Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 109 : Hukuman


__ADS_3

"Sayang buka pintunya! Kenapa pintunya dikunci?" rengek Arga sambil mengetuk pintu kamar yang di kunci dari dalam.


"Gak bisa Mas, itu hukuman buat kamu!" ucap Dira dari dalam kamar dengan suara keras.


"Sayang ayolah, memangnya aku salah apa sampai harus dihukum tidur di luar?" tanya Arga yang masih belum menyadari kesalahannya.


"Wah dia benar benar tidak peka," gumam Dira kesal.


"Sayang ... buka pintunya aku tidak akan bisa tidur tanpa ada kamu di sampingku, aku tidak akan bisa tidur nyenyak jika tidak memelukmu, " rengek Arga terus mengetuk pintu kamar.


"Aku gak mau! Kamu minta saja sekretaris kamu yang seksi itu buat meluk kamu, bukankah kamu bilang dia lebih seksi dari aku," teriak Dira dari dalam kamar.


Arga terdiam sambil berusaha mengingat apa yang membuat Dira tiba tiba kesal. "Apa dia sedang cemburu? Sepertinya aku memang sudah salah bicara," gumam Arga menyadari kesalahannya.


"Sayang apa kamu marah karna sekretaris ku? Kamu boleh menghukum ku dengan cara apa saja, asal jangan tidur di luar ... seseksi apa pun wanita itu, di mataku tetap kamu yang paling seksi," ucap Arga berusaha membujuk Dira.


"Cih, bahkan dia menyebutnya sekretaris ku," gumam Dira semakin kesal.


"Sayang ... istriku cintaku jangan marah dong, kan kamu tau sendiri hati aku udah habis buat kamu seorang, sampai sinteron dunia terbalik tamat aku tidak akan pernah tergoda oleh makhluk makhluk seperti itu," ucap Arga.


"Oh jadi kalau udah tamat kamu akan langsung tergoda?"


"Astaga salah lagi ..." gumam Arga.

__ADS_1


"Bukan gitu sayang, maksud aku itu aku cintanya cuma sama kamu, hari ini esok dan selamanya hati aku cuma buat kamu doang, jadi aku tidak mungkin melirik wanita lain, selain kamu sayang ..." Arga masih berusaha membujuk Dira dengan berbagai kata kata manis.


"Gak usah menggombal, kali ini aku tidak akan termakan gombalan Mas Arga," ucap Dira.


"Sayang aku minta maaf, tolong pintunya di buka, kalau kamu tidak suka aku bisa memecat wanita itu, lagian selama ini aku juga tidak pernah memperhatikan penampilannya jadi aku tidak tau kalau dia seksi atau tidak," bujuk Arga kembali.


Hening tidak ada jawaban dari dalam kamar, membuat Arga berdecak prustasi, ternyata seperti ini kalau Dira sedang cemburu, mulai sekarang ia harus lebih berhati hati jangan sampai membuat sang istri cemburu dan ia harus berakhir tidur di luar.


Dengan langkah gontai Arga mendekat ke sofa, dan mendudukkan tubuhnya di sana, Arga lebih memilih tidur di sofa yang ada di lantai atas dari pada harus tidur di kamar tamu, siapa tau Dira berubah pikiran dan membukakannya pintu kamar.


"Saatnya menjalankan hukuman dari istri tersayang, besok aku harus segera memecat wanita itu, sebelum dia melakukan hal yang lebih jauh lagi yang dapat menggangu ketentraman rumah tanggaku," gumam Arga lalu membaringkan tubuhnya di sofa tersebut.


Arga bukannya tidak menyadari kalau sekretarisnya itu sudah mulai bertingkah seperti seorang wanita penggoda, tapi karna selama ini kinerjanya bagus jadi Arga masih berusaha menahan diri untuk tidak memecatnya.


Sementara itu di dalam kamar, Dira masih terjaga, ia terus membolak-balikkan badan untuk mencari posisi yang nyaman.


"Ish ... kenapa aku yang malah tidak bisa tidur? ..." gerutu Dira karna ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, karna tidak ada Arga di sisinya yang selalu memberikannya pelukan hangat.


"Aku tidak mungkin menyuruhnya masuk bukan? Dia pasti akan besar kepala kalau aku sampai melakukan hal itu," gumam Dira. "Anindira kamu harus bisa tidur tanpa suami mesum mu itu, bukankah ini lebih baik dengan begitu kamu bisa istirahat dengan tenang tanpa adanya gangguan." Dira pun kembali berbaring dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Argh!!! ... aku tidak bisa melakukannya," Dira langsung membuka selimutnya dan bangun dari tempat tidur.


Dira membuka pintu kamarnya dan ia tersenyum samar saat mendapati Arga yang tidur di sofa.

__ADS_1


"Untunglah dia sudah tidur," gumam Dira lalu melangkah pelan kearah sofa.


"Katanya dia tidak bisa tidur tanpa memelukku, tapi nyatanya dia terlihat begitu nyenyak sementara aku sama sekali tidak bisa memejamkan mataku," gumam Dira lalu ia pun ikut membaringkan tubuhnya di sofa yang cukup besar itu dan menelusupkan tubuhnya ke dalam pelukan suaminya itu.


"Apa kamu sudah tidak marah lagi?" tanya Arga melingkarkan tangannya pada perut Dira.


"Kamu belum tidur?"


"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak akan bisa tidur tanpa ada kamu di sisiku, kalau seperti ini aku sudah bisa tidur dengan nyenyak." ucap Arga mempererat pelukannya dengan sebelah tangannya ia jadikan bantal.


"Kalau gitu kita pindah ke kamar," ucap Dira.


"Gak usah, ternyata sempit sempitan kayak gini lebih romantis, dan aku suka posisi ini," ucap Arga.


"Dasar mesum," gumam Dira lalu menelusupkan wajahnya pada dada bidang Arga dan tanpa menunggu lama mereka sudah langsung terlelap dengan posisi saling memeluk.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa like👍


Komen


Favorit and Vote😉

__ADS_1


__ADS_2