Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 85 : Arga dan Dira


__ADS_3

"Halo Ga Lo lagi dimana?" tanya Arka lewat sambungan telpon.


"Di rumah, emangnya kenapa?" Arga balik bertanya.


"Ga temenin gue dong ... Lo gak kasian apa sama sahabat Lo ini?" ucap Arka.


"Nggak," jawab Arga singkat.


"Sumpah kalian bener bener sahabat gak ada akhlak, udah nyuruh gue buat mendiamkan dedek kesayangan gue, sekarang malah nggak bertanggung jawab dan dengan teganya biarin gue sendiri sementara lo sekarang sedang asik asik ngebucin di rumah," keluh Arka.


"Gak usah lebay Ka baru juga dua hari, apa kabar gue yang sampai satu Minggu harus cuekin Dira," ucap Arga mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu saat Devi dan kedua temannya itu membantunya untuk membuat kejutan untuk Dira.


"Udah gak usah terlalu banyak ngeluh, mending Lo banyak berdoa supaya Mita juga memiliki perasaan sama Lo, gue tutup dulu Lo udah terlalu lama menyita waktu gue buat bermesraan sama istri gue," ucap Arga lalu memutuskan sambungan telponnya tanpa mendengarkan ucapan Arka kembali.


"Yah malah di matiin lagi, udah gitu pakek pamer lagi, udah tau gue jomblo," gumam Arka yang panggilan telponnya di putuskan secara sepihak oleh Arga..


Ting!


Arka mendapatkan pesan singkat dari Arga dan Ivan secara bersamaan.


"Ingat jangan coba coba buat hubungi Mita dulu." Arga.


"Ingat tahan dulu rasa rindu Lo itu dan jangan lupa buat sungkem sama gue." Ivan.

__ADS_1


"Wah,,, mereka bener bener kompak buat gue sengsara kayak gini," ucap Arka kesal tapi tetap mengikuti saran kedua sahabatnya itu.


"Baiklah kali ini gue bakalan nurut sama ucapan dua curut itu," ucap Arga menghela napas panjang, menikmati kesendiriannya.


"Kamu udah selesai sayang?" tanya Arga pada Dira.


"Iya aku baru aja selesai, oh iya tadi siapa yang nelpon Mas?" tanya Dira yang sedang membereskan laptopnya, karna ia baru saja selesai mengerjakan bab skripsinya.


"Arka," jawab Arga.


"Kenapa lagi dia?"


"Biasa soal sahabat kamu Mita," jawab Arga.


"Sayang," ucap Arga tiba tiba memeluk Dira dari belakang.


"Ada apa Mas?" ucap Dira sambil mengelus tangan Arga yang melingkar di pinggangnya.


"Apakah aku boleh melakukan itu?" tanya Arga sambil mengendus leher Dira dari samping.


Dira pun membalikkan tubuhnya menghadap Arga, ia tau apa maksud dari ucapan suaminya itu.


"Lakukan Mas, aku adalah istrimu, kamu berhak atas semua yang ada padaku," ucap Dira menatap wajah Arga sambil mengelus rahang kokohnya.

__ADS_1


"Apakah kamu akan baik baik saja?" tanya Arga. Ia menginginkan istrinya tapi ia khawatir dengan kondisi Dira, ia takut kalau Dira sampai kenapa napa, karna itu ia berusaha untuk menahan keinginannya.


Dira tersenyum lembut mendengar pertanyaan suaminya. "Aku memang sakit, tapi insyaallah aku masih mampu melayani kamu Mas," jawab Dira lalu terlebih dahulu mencium Arga.


Arga tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan membalas perlakuan Dira.


"Aku akan melakukannya dengan lembut," ucap Arga kemudian mengangkat tubuh Dira dan membaringkannya di atas tempat tidur.


Arga benar benar memperlakukan istrinya dengan penuh kelembutan, mereka bersama sama melewati malam yang panjang dengan perasaan penuh cinta.


Kamar yang semulanya dingin kini telah berubah menjadi panas dengan suara suara kenikmatan dari pasangan suami istri yang saling merengkuh dalam kenikmatan.


"Terimakasih sayang," ucap Arga mencium kening Dira lalu menyelimuti tubuh polos mereka.


Dira yang sudah sangat kelelahan hanya menanggapi ucapan suaminya dengan tersenyum, menelusupkan wajahnya pada dada bidang Arga dan menit berikutnya ia sudah langsung terlelap dalam dekapan Arga.


Bersambung . . . . .


Jangan lupa like👍🏻


Komen


Favorit and vote😉

__ADS_1


__ADS_2