
Selama satu Minggu ini Arga dan Dira benar benar fokus untuk mempersiapkan sidang skripsinya yang akan di lakukan besok pagi. Arga tentu saja dengan sikap cerewetnya tetap tidak membiarkan Dira terlalu lelah dan tetap mengingatkan sang istri untuk tetap istirahat.
"Sayang jangan terlalu keras belajarnya ingat kesehatan kamu, lagi pula aku sangat yakin kamu pasti bisa menjawab pertanyaan pertanyaan besok dengan mudah," ucap Arga. Ia sangat mengetahui bagaimana kemampuan Dira oleh karna itu ia sangat yakin kalau dia pasti bakalan lulus dengan nilai sempurna.
"Iya Mas sebentar lagi aku selesai, aku hanya sekedar mengulang bagian bagian pentingnya saja, kamu bisa istirahat terlebih dahulu, aku nanti nyusul," jawab Dira masih tetap fokus dengan skripsinya.
Arga pun mendekat ke arah meja belajar Dira, ia menarik kursi yang lain dan duduk di samping istrinya yang sedang fokus sambil menaruh kepalanya pada bahu Dira dan memeluk pinggang istrinya itu.
"Jangan terlalu capek sayang, lagian aku mana bisa tidur duluan tanpa memeluk kamu," ucap Arga manja.
"Mas jangan ganggu aku dulu,, aku harus selesaikan ini dulu, kamu mah enak punya otak encer," ucap Dira yang merasa geli karna ulah tangan Arga yang sudah menjalar kemana mana.
"Aku tidak mengganggu sayang, hanya sedikit bermain main," ucap Arga semakin menelusupkan wajahnya pada leher putih Dira dan jangan lupa tangannya yang sudah bertengger di bagian favoritnya.
Dira pun menghentikan kegiatannya dan menatap Arga yang tangan nakalnya semakin tidak bisa di kondisikan lagi.
__ADS_1
Plak!
Dira memukul keras tangan nakal Arga.
"Sayang kenapa aku di pukul?" tanya Arga melepaskan Dira.
"Habisnya tangan kamu nakal," ucap Dira.
"Aku hanya ingin di manja sama istri aku," Rajuk Arga manja sambil menaruh tangan Dira di kepalanya dan meminta Dira untuk mengusapnya.
"Jangan katakan itu," ucap Arga terlihat marah.
"Tapi kamu harus belajar Mas, karna kita tidak tau bagaimana kedepannya nanti, gimana kalau aku–" ucap Dira yang langsung di bungkam oleh Arga.
Arga mencium bibir Dira dengan rakus untuk menyalurkan kekesalannya karna Dira kembali mengatakan hal yang sangat tidak ia sukai.
__ADS_1
Mereka saling menatap dengan napas yang masih tersengal-sengal karna efek ciuman yang dilakukan Arga.
"Jangan pernah katakan itu lagi," ucap Arga setelah napasnya kembali normal. "Sampai kapan pun kamu akan selalu berada di sampingku, aku pasti akan melakukan apa pun untuk membuat mu tetap berada di sisiku," ucap Arga sambil mengusap bibir basah Dira karna ulahnya.
Dira hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia tidak ingin berdebat dengan suaminya itu.
"Sudah cukup belajarnya, ini sudah jam sepuluh lebih, tidak baik untuk kesehatan mu jika tidur terlalu larut, sekarang sudah waktunya kita untuk istirahat," ucap Arga mengusap kepala Dira dan membawa Dira dalam gendongannya dan membaringkannya dengan pelan di atas tempat tidur mereka.
"Selamat tidur istriku," ucap Arga mencium kening Dira sebelum ia ikut membaringkan tubuhnya di samping Dira. Mereka pun tertidur dengan posisi saling memeluk
BERSAMBUNG . . . . .
Jangan lupa di Like👍🏻
Komen
__ADS_1
Favorit and Vote😉