Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 94 : Jodoh teman kelas


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu tunggu telah tiba. Setelah satu bulan ini mereka mempersiapkan untuk hari ini, tepatnya hari pelaksanaan acara wisuda Arga, Dira dan yang lainnya.


"Sayang ..." ucap Arga dengan tatapan yang terus tertuju pada istrinya yang baru saja keluar dari kamar.


"Gimana Mas penampilan aku hari ini?" tanya Dira pada Arga.


"Cantik," gumam Arga tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok Dira.


Arga tidak bisa menyembunyikan ekspresi kagumnya saat melihat penampilan sang istri yang terlihat sangat memukau.


Di hari spesial ini Dira merias diri dengan sangat cantik, ia menggunakan kebaya warna dusty blue dengan hiasan payet mengkilap dan bawahan kain dengan warna yang senada dengan kebayanya, penampilan Dira terlihat sederhana namun tetap memberikan kesan elegan, rambut indahnya ia ikat sanggul yang semakin menambah kesan anggun pada sosok Dira.


"Mas kok kamu malah bengong? Penampilan aku gak berlebihan kan?" tanya Dira kembali.


"Iya berlebihan, cantik kamu benar benar berlebihan sayang, aku jadi tidak rela membiarkan kamu menjadi pusat perhatian di acara nanti, aku tidak rela membayangkan kamu akan mendapatkan tatapan memuja dari para laki laki di sana," ucap Arga.


"Mas aku serius," ucap Dira.


"Aku sangat serius sayang, kamu benar benar sangat cantik, apa riasannya tidak bisa di ubah lagi, jangan dandan terlalu cantik," ucap Arga yang tidak rela berbagi keindahan sang istri dengan pria lain di luar sana.


"Jangan aneh aneh Mas, ini aku dandannya butuh usaha, kalau diulang lagi bisa bisa kita gak jadi ikut wisuda, acaranya keburu selesai," ucap Dira.


"Tapi sayang," Rajuk Arga.


"Udah ayo kita langsung berangkat keburu jalanan macet kalau kamu terus terusan protes soal dandanan aku," ucap Dira sambil menarik Arga untuk menuruni tangga, karna kedua orang tua mereka sudah menunggu di ruang keluarga.

__ADS_1


"Selamat ya sayang, akhirnya kalian sudah berhasil lulus tepat waktu, mama turut bahagia dengan keberhasilan kalian," ucap Mama Arga lalu memeluk Dira dan Arga dengan penuh rasa haru.


Mama Dira terlihat menahan air mata sambil mendekat ke hadapan Dira dan tanpa mengatakan apa pun ia langsung memeluk Dira sambil berulang kali mencium kepala putrinya.


"Selamat Nak, dan terimakasih sudah bertahan sampai detik ini, mama berharap kamu masih tetap kuat untuk bertahan di sisi kami," ucap Mama Dira mempererat pelukannya pada Dira.


"Makasih Ma," ucap Dira.


"Ma gantian dong Papa juga ingin memeluk putri papa yang cantik ini."


"Selamat Anindira kesayangan Papa, putri kecil papa yang selalu membanggakan bagi Mama dan Papa, terimakasih sudah menjadi putri kecil papa yang kuat," ucap papa Dira sambil memeluk sang putri.


"Selamat untuk kalian berdua, Papa hanya bisa berdoa yang terbaik buat kali," ucap Papa Arga yang juga memberikan selamat untuk mereka.


"Jangan bilang papa ingin menyerahkan semua urusan peusahaan ke Arga setelah ini," tebak Arga yang melihat senyum mencurigakan papanya.


"Jangan menatap papa seperti itu, sebaiknya kita langsung berangkat saja," ucap Papa Arga lalu mengajak istri dan kedua besannya untuk berangkat menggunakan mobilnya.


Mereka semua akhirnya segera menuju tempat acara wisuda yang akan di laksanakan di gedung utama kampus mereka.


Acara wisuda pun berjalan dengan lancar tanpa hambatan, Arga, Dira dan Mita mendapatkan predikat kelulusan dengan IPK cumlaude.


Arga menatap haru ke arah wanita cantik yang ada di sampingnya, ia tidak pernah menyangka kalau teman sekelas yang diam diam ia kagumi selama ini benar benar akan menjadi jodohnya.


Arga tiba tiba menggenggam tangan Dira dan mengatakan. "I Love you Anindira istriku," ucap Arga berbisik pada Dira yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"I Love you to suamiku," balas Dira sambil tersenyum manis pada Arga.


-


-


-


Sementara di tempat lain, terlihat Elena yang terisak di kamar kosannya meratapi nasibnya saat ini, ruangan itu terlihat sangat berantakan dengan obat obatan dan bekas minuman beralkohol yang berserakan di lantai.


"Argh!!!" teriak Elena sambil meremas rambutnya yang sudah terlihat acak acakan.


"Kenapa hidupku harus berakhir seperti ini? Apa yang harus aku lakukan pada anak ini? Aku tidak ingin melahirkan anak haram!" ucap Elena terdengar prustasi. Ia sudah berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menggugurkan kandungannya, mulai dari meminum minuman beralkohol sampai mengkonsumsi obat obatan yang dapat menggugurkan janin, tapi semuanya tidak ada yang berhasil seakan akan bayi dalam kandungannya memiliki keinginan yang kuat untuk tetap bertahan hidup.


"Apa ini adalah balasan atas semua perbutan jahat ku selama ini?" ucap Elena terdengar lirih, sambil menatap sebuah pisau yang ada di samping meja kamarnya yang semalam ia gunakan untuk memotong apel.


"Kalau bayi ini tidak bisa untuk aku singkirkan, aku bisa melakukannya dengan cara lain," gumam Elena sambil tersenyum aneh dan tatapan kosongnya.


BERSAMBUNG . . . . .


Jangan lupa di Like👍🏻


Komen


Favorit and Vote😉

__ADS_1


__ADS_2