Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 97 JTK (Jodoh teman kelas)


__ADS_3

Dira telah sampai di cafe Adira milik suaminya yang sekarang di bantu kelola oleh Arka dan Mita sejak beberapa bulan yang lalu sejak Arga resmi menggantikan posisi sang ayah sebagai CEO di Aditama group milik keluarganya.


Adira cafe kini sudah semakin terkenal terutama di kalangan anak muda, pengunjung yang datang semakin ramai setiap harinya, bahkan Arga juga sudah mulai membuka cabang di beberapa kota.


"Terimakasih pak ... Bapak bisa menunggu di dalam, kalau saya terlalu lama bapak bisa pulang duluan," ucap Dira sopan pada sopir yang mengantarnya.


"Sama sama Non, saya akan menunggu di sini sampai Non Dira selesai," jawab sopir tersebut, ia sangat bersyukur memiliki majikan seperti Dira yang selalu menghargai orang yang lebih tua tanpa melihat status sosialnya.


Dira pun langsung masuk ke dalam cafe, ia tersenyum begitu melihat sahabatnya Mita.


"Dira ...!" heboh Mita sambil berjalan cepat mendekati Dira. "Kangen banget gue sama Lo Dir, sekarang kita udah jarang ketemu kayak dulu," ucap Mita sambil memeluk Dira.


"Gak usah lebay Mit, udah lepasin pelukan Lo, gue masih normal Mit, Lo kalau mau belok jangan ngajak ngajak gue," ucap Dira bercanda.


Mita pun dengan ekspresi yang terlihat kesal melepaskan pelukannya pada tubuh Dira. "Sialan Lo Dir, gue juga normal kali, kalok gak normal si Arka sampai sekarang masih jomblo," gerutu Mita.


"Lo juga sampai sekarang pasti masih jadi jomblo Mit, kalau si Arka jomblo." Ledek Dira.


"Wah Lo benar benar Dir ya, kalau Lo bukan istri dari bos gue pasti saat ini Lo gue hajar," ucap Mita tidak serius.


Dira tertawa melihat kekesalan Mita. Momen seperti inilah yang kadang kadang Dira kangenin saat ia mulai merasa bosan di rumah.

__ADS_1


Dira menghentikan tawanya saat melihat seseorang yang selama ini telah banyak berubah.


"Mit kalau bisa jangan biarkan Elena melalukan pekerjaan yang terlalu berat, kasian dia lagi hamil," ucap Dira menatap iba kearah Elena yang sedang membersihkan meja cafe.


Jadi sejak kejadian di rumah sakit waktu itu, Elena memutuskan untuk mempertahankan kehamilannya, benar seperti yang diucapkan Dira kalau anak dalam kandungannya berhak untuk melihat dunia ini, tidak seharusnya ia merenggut hak itu hanya karna keegoisannya. Ia akan berjuang demi anak dalam kandungannya, ia berjanji akan memberikan kasih sayang yang cukup walaupun tanpa kehadiran seorang ayah. Selama ini Elena tumbuh tanpa kasih sayang orang tuanya, dan ia tidak akan membiarkan anaknya mengalami nasib yang sama seperti dirinya.


Dira yang waktu itu tanpa sengaja melihat Elena sedang mencari pekerjaan dan ia terlihat sangat kesusahan karna tidak ada satu pun yang menerimanya akhirnya meminta pada Arga agar memberikan pekerjaan untuk Elena dan di sinilah Elena bekerja sekarang sebagai pelayan cafe, Elena sangat berterimakasih pada Dira walaupun pekerjaannya saat ini hanya sebagai pelayan. Ia benar benar malu pada Dira, wanita yang selama ini selalu ia ingin singkirkan ternyata malah dengan tulus membantunya saat dalam kesulitan.


Dira mendekati Elena yang sudah selesai dengan pekerjaannya. "Hai El, gimana kondisi kandungan Lo?" tanya Dira bisa-basi.


"Alhamdulillah sehat, dia sangat pengertian di saat seperti ini dia tidak membuat ibunya kerepotan," jawab Elena sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.


"Syukurlah, oh iya El gue kebetulan sekali bawa menu makan siang lumayan banyak, ayo ikut gue kita makan sama sama," ajak Dira sambil menarik lengan Elena untuk ikut bersamanya.


"Duduk El, santai aja kalau sama kita, Lo masih aja kaku," ucap Mita.


"Iya dulu aja Lo songongnya gak ada obat El, sekarang Lo malah kebanyakan diam," ucap Arka tanpa bisa di rem, yang langsung mendapatkan pukulan dari sang kekasih.


"Sorry gue cuma bercanda, jangan diambil hati," ucap Arka pada Elena sambil cengengesan.


"Kayaknya mulut Lo perlu di rukiah deh Ka, atau kalau gak harus di cium sama soang biar remnya bisa dikontrol," ucap Dira.

__ADS_1


"Dari pada dicium soang mending gue di cium sama dedek kesayangan gue," ucap Arka sambil melirik Mita yang duduk di sampingnya.


"Enak aja cium cium, dan satu lagi jangan panggil gue dengan sebutan alay itu lagi Arka ..." ucap Mita kesal.


"Memangnya kenapa sih sayang? Itukan panggilan kesayangan aku buat kamu," ucap Arka.


"Aku geli dengernya, udah kamu panggil aku sayang aja jangan gunakan panggilan alay itu," jawab Mita.


"Tapi dedek kesayangan kedengarannya lebih romantis sayang."


"Pokoknya aku gak mau, aku bakalan ngambek kalau kamu sebut itu lagi."


"Udah kalian berdua kenapa malah ribut sih, kita kapan makanannya? ..." ucap Dira menghentikan perdebatan kedua orang di hadapannya.


Sementara Elena hanya tersenyum menyaksikan interaksi mereka, ia sangat beruntung di pertemukan dengan orang orang seperti Dira dan teman temannya, seandainya waktu bisa di putar kembali ia tidak akan pernah melakukan perbuatan buruk seperti yang dilakukannya di masa lalu.


BERSAMBUNG . . . . .


Jangan lupa di Like👍🏻


Komen

__ADS_1


Favorit and Vote😉


__ADS_2