
Happy Reading . . . . . . . . .
.
.
.
Sementara itu Arga terus berjalan dengan menggendong Dira menuju mobil masih terlihat sangat cemas melihat wajah pucat Dira, begitu juga dengan Mita yang terus mengikuti langkah Arga, ini pertama kalinya ia melihat sahabatnya itu pingsan.
"Mita, Lo jaga Dira di belakang biar gue yang nyetir," ucap Arga dan membaringkan tubuh Dira di kursi belakang.
"Iya, tapi Lo bawa mobilnya hati hati jangan panik," ucap Mita, kemudian masuk dan menaruh kepala Dira di pangkuannya.
Arga segera melajukan mobilnya, kondisi jalan saat ini sedang macet dan hal itu membuat Arga menjadi kesal dan terus membunyikan klakson, membuat ia dimarahi pengguna jalan lainnya.
"Udah Ga sabar, mending sekarang kita bawa Dira ke klinik dekat dekat sini aja, gue juga khawatir sama Dira," saran Mita karna jarak rumah sakit yang masih jauh apalagi dengan kondisi jalan saat ini macet.
Arga pun mengikuti saran Mita dan membawa Dira ke klinik yang kebetulan sekali ada klinik yang buka dekat dari tempat mereka saat ini.
Arga kembali menggendong Dira dan membawanya masuk ke klinik tersebut, diikuti oleh Mita.
"Dokter! Tolong periksa istri saya dok!" ucap Arga panik dan menidurkan Dira.
Sebelum dokter datang untuk memeriksanya, tiba tiba Dira mulai terlihat mengerjapkan matanya, ia membuka matanya dan langsung bertanya saat menyadari ia tidak di kampus.
"Aku dimana?" tanya Dira masih bingung.
"Kamu lagi di klinik, tadi saat di kampus kamu pingsan, sekarang biarkan dokter untuk periksa keadaan kamu dulu," ucap Arga.
Dira yang mendengar ia akan diperiksa langsung bangun dari pembaringannya dan menolak untuk diperiksa dokter.
"Aβku, aku gak usah diperiksa aku baik baik aja, paling cuma kecapean aja," ucap Dira gugup. Ia beralasan agar tidak diperiksa.
"Apanya yang baik baik aja, wajah kamu tadi keliatan pucat banget, udah sebaiknya kamu periksa dulu keadaan kamu, baru setelah itu kita pulang," ucap Arga.
"Gak usah Mas, aku beneran gak apa apa, mungkin aku setres karena waktu bimbingan tadi banyak yang harus aku revisi," ucap Dira kembali membuat alasan.
"Ra Lo beneran gak papa kan, tumben banget Lo gak mau diperiksa kayak orang takut disuntik aja," ucap Mita yang merasa aneh dengan tingkah Dira yang bersikeras tidak mau diperiksa.
"Iya beneran gue gak papa, mending sekarang kita pulang aja ya Mas biar aku bisa istirahat di rumah," ucap Dira meyakinkan Mita dan Arga.
Akhirnya Arga pun membawa Dira pulang tanpa melakukan pemeriksaan, karena Dira yang bersikeras untuk tidak diperiksa.
*
*
Setelah sampai di apartemen Arga dan Mita berjalan masuk dengan Dira tetap digendong Arga, Dira sudah menolak untuk tidak di gendong, tapi Arga tetap melakukannya tanpa mendengarkan penolakan Dira.
__ADS_1
Arga langsung membawa Dira ke kamar dan menyuruhnya untuk istirahat setelah mengganti pakaiannya yang tadi kotor. "Sebaiknya kamu langsung tidur, bukannya tadi kamu bilang ingin istirahat di rumah," ucap Arga yang melihat Dira ingin beranjak dari tempat tidur.
"Aku ingin menemui Mita," ucap Dira yang tidak enak meninggalkan Mita di ruang tamu seorang diri.
"Biar aku yang panggil dia ke sini, kamu sebaiknya tetap disini," perintah Arga tidak mau dibantah.
Akhirnya Mita pun masuk ke kamar setelah Arga menyuruhnya.
"Dira, Lo beneran gak kenapa napakan? Lo gak lagi nyembunyiin sesuatu kan?" T
tanya Mita yang masih merasa aneh dengan sikap Dira hari ini.
"Iya, gue baik baik aja, gue gak ada nyembunyiin sesuatu dari Lo," ucap Dira meyakinkan Mita.
"Tapi kenapa Lo bisa pingsan, terus muka Lo juga pucat banget tadi?" ucap mita penuh selidik.
"Oh iya gue sampe lupa, Lo tau Mit tadi si Gita dan dayang dayangnya ngajakin gue ribut, makanya baju gue kotor karena disiram sama dia, udah gitu dia menjambak rambut gue, coba aja gue tadi gak pingsan udah gue patahin tangannya," ucap Dira mengalihkan pembicaraan dengan menceritakan kejadian tadi pada Mita dengan semangat.
"WHAT...! si Gita ngelakuin hal itu ke Lo, wah gue harus buat perhitungan, berani beraninya dia gituin sahabat gue," ucap Mita sambil menaikkan lengan bajunya.
"Udah Lo tenang aja gak usah dibales, tadi dia udah dapat tamparan maut dari gue, gue yakin pasti sekarang pipinya bengkak," ucap Dira bangga.
"Tapi Lo beneran gak kenapa napakan, gue takutnya Lo terkena penyakit parah makanya Lo tiba tiba pingsan kayak tadi," ucap Mita khawatir.
"Ya,,, enggaklah Lo kalok ngomong kadang kadang suka ngaco," ucap Dira.
*
*
"Gimana kalian udah menemukan sesuatu?" Tanya Arga menahan amarah, karena tadi sebelum Ivan menelponnya ia sempat mendengar pembicaraan Dira dan Mita yang menceritakan jika ia ribut dengan seseorang.
"Iya, tapi sebaiknya gue jelasinnya di apartemen Lo aja," ucap Ivan
"Ok, gue tunggu," ucap Arga dan langsung mematikan sambungan telpon.
*
*
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Arka dan Ivan sampai di apartemen Arga.
"Gimana keadaan Dira?" tanya Ivan pada Arga.
"Dia sudah baikan, sekarang dia lagi di kamar bersama Mita," jawab Arga.
"Syukurlah," ucap Arka dan Ivan yang mendengar jika Dira baik baik saja.
"Ya sudah sekarang coba ceritain ke gue apa yang kalian temukan," pinta Arga.
__ADS_1
"Gini Ga, sebaiknya Lo umumkan soal pernikahan Lo sama Dira di kampus, supaya kesalah pahaman seperti ini gak terjadi lagi," ucap Ivan.
"Terus hubungannya sama kejadian ini apa?" tanya Arga yang tidak paham dengan ucapan Ivan.
"Aduh Arga ... gini ya Dira itu digosipin sebagai cewek murahan di kampus karena foto foto ini," ucap Arka memperlihatkan foto foto Arga dan Dira yang ada di ponselnya. "Mereka berpikiran jika Lo dan Dira itu tinggal berdua sebelum menikah," jelas Arka kembali.
"Lo bisa dapet foto foto ini dari mana?" tanya Arga.
"Itu gue ambil dari ponsel salah satu perempuan yang tadi Lo ancam, makanya mereka sampai samperin istri Lo karena mereka kan pada tergila gila sama Lo dan menyudutkan Dira," ucap Arka.
"Ini gue juga punya bukti rekaman Vidio tadi yang gue ambil dari salah satu mahasiswa yang melihat pertengkaran Dira, Lo bisa kasih pelajaran sama ketiga cewek tadi," ucap Arka.
"Tanpa bukti ini pun gue akan tetap buat perhitungan sama mereka," ucap Arga mengepalkan tangannya.
Ivan dan Arka bergidik ngeri melihat tatapan Arga.
"Lo gak bakalan ngelakuin yang aneh aneh kan Ga?" tanya Ivan.
"Kita lihat saja nanti," ucap Arga sambil tersenyum, entah apa arti dari senyum itu hanya ia yang tau.
"Kayaknya Lo bener bener udah bucin sama si Dira," ucap Arka.
"Kalian udah tau gimana gue kan?" ucap Arga, yang ditanggapi senyum oleh kedua sahabatnya yang mengerti maksud ucapan Arga.
*
*
Tidak lama setelah ketiga cowok tampan itu mengobrol tentang banyak hal, akhirnya Mita yang sudah selesai menemani Dira sampai tertidur langsung berpamitan untuk pulang.
"Wah ternyata ada dedek Mita nya Abang Arka disini," ucap Arka mulai menggoda Mita yang hanya du tanggapi dengan tatapan sinis dari Mita.
"Berisik!" ucap Dira pada Arka yang selalu membuatnya kesal setiap kali bertemu. "Ga, Dira udah tidur kalok gitu gue pulang dulu," pamit Mita.
"Ya, makasih Mit," ucap Arga.
"Dedek Mita gak mau Abang anterin?" ucap Arka kembali menggoda Mita.
"Gak usah, gue udah pesan taksi online," ucap Dira ketus dan keluar dari sana.
sedangkan Arga dan Ivan hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Arka yang terus menggoda Mita.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung . . . . . . .
JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN AND FAVORITπππ»ππ»ππ»ππ»ππ»