
Dira mencubit pinggang Arga yang terus menggodanya.
"Aw! Sakit sayang, bukannya dicium malah dicubit," ucap Arga menggoda Dira.
"Mas aku malu, gak usah bahas soal ciuman," ucap Dira menelusup kan wajahnya di dada bidang Arga.
Arga malah semakin gemas melihat tingkah Dira yang malu malu. Ia tertawa bahagia malam ini, walaupun merasa geli karena ulah Dira ia tetap berusaha menahannya.
Malam ini ia merasa lega karena ia akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya pada wanita yang ia cintai selama ini secara diam diam.
Arga terus menghirup aroma tubuh dira yang sekarang telah menjadi candu baginya dan mencium istrinya itu dengan gemas sebelum akhirnya ia terlelap ke alam mimpi.
*
*
Dira yang terlebih dahulu bangun terus memandangi wajah Arga, ia masih merasa semua ini hanya mimpi, akhirnya cintanya terbalas Arga memiliki perasaan yang sama dengannya.
"Selamat pagi ..." ucap Dira begitu melihat Arga membuka matanya sambil merapikan rambut Arga yang berantakan.
Arga yang terbangun menatap Dira dengan penuh cinta, ia merasa bahagia melihat senyum manis Dira yang sedang mengelus rambutnya dengan sayang.
"Pagi sayang," jawab Arga dengan suara serak khas bangun tidurnya, ia kembali menelusupkan wajahnya ke dalam pelukan Dira.
"Mas bangun," ucap Dira.
"Hm ... ."
"Ayo bangun ..." Dira kembali membangunkan Arga yang semakin erat memeluk tubuhnya.
"Mas katanya hari ini mau ke kampus, ayo cepet bangun nanti kita telat," ucap Dira kembali.
Arga pun akhirnya bangun lalu mendudukkan tubuhnya dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, namun sebelum itu ia mencium kening Dira.
Sementara Dira seperti biasa menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh Arga dan membuat sarapan.
Arga dan Dira berangkat ke kampus tepat jam 7.30, sepanjang perjalanan Arga terus menggenggam tangan dira, bahkan di mobil Arga tanpa ragu terus mencium tangan Dira, hal itu membuat Dira tersipu malu dengan perlakuan manis Arga.
Arga terus tersenyum sambil menggenggam tangan Dira, beberapa mahasiswa perempuan yang melihat hal itu terpesona melihat senyum Arga yang jarang sekali mereka lihat.
"Woy! Gandengan mulu Ga, Dira gak bakalan kemana mana kok, gak usah Lo kekep terus," ucap Arka yang tiba tiba muncul di belakang mereka.
"Sirik aja Lo," ucap Arga tanpa melepaskan tautan tangannya dengan Dira.
"Mending Lo cari dedek Mita Lo aja deh Ar, siapa tau hari ini dia khilaf dan mau nerima Lo jadi pacarnya, biar gak jomblo kasian gue liatnya," ucap Ivan.
"Hahaha!!! kasian banget Lo Arka, harus nunggu Mita khilaf dulu baru bisa menghilangkan status jomblo Lo," ucap Dira ikutan mengejek Arka.
__ADS_1
"Hahahaha....." mereka tertawa melihat ekspresi Arka yang kesal.
"Sialan kalian," umpat Arka yang jadi bahan olok olokan kedua temannya dan Dira.
"Eh, tapi Van bukannya Lo juga jomblo sama kayak Arka? Berarti Lo juga bakalan nungguin cewek cewek khilaf baru bisa punya pacar," ucap Dira.
"Rasain kena juga kan Lo," ucap Arka pada Ivan.
"Udah, kalian berdua juga kalok gak dijodohin pasti sampai sekarang kalian masih menyandang status jomblo, terutama Lo Dir," ucap Mita yang tiba tiba datang dan ikut menimpali candaan mereka.
"Hahahaha,,,,," Arka dan Ivan tertawa mendengar ucapan Mita.
"Ishh Lo mah suka gitu Mit," ucap Dira cemberut.
"Udah sayang biarin aja kita gak usah dengerin ocehan mereka," ucap Arga melanjutkan langkahnya dengan tetap menautkan tangannya.
"Anjay, baru semalam udah sayang sayangan aja," ucap Arka.
"Dedek Mita kita juga kayak mereka yuk, nikah muda sama Abang Arka biar bisa sayang sayangan," ucap Arka pada Mita.
"Ishh ... amit amit gue nikah sama Lo," ucap Mita bergidik ngeri.
"Hahahaha...!" Ivan malah tertawa melihat Arka dan Mita.
*
*
"Dira, terimakasih," ucap Gita.
"Buat apa?" tanya Dira bingung.
"Berkat Lo kita bertiga gak jadi dikeluarin dari kampus," jawab Gita.
"Iya Dir, makasih Lo udah bantuin kita," ucap teman Gita.
"Oh, soal itu, iya sama sama tapi kalau kalian mengulanginya lagi maaf gue gak bisa bantu lagi," ucap Dira.
"Iya gue janji gak bakalan ngelakuin hal jahat ke Lo lagi," ucap Mita.
"Bukannya cuma sama gue, tapi siapa pun buat semua yang terjadi jadi pelajaran buat kalian, gue juga minta maaf udah nampar Lo Gita," ucap Dira.
"Iya, sekali lagi makasih Dir Lo udah mau maafin kita dan ngomong sama Arga biar kita gak jadi dikeluarin," ucap Gita kembali.
"Iya," ucap Dira tersenyum.
"Iya asal minta maaf nya tulus dari hati, bukan sandiwara doang," ucap Mita yang kesal dengan mereka.
__ADS_1
"Mit ..." ucap Dira menyenggol lengan Mita.
"Kalau gitu kita pergi dulu Dir, sekali lagi makasih," ucapnya lalu beranjak meninggalkan Dira.
"Lo beneran udah maafin mereka, setelah apa yang mereka lakuin ke Lo?" tanya Mita.
"Iya lagian membuat mereka di keluarkan dari kampus menurut gue itu terlalu berlebihan, kasian mereka, gue juga pasti akan merasa bersalah karena telah membuat orang lain kehilangan masa depannya cuma karena kesalahpahaman," ucap Dira.
"Lagi pula itu bukan full salah mereka, mereka ngelakuin hal itu karena tidak tau gue sama Arga sudah menikah, jadi gue sama Arga juga salah karena gak mengungkapkan pernikahan kita sehingga membuat orang lain salah paham."
"Lo emang besti gue, gak salah Lo berteman ama gue, jadi ketularan baik kan Lo," ucap Mita sambil tertawa.
"Dasar," ucap Dira tersenyum,
"Ngomong ngomong gue perhatiin Lo hari ini keliatan bahagia banget Dir," tanya Mita yang dari pagi melihat Dira terus tersenyum.
"Keliatan banget ya Mit,"
"Banget," ucap Mita.
"Kayaknya gue harus traktir Lo sepuasnya hari ini Mit," ucap Dira.
"Ha,,, Lo bakal traktir gue dalam rangka apa?" tanya Mita dengan ekspresi terlihat bingung dangan ucapan Dira.
"Lo lupa sama ucapan Lo waktu di apartemen beberapa hari yang lalu," ucap Dira mengingatkan Mita.
Mita yang mulai ingat dengan ucapannya di apartemen waktu itu membulatkan matanya.
"Wah! Anindira jangan bilangβ ha, jadi tebakan gue waktu itu benar?" ucap Mita girang yang dibalas anggukan oleh Dira.
"Lo serius," lagi lagi dibalas anggukan oleh Dira. "Selamat ya Dir,,, akhirnya cinta Lo terbalas," ucap Mita memeluk sahabatnya, ia ikut senang mendengar hal itu.
"Berarti hari ini gue bisa makan gratis sepuasnya dong?" ucap Mita.
"Iya tenang aja hari ini Lo bisa pesan sepuasnya," jawab Dira.
"Tapi gak disini juga kali Dir,"
"Ok ayok kita cari makan enak di tempat lain, Lo bebas pilih mau makan dimana," ucap Dira, lalu beranjak dari kantin kampus bersama Mita, tanpa mereka sadari seseorang mengepalkan tangannya mendengarkan pembicaraan mereka, dan orang itu adalah Elena.
"Gue gak akan menyerah buat dapetin Arga, kalok gue gak bisa dapetin dia orang lain juga gak akan gue biarin buat bersama Arga termasuk Lo Dira," gumam Elena.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung . . . . . .
JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN AND FAVORITπππ»ππ»ππ»ππ»ππ»