Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 79 : Cinta ditolak dukun bertindak


__ADS_3

Arka melepaskan tangan Mita dan menarik kursi yang akan di duduki oleh Mita.


"Ar ..." ucap Mita masih dengan kebingungannya.


"Udah duduk dulu aku udah pesankan makanan favorit kamu, kita perlu mengisi perut dulu, karna sejak tadi siang kita hanya mengikuti Arga sampai lupa dengan perut kita," ucap Arka berusaha mencairkan suasana, ia menyadari kebingungan Mita.


Mita pun duduk sambil memperhatikan sekelilingnya yang hanya ada mereka berdua di tempat itu, sepertinya Arka sengaja memesan tempat itu khusus untuk mereka.


Arka tidak mungkin akan menembaknya kan? Itulah yang ada di benak Mita saat ini yang semakin membuat jantungnya berdetak tidak karuan.


Mereka pun mulai menikmati makan malam dengan suasana romantis di tempat itu.


Sebenarnya Arka sudah menyiapkan semua ini untuk Mita sejak tiga hari yang lalu, ia berencana untuk menyatakan perasaannya pada Mita dengan serius dan untungnya masalah yang menimpa Dira cepat selesai, jadi ia tidak harus menunda semua rencana yang telah ia persiapkan untuk malam ini.


Arka yang sudah selesai terlebih dahulu dengan makannya terus menatap Mita yang masih menikmati menu makan malam yang ia pesankan. Entah kenapa Arka tiba tiba merasa grogi biasanya ia sangat santai dan selalu mengatakan apa pun yang ingin ia katakan tanpa berpikir banyak, tapi kali ini rasanya berbeda bahkan tangannya sampai mengeluarkan keringat saking gugupnya, bahkan kata kata romantis yang sudah ia hapalkan sejak kemarin lenyap begitu saja.


"Buset gini amat ya rasanya mau menyatakan cinta, gue udah ngerasa kayak mau sidang skripsi aja. Gimana kalau Mita nolak gue?" batin Arka.


"Ah sudah lah apa pun jawaban Mita nanti gue harus siap, gue gak mungkin mundur sebelum berperang," batin Arka yang berusaha menetralkan degup jantungnya. Ia harus bisa menerima dengan lapang dada apa pun keputusan Mita nantinya.


"Gue udah selesai ayo," ajak Mita yang sudah selesai dengan makanannya langsung mengajak Arka untuk pulang.


"Tunggu dulu Mit, ada yang mau aku katakan sama kamu," ucap Arka mencegah Mita yang hendak bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Lo mau ngomong apa Ar, jangan bilang Lo mau nyuruh gue buat bayar semuanya? Gue gak mau ya Ar kan yang ngajak gue makan di sini Lo jadi yang bayar juga harus lo," ucap Mita.


"Kamu tenang aja aku yang akan bayar semuanya, karna makan malam ini memang aku siapkan khusus buat kamu," ucap Arka.


"Syukurlah kalau gitu," ucap Mita bernapas lega.


"Mita," ucap Arka meraih tangan Mita yang langsung tertegun karna hal itu, apalagi Arga tiba tiba berlutut di hadapannya dengan tatapan Arka yang terlihat berbeda.


"Mit, sebenarnya aku sengaja ngajak kamu ke tempat ini, karna aku memang sudah mempersiapkan semuanya khusus untuk malam ini, kamu pasti sudah tau kalau aku sudah lama menyukaimu," ucap Arka yang terlihat menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Mita Rastanty mau kah kamu menjadi pacarku?!" ucap Arka langsung dengan suara tegas sambil menatap Mita dengan tatapan penuh cinta.


"Ar ..." ucap Mita.


"Apa pun jawaban kamu aku akan terima, jadi katakan saja dengan jujur."


Arka pun langsung berdiri saat mendengar penolakan dari Mita, ia memegang bahu Mita yang terlihat merasa bersalah padanya, Arka menatap Mita seakan akan mengatakan kalau ia baik baik saja dengan penolakan Mita.


"Maaf," ucap Mita lirih.


"Kenapa harus minta maaf? Kamu tidak salah apa apa, bukankah cinta tidak bisa dipaksakan? Itu lebih baik dari pada kamu menerima pernyataan cintaku, sementara di hati kamu masih tersimpan nama pria lain, itu akan lebih menyedihkan dari pada penolakan mu, lagi pula bukankah masih ada hari esok untuk membuat kamu mencintaiku, jadi jangan menatapku dengan tatapan menyedihkan itu," ucap Arka sambil tersenyum untuk menutupi kekecewaannya.


"Sekali lagi maaf," ucap Mita. Ia benar benar merasa bersalah pada Arka. Tapi ia tidak bisa menerima cinta Arka, karna ia sendiri masih belum memahami perasaannya sendiri, akhir akhir ini ia memang merasa nyaman bersama Arka, tapi untuk cinta ia sendiri masih belum tahu, apakah ia memiliki perasaan pada Arka atau hanya sebatas rasa nyaman yang ia rasakan untuk sementara.

__ADS_1


"Udah santai aja, gak usah liatin aku kayak gitu, aku beneran gak papa, kalau kamu terus terusan minta maaf itu akan semakin membuat aku terlihat menyedihkan, udah ayo kita pulang nanti kamu bisa kena omel orang tua kamu lagi karna pulang telat," ucap Arka.


"Emangnya aku Dira yang harus pulang sebelum jam sepuluh malam," ucap Mita sambil melirik jam tangannya.


"Ar kamu gak marah kan? Kita masih bisa berteman kan?" tanya Mita kembali.


"Iya kamu tenang aja jangan berpikiran yang macam macam, lagian aku sudah punya rencana," ucap Arka.


"Rencana apa?" tanya Mita penasaran.


"Rencana ke dukun," jawab Arka.


"Kamu mau ngapain ke dukun, dasar aneh," cibir Mita menatap Arka. Ia tidak habis pikir dengan laki laki di sampingnya itu, ia pikir Arka akan langsung pergi meninggalkannya karna penolakan yang ia lakukan padanya.


"Iya, seperti kata salah satu pepatah, cinta di tolak dukun bertindak, jadi malam ini aku akan langsung pergi ke dukun biar kamu klepek klepek sama aku," ucap Arka dengan ekspresi anehnya .


Mita hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Arka, bahkan di saat cintanya ditolak, laki laki itu masih bisa bisanya mengeluarkan leluconnya.


Mereka pun segera beranjak dari tempat itu dengan canda tawa untuk menutupi perasaan mereka masing masing.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa like👍🏻

__ADS_1


Komen


Favorit and Vote😉


__ADS_2