Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 40 : Usaha Elena


__ADS_3

Keesokan harinya Arga pergi menemui Elena di penjara sendiri. Ia sengaja tidak memberi tahu Dira tentang siapa orang yang hampir menabraknya karna ia tahu betul sifat istrinya dan bagaimana liciknya Elena, ia takut Elena malah memanfaatkan kelembutan hati istrinya agar ia bisa bebas dari hukumannya.


"Arga," ucap Elena ketika melihat orang yang datang menemuinya dan duduk di depan Arga.


"Bagaimana kabar Lo, apa tempatnya nyaman?" tanya Arga dengan tersenyum sinis ke arah Elena.


"Arga tolong lepaskan aku dari sini, aku janji bakalan nurutin apa pun yang kamu inginkan bahkan aku bisa memberikan kamu kepuasan yang tidak akan kamu dapatkan dari perempuan seperti Dira, kamu bisa datang pada ku kalau kamu bosan dengan istrimu itu aku akan melayani mu dengan tubuhku ini," dengan penuh percaya diri Elena berusaha menggoda Arga dengan tubuhnya.


"Cih!" Arga bukannya tergoda dengan tawaran Elena tapi ia semakin merasa jijik untuk melihat perempuan seperti Elena.


"Dasar murahan aku sama sekali tidak tertarik dengan perempuan seperti mu, istri ku lebih segala-galanya dari pada dirimu yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi obsesi mu itu," ucap Arga memandang Elena dengan tatapan jijik dengan tingkahnya yang tidak tau malu menawarkan tubuhnya.


"Ayolah Arga, aku tau kamu hanya jual mahal tidak ada laki laki yang bisa menolak seorang Elena," ucap Elena masih dengan percaya dirinya menatap Arga dengan tatapan menggodanya.


"Kamu terlalu memandang tinggi dirimu Elena dan satu hal yang perlu kamu tau aku bukan laki laki yang suka mengoleksi barang murahan, istriku jauh lebih berharga dan menggoda darimu jadi hentikan tingkah menjijikan mu itu," ucap Arga yang sudah jengkel dengan Elena.


"Nikmati saja hukuman mu disini, jangan coba coba merencanakan sesuatu untuk mencelakai istriku lagi, karna aku akan selalu mengawasi mu," ucap Arga mencengkram pipi Elena dan menghempaskan nya dengan kasar.


"Arghhh! Sial suatu saat aku pasti akan menghancurkan istri kesayangan mu itu Arga," ucap Elena ketika melihat Arga beranjak meninggalkannya.


"Sebelum itu terjadi aku yang akan terlebih dahulu menghancurkan mu!" Ancam Arga dan kembali melanjutkan langkahnya keluar dari tempat itu.


*****


Sementara Dira yang sudah pindah ke rumah barunya sedang membantu mama mertuanya bersama Mita untuk mempersiapkan acara makan makan dengan teman temannya untuk merayakan kepindahannya.


"Si Arga kemana Dir?" tanya Mita sambil menyiapkan tempat barbeque di taman belakang rumah Dira.


"Kayaknya dia masih di cafe," jawab Dira.


Arga yang baru tiba bersama kedua temannya masuk ke dalam rumah dan hanya mendapati mamanya di dapur.


"Assalamualaikum ..."

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam ..."


"Dira mana Ma?" tanya Arga pada mamanya.


"Tuh di taman belakang sama Mita lagi nyiapin tempat buat nanti malam," Arga langsung menuju taman belakang setelah mendapatkan jawaban dari mamanya.


"Tante kita juga ke sana dulu mau ikut bantuin mereka," ucap Arka sebelum menyusul Arga bersama Ivan.


"Sayang," Arga menghampiri Dira dan mencium kening Dira.


"Kamu jangan terlalu capek sayang," ucap Arga.


Mita hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sikap manis Arga pada sahabatnya itu.


"Bener bener bucin alay," ucap Mita pada Arga dan Dira.


"Sirik aja Lo Mit," ucap Mita sementara Arga seperti biasa tetap terlihat cuek.


"Hai dedek Mita kesayangan Abang Arka!" teriak Arka begitu melihat Mita yang hendak menggelar tikar.


"Udah dedek Mita kesayangan Abang Arka mending duduk santai aja disana biar Abang yang kerjain," Arka mengambil tikar ditangan Mita yang sudah benar benar kesal dengan Arka.


"Arga teman Lo yang satu ini kayaknya butuh obat, otaknya udah semakin parah kasian kalau sampai ganteng ganteng tapi gila," kesal Mita.


"Ternyata kamu sudah mengakui kegantengan Abang, terimakasih udah perhatian sama Abang dedek Mita ku tersayang ..." Arka malah berterimakasih mendengar ucapan Mita dan hal itu malah membuat Mita semakin kesal.


"Wah parah teman Lo beneran gila, bener bener udah gak ada obat," ucap Mita kembali.


"Abang memang sudah gila karena kamu Dek, dan obatnya cuma kamu seorang bukan yang lain," ucap Arka semakin menggoda Mita.


Buk!


Mita langsung melempar sendal yang ia pakai ke arah Arka dan mengenai wajah tampannya.

__ADS_1


"Kok aku malah ditimpuk harusnya disayang sayang sama kamu," ucap Arka.


"Wah Lo bener bener ngeselin Arka!" teriak Mita yang sudah kehabisan kesabaran karena ulah Arka, ingin rasanya ia menyumpal mulut menyebalkan Arka dan menenggelamkannya di kolam yang ada disana.


"Udah udah kalian kenapa malah ribut sih, Lo juga Mit mending terima aja si Arka, dia itu orangnya setia dan bertanggung jawab" ucap Ivan ikut menimpali.


"Bertanggung jawab pala Lo," ucap Mita yang kekesalannya sudah sampai ke ubun–ubun.


"Yang dikatakan Ivan bener aku itu setia dan bertanggung jawab udah gitu ganteng lagi," ucap Arka.


"Ogah!"


Sementara Arga dan Dira malah asik bermesraan tanpa memperdulikan kekesalan Mita.


"Woy! Wah kalian berdua bener bener merasa dunia ini milik kalian berdua ya ..." ucap Mita pada Arga dan Dira.


"Udah sayang gak usah hiraukan mereka," ucap Arga pada Dira.


Mereka hanya bisa menggelengkan kepala, Arga yang mereka lihat sekarang bener bener bukan seperti Arga yang mereka lihat di kampus yang dijuluki si tampan yang dingin.


"Van, itu beneran sahabat Lo kan bukan jin yang lagi nyamar jadi Arga?" bisik Arka pada Ivan yang masih bisa di dengar oleh Mita.


"Dasar gesrek," ucap Mita dan beranjak dari sana untuk membantu mama Arga.


"Assalamualaikum ..."


Mita memegang dadanya yang berdebar mendengar suara yang sangat ia kenal itu, dadanya semakin berdebar ketika sosok itu semakin mendekat ke arahnya.


Bersambung . . . . . .


JANGAN LUPA DI LIKE👍🏻


Komen dan favorit juga ya😉

__ADS_1


Mampir juga kesini yuk😉



__ADS_2