Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 32 : Menikah lagi


__ADS_3

Dira yang tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada kedua orang tuanya langsung memberikan handphonenya, dan dengan pasrah mengikuti kemana orang orang itu akan membawanya karna mereka menutup mata Dira.


"Apakah aku kualat gara gara keluar rumah saat suami gak ada, apa Mas Arga bakal nyariin aku? Apa ia akan khawatir ketika tidak menemukanku di rumah?" batin Dira yang pasrah dibawa oleh orang orang tersebut dengan mata ditutup.


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil yang membawa Dira berhenti.


"Jangan coba coba melawan kami atau pun berniat untuk melarikan diri, ingat! Keselamatan orang tua kamu ada ditangan mu." Suara seseorang mengancamnya.


"Kalian tidak perlu khawatir, hal itu tidak akan terjadi dan ingat jangan sentuh Papa dan Mamaku," ucap Dira yang dengan pasrah dibawa orang orang tersebut, yang ia pikirkan saat ini hanyalah keselamatan mama dan papanya.


"Siapa mereka sebenarnya, kenapa mereka menculik kedua orang tuaku? Perasaan selama ini Papa dan Mama tidak pernah mempunyai masalah dengan orang lain, tapi mereka membawa ku dan mengancam ku dengan kedua orang tua ku, apa itu artinya orang orang ini tidak menyukai ku dan target mereka adalah aku sendiri, tapi siapa yang melakukan hal ini? Apa mungkin Elena?" batin Dira terus bertanya tanya memikirkan siapa orang yang menculiknya dan apa tujuannya melakukan hal itu.


Sampai akhirnya penutup mata Dira dibuka, dan ternyata mereka sudah berada di sebuah kamar hotel yang terlihat sangat mewah.


"Untuk apa mereka membawa ku ke tempat seperti ini? Bukankah biasanya orang yang diculik akan dibawa ke sebuah rumah kosong yang sudah tidak terawat, tapi ini kenapa mereka malah membawaku ke sebuah kamar mewah seperti ini? Ha, jangan jangan mereka ingin menjualku pada laki laki tua hidung belang," yang hanya berani ia ucapkan dalam hati.


Salah satu orang yang menculik Dira melihat Dira seperti memikirkan sesuatu langsung bertanya.


"Ada apa dengan mu? Apa kamu sedang membuat rencana untuk kabur dari tempat ini? Jangan harap kamu bisa melakukannya," ucapnya yang berpikir jika Dira sedang merencanakan sesuatu.


Saat Dira ingin menjawab pertanyaan orang berbaju hitam tersebut, tiba tiba beberapa orang ikut masuk ke kamar itu.


"Maaf Nona sebelum kami rias, Nona harus membersihkan diri terlebih dahulu," ucap seorang perempuan yang baru saja masuk dan membawa Dira ke kamar mandi.


"Maaf siapa yang akan kalian rias?" tanya Dira sebelum masuk ke kamar mandi.


"Tentu saja anda Nona, bukankah Nona akan menikah hari ini?" ucap perempuan tersebut.

__ADS_1


"Ha! menikah, siapa yang akan menikah? Aku sudah mempunyai suami bagaimana mungkin aku akan menikah lagi? Mungkin kalian salah orang," ucap Dira yang berusaha melepaskan tangannya yang di pegang oleh kedua orang itu.


"Ikuti saja apa yang kami katakan jika ingin orang tuamu selamat," orang berbaju hitam itu kembali memperingati Dira.


"Tapi bagaimana mungkin aku bisa menikah, sementara aku sudah mempunyai seorang suami, apa kalian sedang bercanda?" ucap Dira.


"Tidak ada yang bercanda, ini memang kenyataannya, kamu hari ini harus menikah dengan bos kami karna suami mu sendiri yang sudah menjual mu pada bos kami," ucap salah orang berbaju hitam.


"Hahaha ... kalian pasti ingin membodohiku, kan? Mana mungkin suamiku melakukan hal itu! Suamiku bukanlah laki laki seperti itu!" teriak Dira yang tidak terima orang tersebut membawa bawa suaminya dalam situasi gila ini.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak satu hal yang harus kamu ingat keselamatan orang tuamu bergantung pada mu." Ancamnya kembali dan pergi meninggalkan Dira, yang menyisakan 3 orang perempuan yang akan meriasnya.


Akhirnya Dira pun pasrah mengikuti apa yang dikatakan orang orang tersebut demi keselamatan orang tuannya.


"Apakah Mas Arga benar benar melakukan hal ini? Tapi bagaimana mungkin? Mas Arga bukanlah orang yang kekurangan uang untuk apa ia harus melakukan hal yang tidak bermoral seperti ini, bagaimana ini, kalau aku mencoba kabur keselamatan Papa dan Mama akan terancam," gumam Dira sambil membenturkan kepalanya dengan pelan ke meja.


"Bagaimana aku bisa tenang disaat situasi seperti ini? Kalian tidak tau apa yang aku rasakan, jadi kalian rias saja wajah ku dengan asal tidak perlu terlihat cantik," ucap Dira kesal.


"Nona sangat beruntung, mempelai prianya sangat tampan loh ..." ucap salah satu MUA yang sudah melihat calon suami Dira.


"Suamiku juga tampan, aku yakin suamiku pasti jauh lebih tampan dari pada orang gila yang ingin menikahi istri orang itu," ucap Dira semakin kesal.


Ketiga orang tersebut akhirnya mengalah, tidak menjawab ucapan Dira kembali dan melanjutkan pekerjaan mereka untuk membuat Dira terlihat cantik memukau.


"Silahkan ganti bajunya dulu nona." ucap MUA tersebut membawakan baju pengantin untuk Dira gunakan.


Dengan tidak semangat Dira mengambil baju pengantin tersebut, dengan dibantu MUA akhirnya Dira sudah menggunakan baju pengantinnya, baju itu terlihat pas dan semakin cantik saat ditubuh Dira.

__ADS_1



"Bajunya sangat cocok dan terlihat pas ditubuh anda, sepertinya calon suami anda sangat pintar memilih apa yang cocok untuk anda gunakan," ucap salah satu MUA.


"Iya benar, anda benar benar terlihat semakin cantik menggunakan gaun ini Nona, anda sangat beruntung mempunyai suami bukan cuma tampan tapi sangat perhatian," ucap salah satunya lagi memuji calon suami yang katanya ganteng itu.


"Apanya yang beruntung, suamiku jauh lebih tampan dan perhatian dari pada laki laki yang kalian puja puja itu, jika kalian melihatnya aku yakin mata kalian tidak akan berkedip melihat ketampanan suamiku," ucap Dira dengan penuh percaya diri membanggakan Arga, karna memang benar suaminya itu sangatlah tampan.


"Isshh, bagaimana bisa dia akan menikah dengan istri orang, apa aku benar benar sudah dijual," gumam Dira prustasi.


Tidak lama setelah itu tiba tiba seseorang masuk dan mempersilahkan Dira untuk ke luar ke tempat acara.


"Apa semuanya sudah siap, sebentar lagi acara akan dimulai, kalian bawa pengantinnya keluar."


Dira yang digiring keluar hanya pasrah mengikuti langkah orang orang tersebut.


"Astaga, aku benar benar tidak habis pikir dengan situasi ini, jangan jangan aku sedang di prank, ini benar benar gila bagaimana mungkin aku akan menikah lagi dan mempunyai dua suami, atau jangan jangan ini cuma mimpi," ucap Dira dalam hati.


Pikiran Dira saat ini benar benar sudah melayang entah kemana, bahkan ia sampai tidak menyadari seseorang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan terpesona penuh cinta.


"Tuhan apa yang harus aku lakukan, jika aku kabur maka keselamatan kedua orang tuaku taruhannya," Dira terus berjalan dengan terus menunduk, tanpa memperdulikan orang orang disekitarnya, sampai suara seseorang yang sangat dikenalnya menyadarkannya.


Orang tersebut mengulurkan tangannya pada Dira sambil berucap dengan tatapan penuh cinta.


"Akhirnya aku bisa melihat wajah cantik istriku dari dekat.


Bersambung . . . . . .

__ADS_1


JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN AND FAVORITπŸ˜‰πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»


__ADS_2