
"Sayang kamu lagi ngapain di sana?" tanya Arga yang tiba tiba sudah ada dikamar.
"Ha, Mas kamu udah selesai mengobrol dengan Papa?" bukannya menjawab pertanyaan Arga Dira malah balik bertanya.
Arga menghampiri Dira.
"Apa ada yang sedang kamu pikirkan? Aku melihat kamu melamun sampai tidak menyadari kedatanganku," ucap Arga memeluk pinggang Dira dari belakang sambil menciumi kepala Dira.
"Nggak ada Mas, aku cuma lagi menikmati langit yang terlihat cerah malam ini," ucap Dira beralasan.
"Benarkah?" tanya Arga yang dijawab anggukan oleh Dira.
"Ini udah malam sebaiknya kita masuk, udaranya udah semakin dingin, nanti kamu malah sakit," ajak Arga.
Dira hanya mengikuti perkataan Arga tanpa membantah dan ia pun masuk, saat ia dan Arga sudah berbaring di ranjang Arga kembali berucap.
"Aku tau kamu pasti sedang memikirkan sesuatu, apa pun itu aku harap kamu bisa mengatakannya pada suamimu ini kalau kamu sudah merasa siap untuk menceritakannya." Ucap Arga lalu mencium kening Dira.
Dira yang mendengar hal itu langsung menelusupkan wajahnya ke dada bidang Arga tanpa membalas ucapan Arga dan memeluknya dengan erat seakan akan ia sedang menyalurkan perasaannya saat ini.
"Maafkan aku Mas ... aku harus merahasiakannya padamu," batin Dira.
Beberapa menit yang lalu.
Dira masih termenung mengingat ucapan dokter tadi sambil menatap langit yang terlihat cerah malam ini dengan tatapan sendu, jadi orang yang menelpon Dira tadi adalah dokter tempat ia kontrol kesehatan jantungnya selama ini.
Dira sebenarnya memiliki riwayat penyakit jantung waktu ia masih kecil, sampai ia masuk SMP Dira berhasil disembuhkan, ia pikir ia sudah benar benar sembuh dari sakitnya dan tidak akan kambuh lagi. Sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu sebelum pernikahannya dengan Arga, Dira tiba tiba kembali merasakan keanehan pada jantungnya, ia pun pergi ke dokter yang biasa menanganinya untuk mencari tau, dan ternyata penyakit jantungnya kambuh lagi dan sekarang lebih parah dari sebelumnya.
Dira meminta pada dokternya untuk merahasiakannya dari orang tuanya, Ia tidak ingin membuat khawatir Mama dan Papanya
Dan hari ini ia mendapatkan laporan hasil kontrolnya dua hari yang lalu jika Dira harus melakukan operasi transplantasi jantung.
*****
Keesokan harinya.
Hari ini Dira kembali ke aktivitasnya seperti semula, hari ini ia akan ke kampus untuk kembali melakukan bimbingan skripsinya, ia juga mulai menyiapkan pakaian yang akan digunakan Arga.
"Sayang hari ini kamu ke kampus?" tanya Arga.
"Iya Mas, doain semoga udah gak ada yang perlu direvisi, biar cepet sidangnya biar bisa barengan lulusnya," ucap Dira sambil menyiapkan keperluannya.
"Jangan terlalu dijadikan beban, nanti kamu malah sakit aku yakin kamu pasti bisa," ucap Arga menyemangati Dira.
"Iya kamu mah enak Mas, otak kamu kan pintar tidak sebanding dengan otak aku yang tidak seberapa ini," ucap Dira.
"Memangnya kamu gak pintar, bukannya dulu kamu juga jadi juara kelas," ucap Arga.
"Itu dulu, sekarang mah beda," ucap Dira.
"Oh ya Mas, hari ini kamu ke kantor?" tanya Dira.
"Iya sayang, hari ini aku harus gantiin Papa buat ketemu klien soalnya Papa hari ini harus bawa kakek buat kontrol, tapi sebelum itu aku harus anterin kamu ke kampus dulu," ucap Arga.
__ADS_1
"Iya Mas, ya udah ayok kita segera turun m
Mama udah nungguin dari tadi," ucap Dira.
berhubung Dira sedang dirumah mertuanya jadi ia tidak perlu memasak untuk sarapan ia dan Arga, tadi ia hanya membantu bibi dan mama mertuanya untuk memindahkan makanan ke atas meja saja.
"Pagi Ma ..." sapa Dira.
"Papa sama Kakek udah berangkat Ma?" tanya Arga yang tidak melihat papa dan kakeknya dimeja makan.
"Iya, papa sama kekek kamu baru aja berangkat," jawab mama Arga.
"Hari ini kalian mau langsung pulang?" tanya mama.
"Iya Ma, soalnya besok aku sama Dira udah mulai pindah ke rumah baru," ucap Arga.
"Rumah baru? Maksudnya kalian bakalan pindah dari apartemen?" tanya mama Arga terkejut.
"Iya Ma aku udah beli rumah yang ada di seberang sana tidak jauh dari rumah ini, jadi sekarang mama gak perlu ngomel ngomel kalau jarang kesini karna Mama bisa langsung datang ke rumah kita," ucap Arga.
Mama Arga yang ada di sebelah Arga langsung menjewer telinga Arga. "Dasar anak nakal, kenapa kamu gak bilang ke Mama, sekarang kamu udah mulai main rahasia rahasiaan sama Mama ya ... kemarin waktu kasih kejutan ke Dira Mama juga gak dikasih tau," ucap mama Arga.
"Ishh, astaga Mama kenapa sekarang hobi banget jewer telinga aku, namanya juga kejutan ya harus dirahasiakan, kalau aku bilang ke Mama bisa bisa malah ngasih tau Dira," ucap Arga sambil mengusap usap telinganya bekas jeweran mamanya.
"Habisnya kamu sekarang nyebelin kayak Papa kamu," ucap mama Arga.
"Kok–" ucap Arga yang langsung dipotong oleh Dira.
"Udah Mas mending kamu habisin sarapan kamu, katanya hari ini kamu ada janji buat ketemu klien nanti telat loh," ucap Dira sebelum perdebatan antara ibu dan anak itu berlanjut.
Belum sempat Arga mengeluarkan kata katanya ia sudah mendapatkan tatapan tajam dari Dira. Sementara Arga yang melihat tatapan tajam istrinya menghentikan acara debatnya dengan sang mama dan kembali melanjutkan sarapannya.
*
*
Mobil yang dikendarai Arga dan Dira akhirnya sampai di depan kampus.
"Ya udah Mas aku turun dulu, nanti aku pulangnya naik taksi aja," ucap Dira sambil mencium tangan Arga.
"Nggak usah naik taksi, nanti aku jemput kabarin aku kalau sudah selesai," ucap arga dan mencium kening Dira sebelum keluar dari mobilnya.
Setelah Dira turun dan bertemu Mita, Arga kembali melajukan mobilnya menuju ke kantor.
"Cie ... pengantin baru," ucap Mita menggoda Dira.
"Ishh,,, udah ayok gak usah godain gue terus, itu Abang Arka Lo udah nungguin," ucap Dira sambil menunjuk Arka yang sedang bersama Ivan.
"Sialan Lo!" ucap Mita.
"Kayaknya si Arka bukan cuma bercanda, ia kelihatannya serius deh Mit, pirasat gue mengatakan kalau Arka beneran suka sama Lo," ucap Dira.
"Udah gak usah sok pakek pirasat pirasatan, Lo aja gak tau kalau selama ini Arga suka sama Lo," ucap Mita.
__ADS_1
"Mit, Lo beneran gak tertarik sama Arka? Dia lumayan ganteng loh Mit," tanya Dira.
"Enggak," jawab Mita.
"Hati hati loh Mit, nanti cinta baru tau rasa Lo," ucap Dira sambil cekikikan.
"Wah Lo bener bener ya Dir, mentang mentang Lo udah jadi kesayangannya Arga kerjaannya ngecengin gue mulu," ucapnya dan pergi meninggalkan Dira.
"Mita tungguin!" teriak Dira ikutan lari menyusul Mita.
Baru setengah jalan Dira tiba tiba merasakan napasnya sesak Dira terduduk sambil memegangi dadanya, Mita yang melihat hal itu langsung kembali ke arah Dira.
"Dira, Lo kenapa? Lo sakit?" ucap Mita khawatir.
"Haah,, haah,, haah,,, gu–e hah,, gak papa," ucap Dira dengan napas tersengal-sengal sambil terus memegangi dadanya.
"Gak papa gimana, Lo kayak orang susah napas gitu," ucap Mita semakin khawatir melihat Dira, ia pun memapah Dira untuk duduk di kursi yang ada didekatnya.
Arka dan Ivan juga ikut menghampiri Dira.
"Lo sakit Dir?" tanya Arka.
"Kita antar Lo ke rumah sakit ya," ucap Ivan.
"Ah enggak usah, gue udah gak papa," ucap Dira yang sudah bisa mengatur napasnya.
Ia baru ingat jika ia lupa meminum obatnya tadi pagi.
"Tapi tadi Lo–"
"Gue beneran gak papa Mit, gue cuma kecapean ngejar Lo tadi," ucap Dira.
"Tapi gak sampai segitunya juga Dir, Lo gak bohongkan kalau udah baik baik saja?" ucap Mita.
"Iya, gue beneran baik baik saja," ucap Dira sambil tersenyum.
"Ya udah nih mending Lo minum dulu," ucap Arka memberikan air mineral yang kebetulan baru dibelinya.
"Makasih Ar ..." Dira mengambil air tersebut dari tangan Arga dan meminumnya.
"Apa gue gak perlu telpon Arga Dir?" tanya Arka.
"Nggak usah, gue beneran gak papa, kalian gak perlu kasih tau Arga nanti dia malah gak fokus kerja karna khawatir," ucap Dira melarang Arka.
Sementara Mita terus menatap Dira dengan tatapan curiga. "Gue yakin Lo gak baik baik saja, sepertinya Lo sedang nyembunyiin sesuatu dari kita, gak mungkin cuma karena Lo lari ngejar gue buat Lo sampai kayak tadi Dir," batin Mita tanpa mengalihkan pandangannya dari Dira.
Sementara seseorang yang berada tidak jauh dari mereka menyaksikan kejadian tersebut dan langsung menelpon seseorang.
Bersambung . . . . . .
JANGAN LUPA DI LIKE👍🏻
Komen dan favorit juga ya😉
__ADS_1
Mampir juga kesini yuk