Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 23 : Pelajaran dari Arga


__ADS_3

Happy Reading . . . . . . . . .


.


.


.


Esok harinya Dira tidak diperbolehkan ke kampus oleh Arga, padahal Dira sudah meyakinkan Arga jika dia baik baik saja tapi tetap saja Arga tidak memperbolehkannya, apalagi di sana ada mama mertuanya yang menemani Dira jadi ia hanya bisa pasrah dan menuruti perkataan Arga agar ia tetap di rumah.


Pagi pagi sekali Rika sudah datang ke apartemen putranya, dari semalam ia tidak henti hentinya mengomeli Arga karena tidak bisa menjaga Dira, Arga hanya diam saja mendengarkan Omelan mamanya yang terus menyalahkannya, sementara Dira merasa tidak enak dengan suaminya.


"Kamu gimana sih Ga, masak jagain istri sendiri gak bisa, apa mama mesti bawa Dira balik ke rumah biar dia baik baik aja," ucap mama Arga.


"Maaf," hanya kata itu yang keluar dari mulut Arga, dari pada nanti mamanya beneran bawa Dira pulang kan bisa berabe urusannya.


"Ma, itu bukan salah mas Arga kok, lagian Dira juga udah baik baik aja, udahan ya ma marahin mas Arga,,,," ucap Dira yang merasa tidak enak dengan suaminya.


"Iya, tapi kamu beneran gak mau ke dokter?" Tanya mama Arga.


"Enggak usah ma, aku udah gak kenapa napa kok," ucap Dira meyakinkan mertuanya.


"Ya udah Ma aku ke kampus dulu, aku titip Dira sama mama, inget Ra kamu harus banyak istirahat, aku berangkat dulu  assalamualaikum,,,," ucap Arga pamit


"Wa'alaikumussalam,,,," jawab Rika dan Dira bersamaan.


Arga segera beranjak untuk ke kampus, ia harus memberikan pelajaran kepada ketiga perempuan yang sudah berani menyakiti istrinya.


"Bagus!" Arga melajukan mobilnya dengan senyum misteriusnya setelah menerima telpon dari seseorang, entah apa yang dikatakan orang tersebut ditelpon.


*


*


Sementara di sebuah cafe dekat kampus Gita dan kedua temannya sedang meminta tolong pada Elena untuk membantu mereka agar tidak dikeluarkan dari kampus.


“Elena, lo harus tanggung jawab! Gara gara permintaan lo kita bertiga harus di keluarin dari kampus, lo bisa kan bantuin kita biar nggak di keluarin, bokap lo juga salah satu donatur di kampus ini kan?” ucap Gita, ia terus berusaha agar Elena membantunya.


“Gue gak bisa," jawab Elena. “Lagian gue Cuma nyuruh kalian buat nyebarin fotonya si Dira dan Arga doang, bukannya nyuruh kalian buat melabrak dia apalagi sampai buat dia pingsan, jadi itu urusan kalian, dan lo harus ingat kalok lo gak mau rahasia lo terbongkar jangan bawa bawa nama gue dalam masalah ini!” ancam Elena pada Gita dan pergi meninggalkan cafe.


“Gimana dong Git, gue harus ngomong apa sama orang tua gue kalok tau gue dikeluarin dari kampus?” Ucap salah satu teman Gita.


“Iya bener, coba aja lo gak main tangan sama si Dira pasti Arga gak bakalan buat kita di keluarin seperti ini,” ucap teman Gita yang lain.

__ADS_1


“Arghhh Sial! Seandainya gue tau Dira adalah istrinya Arga gue juga gak bakalan pernah buat masalah sama dia," ucap Gita menyesal.


*


*


Sesampainya di kampus Arga yang baru saja keluar dari mobil langsung disambut dengan pertanyaan dari kedua temannya itu.


“Ga, lo yang buat si Gita dan kedua temannya di keluarin dari kampus?” tanya Ivan.


“Hmm,” yang hanya dijawab deheman oleh Arga.


“Apa gue bilang pasti ini kerjaan dia tapi lo gak percaya,” ucap Arka pada Ivan.


“Bukannya gak percaya gue hanya memastikan aja, karna gue pikir dia bakal melakukan hal yang lebih dari ini, kan lo tau sendiri gimana dia kalok udah menyangkut– yah lo tau sendiri lah,” ucap Ivan tanpa melanjutkan ucapannya, karna pasti Arka tau maksud dari ucapannya, hal yang sudah menjadi rahasia mereka bertiga sejak SMA.


Sedangkan Arga hanya menanggapi dengan datar ucapan kedua temannya dan berlalu meninggalkan Ivan dan Arka.


*


*


Sedangkan di rumah, Dira benar benar sudah merasa bosan, yang ia lakukan hanya rebahan dan main handphone, mama mertuanya benar benar tidak membiarkan Dira beranjak dari tempat tidur selain ke kamar mandi.


"Sayang, kamu beneran gak perlu ke rumah sakit? atau kalok gak mama telpon dokter untuk datang ke sini buat ngecek keadaan kamu," ucap Rika menawarkan Dira untuk ke dokter, ia benar benar merasa khawatir dengan Dira yang kemarin tiba tiba pingsan walaupun menantunya itu sudah berulang kali bilang kalau ia baik baik saja, tapi tetap saja ia merasa khawatir, sedangkan kedua orang tua Dira tidak diberi tau tentang kejadian itu atas permintaan Dira yang tidak ingin mama dan papanya khawatir tentang dirinya.


"bener, kamu gak hanya pura pura terlihat baik baik saja kan?" tanya Rika kembali, yang masih belum yakin dengan Dira.


"Bener Ma, nanti kalo Dira merasa gak enak Dira pasti langsung kasih tau mama," ucap Dira yang masih meyakinkan mertuanya jika ia sudah baik baik saja sampai akhirnya terdengar suara Arga yang baru pulang.


"Assalamualaikum ...."


"Wa'alaikumussalam ..." jawab mama dan Dira bersamaan.


"Gimana kamu sudah enakan?" tanya Arga pada Dira.


"Iya aku dari kemarin juga udah baik baik aja kok, kamu nya aja yang terlalu berlebihan," jawab Dira cemberut.


"Makasih ma udah jagain Dira selama aku ke kampus," ucap Arga.


"Iya, mama malah mau bawa Dira pulang ke rumah, tapi kamu gak ngizinin mama," ucap Rika.


"Ya gak bakalan aku izinin lah ma, bisa bisa Mama gak bakalan balikin istri aku kalau mama bawa pulang," jawab Arga.

__ADS_1


"Dasar," ucap Mama Arga.


"Iya udah, karena kamu udah di sini mama mau pulang dulu, Papa kamu dari tadi telponin mama terus," ucap Rika kemudian beranjak pulang meninggalkan Arga dan Dira.


Malam harinya.


Sebelum tidur Arga melihat Dira sedang meminum sesuatu dan ia pun menghampirinya dan bertanya.


"Kamu minum obat? Itu obat apa?" tanya Arga penasaran.


"eh,,," ucap Dira kaget karena Arga tiba tiba sudah didekatnya. "Oh ... ini Vitamin mas, aku selalu minum ini sebelum tidur," jawab Dira seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari Arga.


"Oh ... vitamin, kirain obat soalnya kemarin kamu kan gak mau diperiksa dokter, takutnya kamu minum obat sembarangan." ucap Arga yang selama ini tidak pernah memperhatikan Dira meminum vitamin sebelum tidur.


Dira dan Arga akhirnya naik ke tempat tidur, Arga menaruh kepala Dira ditangannya menjadikannya sebagai bantal dan mulai bicara.


"Ra, aku berencana untuk kasih tahu anak anak kampus kalok kamu itu istri aku, kamu gak keberatan atau marah kan?" ucap Arga memberi tahu Dira.


"Kenapa aku harus marah? Kamu lupa, aku kan istri Soleha jadi apa pun yang di lakukan suami aku selama itu bukan hal yang buruk aku pasti gak akan keberatan," jawab Dira yang menyebut dirinya istri soleha.


"Beneran?"


"Iya, lagi pula yang harusnya bertanya seperti itu aku, Memangnya kamu gak apa apa mengumumkan tentang pernikahan kita di kampus? Bukannya kamu yang buat kesepakatan untuk merahasiakan soal hubungan kita?" tanya Dira sambil menatap Arga mencari keseriusan dari ucapan Arga yang ingin pernikahannya di ketahui.


"Iya istri Solehah ku, Maaf soal waktu itu," ucap Arga ia merasa malu mengingat kesepakatan yang ia buat sebelum menikah, lalu ia pun memeluk tubuh Dira.


"Selamat tidur istri Sholeh ku," ucap Arga tiba tiba mencium Dira dan kembali mengeratkan pelukannya.


Dira terus memperhatikan wajah Arga yang sudah lebih dulu terlelap dalam tidurnya.


"I love you Arga Rahardian," bisik Dira kemudian ia pun ikut menyusul Arga ke alam mimpi.


.


.


.


Bersambung . . . . .


Jangan lupa like


Komen

__ADS_1


Favorit


Vote😉


__ADS_2