadian," ucap Rangga.
"Sepertinya dia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang, tapi sayangnya orang yang ia usik adalah wanitaku, aku akan membuat perempuan gila itu menyesal," ucap Arga dengan penuh amarah.
*****
Setelah urusannya selesai, Arga langsung bergegas untuk pulang, ia sepertinya sudah sangat merindukan istrinya yang selalu menggemaskan dimatanya.
__ADS_1
"Assalamualaikum,,,," ucap Arga lalu mencium tangan papa dan mamanya yang sedang menonton televisi
"Wa'alaikumussalam ... ."
"Dira mana Ma?"
"Dira baru aja masuk ke kamar setelah tadi menemani kakek," jawab mama Arga.
"Ya udah Ma aku naik ke kamar dulu," Arga segera bergegas untuk menemui Dira.
"Say–" ucapan Arga terpotong ia begitu kaget melihat penampilan Dira yang hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya sampai batas paha, Dira terlihat begitu seksi dengan rambut yang masih basah.
"Eh Mas kamu sudah pulang?" ucap Dira gugup karna ia yang baru saja ke luar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk.
Arga terus mendekat ke Dira, tanpa menjawab pertanyaan Dira.
"Apa kamu sedang menggoda ku sayang," ucap Arga yang sudah berada di hadapan Dira.
"Aku tidak pernah menggoda mu Mas," ucap Dira gugup karna Arga yang semakin mendekat ke arah Dira bahkan ia bisa merasakan napas Arga menerpa kulitnya.
Arga semakin mendekatkan wajahnya ke Dira, sementara Dira hanya diam mematung sambil memegangi handuknya agar tidak melorot.
Cup!
Arga mencium bibir Dira dengan lembut, Dira pun membalas ciuman Arga yang semakin lama ciuman itu semakin menuntut.
Arga melepaskan tautan bibirnya dan menatap Dira dengan penuh damba. "Apakah tamunya sudah pergi?" tanya Arga sambil mengusap bibir Dira yang basah karena ulahnya, Dira hanya menjawab dengan anggukan.
"Apakah aku boleh meminta hak ku malam ini?" Arga meminta persetujuan Dira dan lagi lagi Dira hanya menjawab dengan anggukan.
Arga yang mendapatkan persetujuan dari Dira langsung mengangkat tubuh Dira dan membawanya ke ranjang, ia kembali mencium Dira.
Entah sejak kapan Arga menyingkirkan pakainnya dan handuk yang digunakan Dira sudah teronggak di atas lantai.
Sementara Dira yang sudah pasrah menyerahkan dirinya dan melakukan kewajibannya sebagai seorang istri seutuhnya, ia membiarkan Arga menguasai tubuhnya sesuka hatinya.
Malam ini dua insan yang sedang memadu kasih menyatukan cinta dan tubuh mereka, saling menyalurkan rasa cinta mereka, sampai akhirnya Arga ambruk di samping Dira dan mencium kening istrinya.
"Terimakasih sayang, Aku mencintai mu Anindira istri ku, sangat mencintai mu," ucap Arga dan membawa tubuh polos Dira ke dalam pelukannya.
Bersambung . . . . . .
JANGAN LUPA DI LIKE👍🏻
Komen dan favorit juga ya😉
Mampir juga yuk kesini
__ADS_1