Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 114 : JTK


__ADS_3

Arka dan Mita baru saja tiba di rumah Arga dengan kresek hitam yang berisi kedondong yang baru saja mereka dapatkan di pasar.


"Kenapa sepi sekali? Mereka gak mungkin tidur kan di saat kita sedang bersusah payah mencari buah aneh ini?" tanya Arka yang sudah berada di ruang tamu, tapi mereka tidak mendapati sepasang suami istri itu.


"Lebih baik tanya sama bibi aja, mungkin mereka lagi ada di kamar, biar nanti bibi yang kasih buahnya," ucap Mita.


"Kamu kayak gak tau Dira saja sayang, kalau kita kasih bik Imah, bisa bisa dia malah mengira bukan kita yang beli, udah kita kasih langsung aja dari pada nanti harus di suruh nyari lagi," ucap Arka.


"Loh Non Mita dan tuan Arka kalian sudah pulang," ucap bik Imah yang kebetulan baru saja masuk dengan menenteng bahan bahan dapur, sepertinya ia baru saja pulang dari supermarket.


"Iya bik, oh iya Dira sama Arga mana ya bik?" tanya Mita.


"Oh Non Dira dan Tuan Arga kayaknya masih di ruang bioskop," jawab bik Imah.


"Ya udah yuk sayang mending kita temui mereka, makasih bik ..." ucap Arka menarik Mita menuju ruang bioskop.


Ceklek!


"Wah gila mereka benar sedang enak enak," gumam Arka. "Sayang jangan liat," ucap Arka lalu menarik Mita dan memeluknya untuk menyembunyikan wajah Mita agar tidak melihat pemandangan panas sepasang suami istri itu.


"Woy masih pagi! ..."

__ADS_1


Dira yang menyadari keberadaan seseorang di tempat itu langsung melepaskan ciumannya dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Arga.


"Parah banget Lo Ga, masak pagi pagi udah mau Lo gempur aja istri Lo, ingat Dira sekarang lagi hamil jangan Lo bikin lelah," ucap Arka dengan nada mengejek, ia sangat senang karna berhasil menggangu kesenangan sahabatnya itu yang sudah terlihat sangat kesal.


"Ck, awas Lo Arka ..." batin Arga sambil menatap tajam Arka, karna telah membuatnya kehilangan peluang emas untuk mendapatkan jatahnya.


Arka hanya tersenyum melihat kekesalan Arga.


"Mas aku malu ..." gumam Dira yang sangat malu, ia semakin menelusupkan wajahnya dalam pelukan Arga. Untung saja mereka belum melakukan hal yang lebih jauh dari sekedar ciuman.


"Ganggu orang aja Lo Ka," ucap Arga santai, ia tetap dengan ekspresi datarnya.


"Makanya kalau mau melakukan yang enak enak jangan di sembarang tempat, kayak orang gak punya kamar aja Lo. Kasian mata gue udah berkali kali ternodai," ucap Arka lalu menghampiri Arga dengan tetap menyembunyikan wajah Mita.


"Ar, mau sampai kapan kamu nutupin pengelihatan aku kayak gini?" ucap Mita.


"Ga pakai baju Lo," ucap Arka.


Setelah Arga menggunakan bajunya barulah Arka melepaskan Mita dari dekapannya, begitu pun dengan Dira yang melepaskan dekapannya pada Arga.


"Kedondong gue mana Mit?" tanya Dira.

__ADS_1


"Ini, awas aja ya Dir kalau sampai Lo gak makan, gue sama Arka udah capek capek buat nyari jangan sampai gue yang harus memakannya lagi," peringat Mita sebelum memberikan kedondong tersebut pada Dira.


"Iya ... ."


Dira benar benar memakan kedondong yang dibawa Mita dan Arka, bahkan ia hampir mengabiskan setengah dari isi kresek kalau saja Arga tidak menghentikannya. Arka dan Mita bernapas lega karna kali ini mereka tidak harus memakan makanan yang diinginkan Dira.


Setelah kepulangan Arka dan Mita, Arga langsung mengangkat tubuh Dira ke dalam gendongannya.


"Mas kamu mau ngapain?" tanya Dira yang kebingungan karna Arga tiba tiba menggendongnya.


"Kita lanjut yang tadi sempat tertunda," ucap Arga tersenyum misterius.


"Tapi aku kan sedang hamil Mas," ucap Dira yang mengerti maksud ucapan Arga.


"Aku akan melakukannya dengan hati hati," jawab Arga lalu berjalan menuju kamar mereka.


Sementara Dira yang berada dalam gendongan Arga hanya bisa menghela napas pasrah. "Baiklah, terserah kau saja tuan suami." ucap Dira mengeratkan pegangannya pada leher Arga.


Bersambung . . . . .


Jangan lupa like👍

__ADS_1


Komen


Favorit and vote😉


__ADS_2