
Arka yang sudah tidak tahan dan merasa bersalah pada Mita karna sikapnya tadi pagi terus mencari Mita di sekitaran kampus, Arka pun yang melihat keberadaan Mita bersama Dira di taman langsung menghampirinya untuk meminta maaf, tapi niatnya itu ia urungkan saat mendengar semua pengakuan Mita, Arka semakin mendekat dan diam diam ia menyuruh Dira agar meninggalkan dirinya dan Mita, setelah kepergian Dira, Arka pun duduk di samping Mita yang sedang berceloteh mengungkapkan perasaannya.
"Apa selama beberapa hari ini kamu merindukan ku juga?" tanya Arka yang duduk di samping Mita.
"Hm," jawab Mita sambil menganggukkan kepalanya.
"Apa itu artinya kamu juga mencintaiku?" tanya Arka memastikan.
"Ish ... bahkan suara Lo terdengar seperti suara dia, sepertinya gue memang benar benar sudah gila," gerutu Mita yang masih belum menyadari keberadaan orang yang di sampingnya saat ini adalah Arka.
"Astaga apa dia masih menganggap kalau aku ini adalah Dira?" batin Arka.
"Jadi kami benar benar merindukannya?"
"Tentu saja gue merindukannya apalagi setelah dua hari ini ia terus menghilang tanpa kabar, asal Lo tau aja Dir bahkan saat ini gue ingin sekali mengatakan padanya kalau gue sebenarnya mencintainya, tapi sekarang–" lirih Mita, tapi sebelum ia menyelesaikan ucapannya Arka terlebih dahulu memotongnya.
"Kenapa baru ngomong sekarang sih," Mita akhirnya tersadar. Sepertinya itu memang suara seseorang yang telah membuat masalah pada hatinya. Jantung Mita kembali berdetak lebih kencang, dan ia sangat terkejut saat melihat siapa orang yang duduk di sampingnya ternyata bukanlah Dira.
"Ar–ka," Mita mengucek matanya untuk memastikan orang yang ada di sampingnya saat ini, bukannya tadi ia bersama Dira tapi kenapa tiba tiba ada Arka, Mita masih terus memastikan penglihatannya, ia takut kalau saat ini ia hanya sedang berhalusinasi.
"Ini beneran Lo Ar?"
"Iya ini aku," jawab Arka.
"Apa aku benar benar tidak salah lihat?" gumam Mita yang terlihat kebingungan.
Plak!
Mita tiba tiba menampar pipi Arka dengan keras.
"Aw! Kenapa malah ditampar?"
__ADS_1
"Ini beneran kamu? Apa kamu juga mendengar semuanya?" ucap Mita yang masih terkejut bercampur malu.
"Iya aku mendengar semua pernyataan cinta kamu," ucap Arka sambil tersenyum kearah Mita yang wajahnya sudah terlihat memerah.
"Ish ... benar benar memalukan, kenapa gue bisa gak sadar sih kalau orang yang duduk di samping gue adalah Arka, si Dira juga kemana sih kok dia gak kasih tau gue kalau Arka ada di sini," ucap Mita dalam hati merutuki kebodohannya, sambil mencari cari keberadaan Dira.
"Dira sudah aku suruh pergi, karna Arga juga sudah menunggunya," ucap Arka yang tau kalau Mita sedang mencari keberadaan sahabatnya.
Arka yang melihat Mita masih saja terdiam dengan kepala tertunduk meraih tangannya, dan mengangkat wajah Mita agar menatap ke arahnya.
Mita semakin gugup saat melihat tatapan Arka yang sangat dalam padanya.
"I love you! ..." Arka kembali menyatakan perasaannya.
"Mit kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Arka kembali.
Mita tidak mengatakan apa pun ia hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau ia menerima cinta Arka.
"Iya, bukannya kamu juga sudah mendengar semuanya," ucap Mita.
"Tapi aku ingin mendengar kamu mengatakannya secara langsung, kalau yang tadi kamu kan masih mengira kalau aku adalah Dira," ucap Arka.
"Iya aku mau jadi pacar kamu, dan aku juga cinta sama kamu Arka Kurniawan." Mita akhirnya mengucapkan kata itu secara langsung pada Arka.
Senyum manis terbit dari bibir Arka mendengar kata cinta yang di ucapkan oleh Mita, ia sangat bahagia akhirnya usahanya selama ini tidak sia sia, kini Mita telah resmi menjadi kekasihnya.
Arka yang sedang dilanda perasaan bahagia langsung saja memeluk erat Mita.
"Terimakasih," ucap Arka masih memeluk Mita.
"Aku yang harusnya berterimakasih karna kamu masih mau nungguin aku, maaf kalau aku membuat kamu terlalu menunggu Ar," ucap Mita membalas pelukan Arka.
__ADS_1
"Bahkan jika aku harus menunggu sampai bertahun tahun pun itu bukanlah masalah bagi aku, karna aku benar benar mencintai kamu, dan hanya kamu wanita yang ada di hati aku," ucap Arka melepaskan pelukannya.
"Oh iya Ar soal wanita yang sama kamu tadi pagi itu siapa ya?" tanya Mita yang baru ingat dengan perempuan yang datang bersama Arka.
"Oh dia itu anak rekan bisnis papa aku, orang tuanya minta tolong sama aku untuk menemaninya melihat lihat kampus, sepertinya dia akan pindah ke kampus kita," jelas Arka, ia juga menceritakan pada Mita soal alasan kenapa ia tidak pernah menghubungi Mita selama beberapa hari ini.
"Cuma itu doang kan? Kamu benar benar tidak memiliki hubungan apa apa kan dengan dia? Apalagi tadi kamu terlihat sangat perhatian padanya," tanya Mita dengan tatapan penuh selidik.
"Iya sayangku, aku hanya menemani dia karna papa aku yang suruh. Apa kamu sedang cemburu?"
"Ish, siapa juga yang cemburu aku hanya ingin memastikan saja, siapa tau dia gebetan kamu dan aku gak mau jadi pelakor."
"Ya ampun ternyata kamu kalau lagi cemburu gemes banget, aku jadi pengan cium kamu," ucap Arka bercanda.
"Jangan macam macam Ar, kalau mau lebih dari pegangan tangan kamu harus nikahin aku dulu, enak aja belum halal mau langsung di cium cium," ucap Mita.
"Kalau begitu gimana kalau kita langsung nikah aja, kalau kamu setuju kita langsung ke KUA hari ini juga," ucap Arka.
"Tapi aku belum mau nikah," ucap Mita lalu beranjak dari duduknya, terlebih dahulu meninggalkan Arka.
"Dedek Mita tunggu Abang!" ucap Arka sambil berlari kecil menyusul langkah Mita.
"Astaga aku benar benar menjadi kekasih cowok gesrek itu," gumam Mita sambil geleng geleng kepala melihat kelakuan laki laki yang sudah menjadi pacarnya itu.
Bersambung . . . . .
Jangan lupa like👍🏻
Komen
Favorit and Vote😉
__ADS_1