
Tidak terasa sudah satu bulan berlalu dan Arga harus melewati hari harinya dengan penuh kesabaran, karna setiap harinya ada saja keinginan aneh sang istri yang membuatnya hanya bisa memijit kening, karna jika ia tidak menuruti keinginan yang menurutnya tidak masuk akal itu, Dira pasti akan menangis atau kalau tidak Dira akan mendiamkannya seharian. Beberapa kali Arga hampir dibuat emosi kalau saja ia tidak ingat semua keinginan dan perubahan sikap Dira dikarenakan bawaan anak yang ada dalam kandungannya saat ini.
Ya, karna beberapa Minggu yang lalu Dira yang sangat ingin memakan seblak yang dijual di dekat kampusnya akhirnya dituruti oleh Arga setelah melewati banyak perdebatan. Dengan penuh semangat Dira menyantap makanan yang sudah ia idam idamkan itu, tapi baru beberapa sendok ia menikmati seblak tersebut, tiba tiba saja ia merasakan kepalanya pusing dan ia pun jatuh pingsan yang membuat Arga panik, bayangan beberapa bulan yang lalu waktu Dira dinyatakan sakit semakin membuatnya sangat takut, tapi setelah diperiksa, justru ketakutannya itu berubah menjadi kabar bahagia.
Dokter saat itu mengatakan kalau Dira positif hamil dan usianya sudah dua Minggu, Arga yang mendengar kabar itu langsung memeluk sang istri sambil menangis haru bercampur bahagia, karna akhirnya apa yang selama ini ia impikan untuk memiliki buah hati dengan wanita yang ia cinta akan segera terwujud. Arga terus menciumi kening Dira dan mengucapkan kata terimakasih
Begitu pun dengan keluarga Arga dan Dira yang ikut bahagia saat mengetahui kabar kehamilan Dira, terutama mama Arga yang sudah sangat rempong menantikan kehadiran cucu pertamanya. Bahkan Arga akan kena omel jika ia tidak menuruti keinginan sang menantu.
Bukan hanya Arga yang menjadi korban dari ngidam aneh Dira, Arka dan juga Mita ikut kena imbas dalam mewujudkan keinginan bumil itu, seperti yang terjadi hari ini.
"Astaga sayang ... kemana lagi kita harus nyari kedondong nya? Teman kamu itu juga bisa nggak sih kalau ngidam jangan yang aneh aneh dan membuat kita kerepotan, harusnya di hari libur seperti ini kita menghabiskan waktu berdua untuk berkencan, bukannya malah keliling pasar untuk berburu kedondong," gerutu Arka karna pagi pagi sekali Arga sudah menelponnya dan mengatakan keinginan Dira yang ingin memakan kedondong tapi yang manis dan harus ia dan Mita yang mencarinya.
"Udahlah Ar terima aja dari pada nanti calon ponakan kita ileran, lagian juga ini adalah keinginan Dira yang paling normal, dari pada kita harus cari soto bandung yang dibeli langsung di Bandung seperti beberapa hari yang lalu, atau kamu harus manjat pohon mangga saat Dira menginginkan mangga muda dan aku yang harus membuatnya, tapi ujung ujungnya kita juga yang harus memakannya sementara dia hanya asik menonton kita yang memakan rujak keinginannya itu, atau yang paling parah lagi waktu kita bertiga harus berdandan ala ala idol K-Pop dan menari di depan Dira," ucap Mita mengingat kembali semua keinginan keinginan aneh sahabatnya itu.
"Itu benar benar yang paling parah, bahkan aku sampai gak sanggup untuk mengingatnya sayang ..." ucap Arka yang merasa geli saat melihat penampilannya waktu itu.
"Makanya kita harus bersyukur untuk hari ini, karna keinginan Dira kali ini adalah yang paling mudah," ucap Mita.
"Sahabat kamu itu memang benar benar aneh, semoga saja anaknya gak akan merepotkan seperti ibunya," ucap Arga.
"Udah gak usah kebanyakan ngeluh, mending kita cari kedondong nya aja."
__ADS_1
Arga menghela napas sebelum melanjutkan langkahnya untuk menelusuri pasar. "Yang enak enak mereka, yang direpotkan malah kita, sayang besok kalau kamu ngidam kamu juga harus suruh suruh mereka untuk memenuhi keinginan kamu, biar kita bisa balas dendam," ucap Arka yang tiba tiba memberikan ide pada Mita.
"Kamu mikirnya udah kejauhan aja."
"Mmm ... sayang kamu masih belum siap buat nikah sama aku?" tanya Arka tiba tiba.
"Eh itu di sana ada dagang kedondong, ayo sayang keburu kedondong nya habis," ucap Mita sengaja mengalihkan pembicaraan dan berlari meninggalkan Arka ke pedagang kedondong tersebut.
Arka hanya bisa menghela napas sambil menatap punggung Mita dengan ekspresi sendu. Setiap kali ia membahas soal pernikahan pasti Mita akan mengalihkan pembicaraan ke pembahasan lain, Mita terlihat seperti berusaha menghindari pembahasan yang berkaitan dengan pernikahan, entah apa alasannya.
Berbeda dengan Arka dan Mita yang saat ini sedang menghabiskan waktu berdua di pasar untuk mencari kedondong. Kedua pasang suami istri itu sedang menghabiskan waktu berdua mereka sambil menonton dengan Dira yang bersandar pada dada polos Arga, karna Dira meminta Arga untuk melepaskan bajunya.
"Sayang apa kamu sudah tidak mual lagi?" tanya Arga sambil mengusap usap rambut Dira.
Arga tersenyum melihat kelakuan sang istri yang terus menempel padanya, jika sebelumnya ia sangat tidak menyukai aroma tubuh suaminya, kini Dira sangat menyukai hal itu.
Arga ingat sekali di awal awal kehamilan ia harus tidur di kamar yang terpisah dengan sang istri, karna Dira yang akan muntah muntah setiap kali ia berada didekatnya. Arga yang tidak tega melihat Dira yang lemas dan pucat setiap kali ia mengeluarkan isi perutnya akhirnya mengalah untuk tidur di kamar tamu, meskipun ia merasa sangat tersiksa.
"Anak papa jangan nakal ya, kasian Mama kamu," ucap Arga sambil mengelus perut Dira dengan lembut dan sesekali ia memberikan ciuman pada perut rata Dira.
"Mas kamu maunya anak laki atau perempuan?" tanya Dira mendongakkan kepalanya menatap Arga.
__ADS_1
Arga tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Dira. "Laki ataupun perempuan Mas tidak masalah, yang paling penting itu adalah kamu dan anak kita sehat," jawab Arga.
"Mas apa kamu tidak pernah menyesal menikah denganku?" tanya Dira tiba tiba.
"Tidak. Sedikit pun tidak pernah terlintas dalam benakku rasa sesal telah memilih mu sebagai pendamping hidupku, karna aku benar benar tulus mencintaimu, yang ada aku menyesal karna tidak menikahi wanita secantik dan sebaik kamu sejak lama," ucap Arga.
Pipi Dira langsung merona mendengar ucapan Arga. "Astaga Anindira Lo masih aja seperti ini setiap kali Arga mengeluarkan kata kata manis," batin Dira menyembunyikan wajahnya pada dada polos Arga.
"Sayang jangan memancingku, aku sejak tadi sudah berusaha untuk menahan diri agar tidak menyerang mu, tapi kalau kamu terus terusan seperti ini aku tidak akan menahan diri lagi," ucap Arga, karna ia sudah sekuat tenaga menahan sesuatu di bawah sana yang sudah meronta sejak Dira terus menciumi dada bidangnya.
"Kalau begitu lakukanlah," ucap Dira dengan nada manja sambil mengedipkan matanya menggoda Arga.
Arga yang sudah tidak tahan tanpa aba aba langsung menyambar bibir merah Dira saat mendengar ucapan sang istri yang menggodanya.
"Woy masih pagi! ..."
Bersambung . . . . .
Jangan lupa like👍
Komen
__ADS_1
Favorit and vote😉