
"Awas Arga kalau sampai mantu mama kenapa napa lagi, kamu akan mama keluarkan dari kartu keluarga," ancam Rika pada putranya, saking kesalnya pada Arga yang tidak cepat mengabarinya ia sampai lupa kalau Arga sudah keluar dari KK semenjak dia menikah.
"Iya," ucap Arga lebih baik mengiyakan saja apa yang dikatakan Mamanya dari pada semakin bertambah panjang.
"Sayang kalau Arga tidak bisa menjaga kamu mending kamu tinggal sama mama saja biar lebih aman," ucap Rika kembali. Ia sengaja ingin membuat Arga kesal.
"Ma katanya tadi mau pulang, kasian papa kayaknya udah ngantuk, besok kan papa harus kerja gak baik kalau tidur terlalu larut," ucap Arga.
"Bilang aja kamu mau liat mama cepat cepat pulang pakek jual papa kamu segala, dasar anak durhaka, liat nih kelakuan anak kamu Pa," ucap mama Arga tidak mau kalah dalam masalah berdebat dengannya.
"Ingat Ma aku juga anak mama," jawab Arga.
Sementara Dira yang sudah terbiasa menjadi penonton hanya bisa tersenyum melihat Arga dan mertuanya. Setiap kali mereka bertemu ada saja yang mereka ributkan.
"Udah kalian kenapa malah ribut, ayo Ma sebaiknya kita pulang ini sudah terlalu malam," ucap Gilang melerai perdebatan anak dan istrinya.
"Ya udah sayang Mama pulang dulu," ucap Rika memeluk menantunya. "Ingat Ga, jaga baik baik istri kamu," ucapnya kembali dengan tatapan penuh ancaman, lalu beranjak meninggalkan Arga dan Dira.
"Apa aku benar benar anak kandungnya?" gumam Arga asal.
*
*
*
__ADS_1
Pagi pagi sekali Arga mendapatkan telpon dari Rangga dan menyuruhnya untuk menonton acara berita pagi ini.
Arga pun langsung saja menghidupkan tv yang ada di ruangan tempat Dira di rawat dengan suara kecil, agar tidak membangunkan Dira yang masih tertidur lelap. Arga dibuat tercengang dengan apa yang baru saja di lihatnya di layar besar itu.
Tampak jelas dibalik layar kaca tersebut sedang menayangkan detik detik Reno yang di bawa paksa oleh polisi di sebuah apartemen miliknya karna kasus tindakan asusila yang dilakukannya, Reno di duga telah melecehkan beberapa model yang di rekrut agensi milik keluarganya. Bukan hanya itu ayah dari Reno juga ikut terlibat dalam kasus tersebut. Di karenakan ayah dari Reno yang merupakan CEO dari agensi SKY Entertainment selalu menutupi perbuatan bejat yang dilakukan putranya selama ini, tidak jarang dia juga memanfaatkan modelnya untuk memuaskan hasratnya dengan iming iming popularitas. Karna kasus tersebut SKY Entertainment terancam mengalami kebangkrutan.
Arga tersenyum puas melihat berita pagi ini, papanya benar benar luar biasa dalam waktu semalam ia berhasil membongkar kejahatan yang selama ini dilakukan Reno tanpa harus melibatkan istrinya yang hampir saja menjadi salah satu dari korban kebejatan Reno. Arga yakin kali ini Reno tidak akan bisa lolos dari hukumannya.
"Jadi ini maksud dari ucapan papa semalam, tidak hanya menghukum Reno, tapi juga orang tuanya yang kelakuannya tidak beda jauh dari anaknya. Papa benar benar hebat sepertinya aku harus belajar banyak darinya," gumam Arga kagum dengan tindakan papanya yang sangat cepat dalam mengatasi masalah.
"Mas ..." panggil Dira yang baru saja bangun.
Arga yang mendengar suara Dira langsung mematikan televisi. "Sayang, kamu sudah bangun, apa aku menggangu tidurmu?" tanya Arga mendekat ke ranjang.
Dira menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Aku ingin bersih bersih Mas, tubuhku rasanya tidak nyaman," ucap Dira.
"Mas Arga! Lepas! Aku bisa mandi sendiri!" jerit Dira sambil memukul bahu Arga. Tapi suaminya itu tetap tidak peduli, Dia menutup pintu toilet dan mendudukkan Dira di atas kloset duduk.
"Mas ..." rengek Dira sambil menghalangi tangan Arga yang hendak membuka bajunya. Walaupun Arga sudah sering melihat tubuhnya, tapi tetap saja ia merasa malu jika dilakukan di saat seperti ini.
"Apa yang ingin kamu tutupi aku sudah melihat semuanya," ucap Arga dengan santainya membuka kain yang menutupi tubuh istrinya.
"Tapi tetap saja aku malu Mas," ucap Dira sambil menutup area tertentu dengan kedua tangannya.
Arga tetap tidak peduli dan menyingkirkan tangan Dira. Ia mulai membersihkan tubuh sang istri dengan telaten sambil menahan rasa yang bergejolak di dalam tubuhnya, seandainya saja ia tidak ingat kalau Dira masih lemah, sudah dapat di pastikan apa yang akan terjadi saat melihat penampilan Dira seperti sekarang ini. Sementara Dira hanya bisa menundukkan kepalanya dengan wajahnya yang sudah memerah saking malunya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
Akhirnya Dira telah selesai mandi dan berganti pakaian dan lagi lagi ia harus pasrah membiarkan suaminya yang memakaikannya pakaian.
Ceklek!
Dokter Bima dan satu orang perawat masuk untuk memeriksa Dira, dan hari ini Dira sudah bisa langsung pulang.
"Ingat kamu harus mengurangi aktivitas yang bisa membuat kamu lelah, dan jangan lupa untuk selalu meminum obat tepat waktu," ucap dokter Bima mengingatkan Dira.
"Dokter apa saya masih bisa sembuh?" tanya Dira tiba tiba.
"Sayang," ucap Arga meraih tangan Dira.
"Tentu saja kamu pasti akan sembuh," jawab dokter Bima sambil tersenyum kearah Dira, setelah mengatakan hal itu Bima pun keluar dari ruang perawatan Dira.
Tapi entah kenapa Dira merasa kalau ucapan dokter Bima seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya, ucapannya barusan hanyalah kata kata untuk menghiburnya.
"Ada apa? Kenapa ekspresi mu seperti itu?" tanya Arga.
"Em ... gak ada aku hanya senang, ternyata aku masih memiliki kesempatan untuk sembuh," ucap Dira lalu menelusupkan wajahnya pada dada Arga dan memeluknya erat.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa like👍🏻
__ADS_1
Komen
Favorit and Vote😊