
Dira dan mama mertuanya saat ini sedang berada di pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa bahan kue, karna tadi mereka baru menyadari jika ada beberapa bahan kue yang masih kurang, dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk belanja. Mama Rika sebenarnya sudah melarang Dira untuk ikut, tapi ia tetap memaksa dan meyakinkan mertuanya kalau ia sudah baik baik saja.
"Kamu beneran gak papa Nak?" tanya mama Rika, ini sudah ke empat kalinya ia bertanya seperti itu pada Dira.
Dira menganggukkan kepalanya mantap mendengar pertanyaan mertuanya. "Iya Ma, Dira nggak papa, Mama bisa lihat sendiri kalau Dira baik baik saja," jawab Dira sambil tersenyum.
"Arga bisa marah kalau tau mama ngajakin kamu keluar rumah Dir," ucap Mama Rika kembali.
"Dia mana berani marahin Mama."
"Iya juga ya. Ya udah ayo sayang mending kita cepat cepat cari bahan bahan untuk kuenya keburu Arga nya pulang," ucap mama Rika mengajak Dira ke rak yang menyediakan khusus bahan bahan kue. Sebenarnya ia bukannya takut kalau Arga sampai marah padanya, tapi ia hanya khawatir dengan Dira, walaupun menantunya itu sudah berkali kali mengatakan kalau dia benar sudah baik baik saja.
Dira pun mengikuti kemana mama mertuanya itu mendorong troli belanjaan, bahkan mama Rika tidak membiarkan dirinya hanya untuk sekedar membantunya mendorong troli tersebut. Di saat Dira dan Mama Rika sedang asik memilih bahan bahan untuk membuat kue, tanpa sengaja pandangan Dira melihat sosok Reno di sana, ia langsung saja bersembunyi di belakang mama Rika setelah memastikan jika orang yang ia lihat benar benar Reno. Ia berharap semoga saja Reno tidak menyadari keberadaannya di tempat itu.
"Kenapa Dir?" tanya Mama Rika yang melihat Dira bersembunyi di belakangnya seperti orang ketakutan.
Dira tidak menjawab pertanyaan mama Rika dan tetap berada di belakang mertuanya sambil menundukkan kepalanya.
Mama Rika menghela napas saat arah pandangnya melihat keberadaan seseorang yang membuat Dira seperti itu, ia pun segera mengajak menantunya itu untuk pergi dari tempat itu, sebelum Reno melihat Dira di sana.
"Ayo sayang udah selesai tinggal kita bayar," ucap mama Rika sambil mengusap lengan Dira, berusaha untuk membuat Dira tenang.
Suara mama Rika membuat Dira terkesiap lalu ia pun mengangguk setuju untuk keluar dari tempat mereka belanja. Tapi baru saja Dira membalikkan tubuhnya tiba tiba terdengar suara seseorang memanggilnya membuat langkah Dira terhenti, ia mulai merasakan tangannya gemetar.
"Dira!"
Deg ... deg ... deg ...
Suara degup jantung Dira, yang merasakan kalau Reno semakin mendekat kearahnya.
Dira tersentak kaget saat Mama Rika memegang bahunya. "Jangan takut, ada Mama di sini, kamu tenang aja Mama tidak akan membiarkan dia melakukan sesuatu padamu," ucap mama Rika sambil menatap Dira lembut.
__ADS_1
"Mama ..." ucap Dira sedikit terkejut, tidak mungkin mertuanya itu tau soal Reno.
"Kamu harus bisa menghadapi dia, hilangkan rasa takut kamu itu, ingat sayang ada Arga di samping kamu yang akan selalu melindungi mu," bisik Mama Rika. Dira hanya bisa menganggukkan kepalanya, ia masih kaget karna mama Rika bisa tau soal Reno.
"Hai Dir, apa kabar? aku gak nyangka kita bisa bertemu di sini," ucap Reno sok akrab.
"Hem," jawab Dira datar, ia berusaha untuk mengendalikan ketakutannya itu, benar kata mama Rika kalau ia harus bisa menghadapi laki laki itu, ia tidak mungkin selamanya seperti ini, ia harus bisa melawan rasa takutnya dan melupakan soal kejadian buruk yang pernah menimpanya.
"Ini Mama kamu Dir?" tanya Reno menatap mama Rika.
"Hai Tante kenalin aku Reno teman Dira waktu SMA," ucap Reno langsung memperkenalkan diri pada mama Rika, karna Dira hanya diam saja tidak menjawab pertanyaannya.
"Saya Rika, mertuanya Dira," jawab mama Rika sambil tersenyum kearah Reno.
"Ha?" Reno termangu mendengar ucapan mama Rika.
"Ayo sayang kita pulang, nanti Arga keburu pulang," ucap mama Rika segera mengajak Dira pergi.
Jika ada yang bertanya kenapa Mama Rika bisa tau soal Reno. Itu karna Arga yang memberitahunya dan menceritakan semuanya tentang kejadian waktu mereka masih SMA serta kemunculan Reno di mall yang membuat Dira ketakutan, Arga menceritakan hal itu agar kedua orang tuanya bisa membantunya mencari solusi untuk menghilangkan trauma Dira.
*
*
Sementara itu Arga yang sudah selesai memeriksa pekerjaannya di cafe, berjalan keluar dari ruangannya. Seperti yang telah ia rencanakan tadi pagi kalau ia akan menemui Rangga untuk meminta bantuannya mencari tau soal vitamin yang selalu di konsumsi Dira akhir akhir ini, dan entah kenapa perasaannya selalu tidak enak setiap kali melihat vitamin itu, tapi Arga berusaha untuk tetap berpikir positif dan menganggap kalau itu hanya ketakutannya saja, ia yakin Dira pasti baik baik saja.
"Lo mau kemana Ga? Kayaknya buru buru amat?" tanya Ivan saat melihat Arga hendak keluar dari cafe.
"Gue ada urusan di luar jadi gue balik duluan," jawab Arga.
"Gak perlu kita temenin Ga?" tanya Arka.
__ADS_1
"Nggak gue sendiri aja, ya udah gue berangkat dulu," ucap Arga lalu keluar dari cafe meninggalkan Arka dan Ivan.
Kenapa Arga tidak melibatkan teman temannya, karna ia ingin memastikan sendiri soal vitamin itu.
Arga melajukan mobilnya menuju tempat dimana ia dan Rangga janjian untuk bertemu. Setelah beberapa menit akhirnya Arga telah sampai di tempat tujuan, dan di sana sudah ada Rangga yang menunggunya.
"Maaf bang aku terlambat," ucap Arga lalu duduk di hadapan Rangga.
"Ada apa? Gak biasanya kamu ngajakin ketemu langsung, biasanya juga kamu tinggal telpon aja jika butuh sesuatu," ucap Rangga.
"Aku butuh bantuan Bang Rangga," ucap Arga.
"Soal Dira lagi?" tebak Rangga. Karna Arga hanya akan menemuinya jika ada hal yang menyangkut tentang Dira.
"Benar, tolong cari tau soal vitamin ini," ucap Arga sambil menyodorkan vitamin yang ia ambil diam diam dari Dira.
"Baiklah," jawab Rangga, tanpa bertanya lagi karna ia sudah paham apa yang harus ia lakukan.
Rangga adalah anak dari orang kepercayaan kakeknya, dia sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh keluarga Rahardian. Arga dan Arga sudah tumbuh bersama, mendiang ayah Rangga adalah asisten kepercayaan kakek Arga, sejak kecil Rangga sudah di latih oleh ayahnya untuk menjaga keluarga Rahardian. Oleh sebab itu Rangga diam diam selalu ada di dekat Arga untuk membantu dan melindunginya.
Setelah menceritakan tentang keanehan Dira dan alasannya meminta Rangga untuk mencari tau soal vitamin itu Arga pun memutuskan untuk segera pulang.
"Kalau gitu aku langsung balik ya Bang, kalau udah ada hasilnya segera hubungi aku," ucap Arga yang di jawab anggukan oleh Rangga. Kemudian Arga pun segera beranjak dari tempat itu, ia sudah ingin cepat cepat sampai rumah, selain karna ia mengkhawatirkan Dira ia juga sudah sangat merindukan istrinya yang menggemaskan itu.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa like👍
Komen
Favorit and Vote
__ADS_1