Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 119 : Jodoh teman kelas


__ADS_3

Kini Dira telah dipindahkan ke ruang VIP, semua keluarga dan teman temannya sudah berkumpul di sana, para kakek dan nenek mulai berebut untuk menggendong cucu tampan mereka.


"Selamat ya Ga," ucap Arka dan juga Ivan yang sudah ada di sana.


"Iya sama sama," ucap Arga.


"Gue masih gak nyangka Lo sekarang udah jadi bapak bapak aja Ga," ucap Arka.


"Makanya Lo jangan kelamaan pacaran, cepetan dihalallin si Mita, jangan ngebucin terus, jangan sampai Lo keduluan si Ivan." ucap Arga.


"Gue mah maunya begitu, tapi Mita masih belum siap," bisik Arka sambil melirik Mita yang sedang mengobrol dengan Dira.


"Emang Lo udah kenalin dia sama keluarga Lo?" tanya Ivan.


"Belum," jawab Arka.


"Menurut Lo apa Mami Lo akan merestui hubungan Lo dengan Mita?" tanya Ivan. " Lo kan tau sendiri gimana watak mami Lo yang selalu melihat seseorang dari status sosialnya," ucap Ivan.


"Entahlah, lagi pula gue udah lama keluar dari rumah, jadi kalau dia tidak memberikan restu, gue bisa menikah tanpa restu darinya," ucap Arka.


"Tapi tetap aja itu bukanlah hal yang mudah, karna biar bagaimana pun Lo adalah seorang pewaris dari keluarga Dinata Ka," ucap Ivan.


"Itu sih terserah Lo Ka, tapi Lo juga harus tetap hati hati, jangan sampai mami Lo ngelakuin sesuatu hal yang buruk pada Mita," ucap Arga menepuk bahu Arka.


"Iya, makasih udah peduli sama gue," ucap Arka tersenyum.


"Ternyata menjadi seorang pewaris tunggal dari keluarga Dinata bukanlah hal yang cukup indah ya ..." gumam Ivan.


"Ya begitulah, makanya gue sampai keluar dari rumah karna terlalu banyak peraturan dan banyaknya orang orang yang tidak tulus di lingkungan itu," ucap Arka.


"Lo tenang aja kita berdua akan selalu ada dan mendukung apa pun keputusan Lo Ka," ucap Ivan.


"Oh iya Van, Lo gimana? Lo bakalan balik ke London?" tanya Arga.

__ADS_1


"Gue berencana untuk mencoba membangun perusahaan gue sendiri," ucap Ivan sambil tersenyum membayangkan mimpinya untuk mendirikan perusahannya sendiri.


"Semoga mimpi Lo segera terwujud," ucap Arka dan Arga menepuk bahu Ivan.


Suara tangis Aigar mengalihkan perhatian mereka semua, Arga langsung mengambil putranya dari gendongan mamanya dan membawanya mendekat kearah Dira, karna sepertinya baby Aigar sudah waktunya minum susu.


"Uluh uluh anak mama udah haus ya ..." ucap Dira mengambil putranya dari tangan Arga.


Arga pun langsung menutup tirai dan ikut duduk di samping ranjang sang istri menyaksikan putranya yang terlihat tidak sabaran untuk mendapatkan sumber energinya.


"Hati hati papa tidak akan merebutnya darimu, kamu tenang saja untuk saat ini papa akan mengalah padamu," ucap Arga sambil mengelus kepala baby Aigar.


"Dasar mesum," ucap Dira sambil menggelengkan kepala mendengar ucapan suaminya.


"Aku masih merasa seperti mimpi sayang kalau sekarang kita telah menjadi orang tua," ucap Arga.


"Sama Mas, aku juga tidak pernah menyangka kalau ayah dari anakku ternyata teman sekelas ku," ucap Dira ikut menimpali ucapan Arga.


"Sekali lagi terimakasih sayang," Arga kembali mencium kening Dira.


"Terimakasih suamiku, sayangku, cintaku, kamu adalah cinta pertama dan terakhirku selain papa," ucap Dira lalu mendaratkan ciumannya pada pipi Arga.


"Cuma di pipi doang sayang?"


"Jangan mulai Mas," ucap Dira menatap tajam Arga.


"Bercanda sayang ..." ucap Arga.


"Oh iya Mas, kamu tidak ingin mengganti pakaian, bukankah mama sudah membawakan baju ganti buat Mas Arga? Kasian pak Rudi, pasti dia kedinginan di mobil," ucap Dira yang melihat penampilan Arga masih dengan menggunakan kaos warna silver yang warnanya sudah terlihat memudar dan sarung berwarna coklat tua.


Arga pun melihat penampilannya dan ia sangat terkejut akan hal itu, saking bahagianya ia sampai lupa dengan penampilannya.


"Pantesan dua curut itu dari tadi terlihat seperti menahan tawa, ternyata karna hal ini, sial pasti mereka akan mengejekku habis habisan," gumam Arga.

__ADS_1


Dan benar saja kedua sahabatnya itu langsung tertawa begitu melihatnya kembali, Arga hanya bisa memberikan tatapan tajamnya pada Arka dan Ivan yang sama sekali tidak peduli dengan kekesalannya itu dan tetap menertawakan Arga. Kapan lagi mereka bisa menertawakan seorang Arga Rahardian seperti ini.


"Ga Lo bener bener terlihat cocok dengan style itu, aura kebapakan Lo lebih terlihat," ejek Arka sambil tertawa.


"Iya Ga sarung itu sangat cocok dengan gaya Lo," Ivan ikut menimpali.


"Awas kalian berdua," tatap Arga dingin.


"Gue gak nyangka seorang Arga yang terkenal dingin dan tenang bisa panik juga saat istrinya melahirkan," ucap Ivan kembali, tanpa memperdulikan tatapan penuh ancaman Arga.


"Kalian belum tau aja gimana rasanya saat melihat wanita yang kalian cintai berjuang menahan sakit saat akan melahirkan anak untuk kalian," ucap Arga menatap jengah kedua sahabatnya yang masih terus menertawakannya.


"Sayang lihatlah mereka terus mengejek dan menertawakan ku, padahal ini adalah bukti perjuanganku," adu Arga pada sang istri.


"Udah, gau usah dengarkan mereka, kamu tetap yang paling tampan di mataku, tidak peduli bagaimana penampilan kamu, karna suami aku adalah laki laki yang paling mempesona." ucap Dira tersenyum sambil mengelus lengan Arga.


"Sayang penilaian kamu memang yang terbaik," ucap Arga lalu memeluk Dira manja, ia menelusupkan wajahnya pada diperut istrinya.


"Sepertinya sekarang aku mempunyai dua bayi," ucap Dira sambil mengusap lembut kepala Arga.


Semua orang yang ada di ruangan itu hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan orang tua baru itu, mereka ikut merasakan bahagia menyaksikan keromantisan antara Arga dan Dira.


~TAMAT~


Itulah akhir bahagia dari kisah Arga dan Dira yang ternyata sama sama memendam perasaan, dan berakhir dalam ikatan pernikahan karna sebuah perjodohan yang direncanakan oleh kakek kakek mereka.


Author ucapakan terimakasih sebanyak banyaknya pada semua pembaca yang sudah mengikuti kisah Arga dan Dira, mohon maaf atas segala kekurangan dalam novel ini, author akan terus berusaha lagi, dan terus belajar agar bisa menghasilkan cerita yang lebih baik dan dapat menghibur teman teman semua.


Sekali lagi terima kasih ... sayang kalianπŸ˜‰πŸ˜πŸ˜πŸ’•πŸ’•πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


Bersambung . . . . .


Jangan lupa likeπŸ‘

__ADS_1


Komen


Favorit and voteπŸ˜‰


__ADS_2