
Happy Reading . . . . . . . . . .
.
.
.
"Woy!" teriak Arka.
Dira dan Arga begitu kaget mendengar suara Arka, Dira yang ingin turun dari pangkuan Arga malah ditahan oleh Arga.
Arka yang kembali lagi ke cafe untuk mengambil Handphone nya yang tertinggal malah disuguhkan dengan pemandangan kedua pasangan pengantin baru yang sedang bermesraan tidak tau tempat itu.
"Astaga ... kalian bener bener ya, mentang mentang udah halal mesra mesranya tanpa melihat tempat," ucap Arka menghampiri Arga dan Dira.
"Ngapain Lo ada di sini? Bukannya tadi Lo udah pulang?" tanya Arga, Dira menyembunyikan wajahnya di dada Arga, ia benar benar malu dengan Arka.
"Ck,,, ni gue cuma mau ambil hp gue yang ketinggalan," jawab Arka menunjukkan hp yang baru saja ia ambil di meja dekat Arga dan Dira.
"Kalian gak pulang? Mau terus mesra mesraan di sini? Acara pangku pangkuannya mending di lanjutin di rumah," Cerocos Arka.
"Terus Lo mau sampai kapan nontonin kita bermesraan di sini? Hp Lo udah ditangan Lo kan mending sekarang Lo pergi." Usir Arga, sementara Dira Semakin menyembunyikan wajahnya saking malunya.
"Ya elah Ga,,, oke gue bakalan pergi gak bakalan gangguin kalian berdua," ucap Arga dan ia pun segera beranjak dari cafe meninggalkan Arga dan Dira.
"Ingat lanjutinnya di rumah aja, jangan di sini," ucap Arka kembali mengingatkan Arga sambil tertawa.
"Ih Mas aku malu, kamu sih udah dibilangin jangan disini," kesal Dira yang masih berada dipangkuan Arga.
"Malu tapi kamu masih nyaman dipangkuan aku," ucap Arga menggoda Dira.
Dira yang merasa malu langsung turun dari pangkuan Arga dan keluar dari cafe dengan ekspresi kesalnya meninggalkan Arga yang gemas dengan istrinya itu.
"Kamu mau kemana?" teriak Arga sambil berjalan di belakang Dira.
"Pulang," ucap Dira ketus.
"Oh kamu mau lanjutin yang tadi di rumah," ucap Arga mengikuti Dira yang sudah keluar dari cafe.
"Aku gak mau ngomong sama Mas Arga! Aku lagi ngambek," ucapnya dan masuk ke mobil.
__ADS_1
"Ngambek kok pakai laporan Ra," ucap Arka gemas dengan Dira.
Selama perjalanan Dira masih mendiami Arga, tanpa memperdulikan ocehan Arga yang terus menggodanya.
"Ra, diemin suami itu dosa loh," ucap Arga.
"Anindira ku tersayang, istri Soleha nya mas Arga ngambeknya udahan ya," ucap Arga kembali tapi Dira tetap bungkam.
Sampainya di apartemen Dira meninggalkan Arga yang masih memarkirkan mobilnya.
"Astaga gawat, beneran ngambek nih," ucap Arga lalu menyusul sang istri yang sedang dalam mode ngambek.
"Ra ... udahan dong ngambeknya, dosa loh Ra mendiamkan suami," Arga terus membujuk Dira yang tetap diam.
"Ra aku lapar, kamu gak akan masak? Gimana kalau kita makan malamnya di luar," Arga masih terus membujuk Dira.
Dira tetap tak menghiraukan ucapan Arga dan keluar dari kamar menuju dapur, ia pun mulai memasak untuk makan malam tanpa menghiraukan keberadaan Arga yang terus mengikutinya seperti anak ayam.
"Astaga ini gawat dia beneran marah gara gara kejadian tadi, gimana cara membujuknya, tapi kenapa dia terlihat semakin menggemaskan kalau lagi ngambek kayak gini," batin Arga sambil terus memperhatikan Dira yang sedang sibuk dengan bahan masakannya.
Di meja makan Dira tetap melayani Arga seperti biasa, hanya saja ia tetap diam tanpa berucap sedikit pun.
"lama lama serem juga liat dia marah, kenapa dia ngambeknya lama banget sih, aku mana tahan di diamkan kayak gini terlalu lama," ucap Arga dalam hati.
Arga masuk ke kamar dan menghampiri Dira yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Ra, udahan dong marahnya," Arga masih berusaha membujuk Dira dan duduk di samping Dira.
"Kamu mau apa aku bakalan turutin asal jangan diemin aku kayak gini, kamu mau hukum aku, aku bakalan terima hukuman dari kamu, ayolah katanya istri Soleha tapi kok ngambeknya lama," ucapnya namun Dira masih tetap diam.
"Sayang, aku janji gak bakalan kayak gitu lagi," ucap Arga kembali membujuk Dira dengan menyebut kata sayang.
Dira yang mendengar kata sayang keluar dari mulut Arga lagi lagi merasakan jantungnya berdetak kencang.
"Gak usah panggil aku sayang kalok nggak dari hati." ketus yang hendak beranjak dari kamar.
Arga yang mendengar ucapan Dira langsung menarik tangan Dira.
"Itu memang dari hati Ra," ucap Arga.
"Maksudnya?" tanya Dira bingung.
__ADS_1
"Kata sayang yang aku ucapkan tadi memang dari hati, aku sayang kamu Anindira bahkan cinta," ucap Arga langsung mengungkapkan isi hatinya selama ini, ia yang sudah tidak tahan di diamkan Dira akhirnya menyatakan cintanya tanpa adanya kejutan romantis seperti yang ia rencanakan sebelumnya.
Apakah Arga sedang menyatakan cinta padanya, apakah ini nyata bukan sekedar mimpi, Arga mencintainya, cintanya terbalas.
kata kata itu terus berseliweran di pikiran Dira.
"Ra,,," panggil Arga yang melihat Dira bengong sambil melambai lambaikan tangannya dihadapan wajah sang istri untuk menyadarkannya.
Dira mulai tersadar dan mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha menyadarkan dirinya kembali jika yang barusan ia dengar bukanlah mimpi.
"Ih aku masih kesel gak usah rayu rayu aku," ucap Dira asal saking gugupnya dan melepaskan genggaman tangan Arga.
Arga langsung menarik tangan Dira dan memegang dagunya mendekatkan bibirnya dengan bibir Dira, menarik tengkuk Dira dan mencium bibirnya dengan lembut.
Dira yang mendapatkan ciuman secara tiba tiba semakin di buat membeku tanpa membalas ciuman Arga, ia merasakan aliran darahnya seperti berhenti, debaran di jantungnya semakin kencang ia yakin pasti Arga bisa mendengarkan suara detak jantungnya itu. Ia hanya bisa memejamkan matanya menerima ciuman mendadak dari Arga.
Arga melepaskan ciumannya dan menempelkan keningnya pada kening Dira. "Semua yang aku katakan barusan adalah tulus dari hati aku, aku benar benar jatuh cinta pada mu Anindira istri ku," ucap Arga sambil memandang wajah Dira dengan penuh cinta.
"Apakah itu benar, bukan sekedar rayuan biar aku gak mendiamkan Mas?" tanya Dira masih belum percaya.
"Tatap mata aku, apakah semua perlakuan aku selama ini belum cukup untuk membuktikan perasaan aku ke kamu, kamu tau aku dari SMA Ra, aku bukan tipe laki laki yang suka menggombal dengan kata kata manis, semua perlakuan aku ke kamu itu tulus dan ucapan aku barusan bukanlah suatu kebohongan itu tulus dari hati aku, aku benar benar mencintai kamu, aku telah jatuh cinta padamu Anindira Putri, jauh sebelum kita menikah." Arga kembali mengungkapkan perasaannya.
Dira yang mendengar kata cinta dari Arga langsung memeluk tubuh Arga dengan erat tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Akhirnya Arga membalas cintanya, malam ini ia mendengarkan kata cinta itu dari Arga, hal yang selalu ia harapkan yang ia anggap hanya sebuah mimpi yang tidak akan terwujud. Dira benar benar sangat bahagia, ia tidak pernah sebahagia ini.
Arga juga membalas pelukan Dira dengan terus mengucapkan kata cinta, walaupun tidak ada jawaban dari Dira tapi ia yakin jika Dira juga merasakan seperti yang ia rasakan.
"I love you Anindira," ucap Arga kembali.
Dira melepaskan pelukannya dan menatap wajah Arga dan membalas kata cinta Arga.
"I love you to suamiku," ucap Dira dan berjinjit mencium pipi Arga.
"Kok cuma sebelah, yang ini juga belum," ucapnya menunjuk bibirnya yang membuat pipi Dira menjadi bersemu merah.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung . . . . . .
JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN AND FAVORITπππ»ππ»ππ»ππ»ππ»