
Mita merasakan sesak di hatinya begitu mengetahui kalau sahabatnya Vino menyukai orang lain, bahkan sebentar lagi mereka akan pacaran karna Vino akan menembak gadis yang ia sukai hari ini.
Mita terus melajukan mobilnya, sampai mobil yang ia kendarai sampai di pinggir pantai, Mita pun turun dari mobilnya. Disinilah tempat biasanya Mita akan menenangkan pikirannya dengan menikmati keindahan pantai, kalau dulu ia akan bercerita dengan sahabatnya Dira, tapi sekarang keadaannya sudah berbeda, Dira sudah menikah jadi ia tidak bisa membebani sahabatnya dengan masalahnya.
Mita merentangkan tangannya sambil menarik napas dalam untuk menetralkan rasa sesak dihatinya. "Hm ... sepertinya ini yang dirasakan Dira waktu itu," gumam Mita mengingat kisah cinta sahabatnya.
"Tapi sayangnya kisah gue lebih menyedihkan," ucapnya kembali dengan wajah sendu mengingat Vino hari ini akan menyatakan cintanya pada Tiara.
"Kayaknya gue harus cari cowok lain, biar bisa cepat move on dari perasaan tak terbalas gue."
"Lo sama gue aja, dari pada harus nyari yang lain," ucap Arka yang tiba tiba sudah ada di sana.
"Loh Arka, kok Lo bisa ada di sini? Lo ngikutin gue?" tanya Mita dengan ekspresi terkejut melihat Arka yang tiba tiba ada di belakangnya.
"Kalau iya emangnya kenapa?"
"Dasar penguntit," ketus Mita lalu duduk di pinggir pantai.
Arka hanya tersenyum menanggapi ucapan Mita dan ikut duduk di sampingnya.
"Lebih baik Lo keluarin aja semuanya di sini biar perasaan Lo lebih baik," ucap Arka.
"Maksud Lo?" tanya Mita.
"Udah Lo gak usah pura pura terlihat baik baik saja, gue tau Lo sebenarnya ada perasaan kan sama sahabat Lo?"
"Sok tau banget Lo," ucap Mita tetap menatap kearah pantai.
"Bukannya gue sok tau, tapi dari ekspresi Lo tadi keliatan banget Mit," ucap Arka.
"Serius keliatan banget Ar?" Mita langsung menoleh kearah Arka, ia panik kalau apa yang dikatakan Arka benar, ia bakalan malu banget jika orang orang tau tentang perasaannya.
"Hm," jawab Arka.
"Arka gue serius ... bener bener keliatan banget?"
"Jadi benarkan tebakan gue?" tanya Arka sambil menatap Mita.
"Jadi Lo ngerjain gue," ucap Mita kesal, sambil memalingkan wajahnya dari tatapan Arka.
"Mit, Lo beneran gak bisa buka hati Lo buat gue?"
"Emangnya Lo serius?"
"Jadi selama ini Lo anggap gue cuma bercanda?" Arka balik bertanya.
Mita menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Arka.
"Astaga Mita ... berarti rayuan gue selama ini cuma Lo anggap bercandaan doang," ucap Arka sambil meremas rambutnya.
"Lo kan emang gitu Ar, kodok lewat aja kalau perempuan pasti Lo godain, untung aja Lo gak sampai rayu pak ogah satpam di kampus." ucap Mita pada Arka.
"Wah parah Lo Mit, gue emang sering godain cewek cewek di kampus, tapi gak sampai kodok juga gue godain apalagi pak ogah, gini gini otak gue masih normal Mit," ucap Arka.
__ADS_1
"Beneran masih normal tuh otak?" tanya Mita dengan nada mengejek.
"Wah Lo bener bener ya Mit," ucap Arka sambil berdiri, Mita yang melihat hal itu pun ikut berdiri ia yakin Arka tidak akan membiarkannya begitu saja.
Arka hendak menangkap tubuh Mita, tapi sebelum itu terjadi Mita sudah terlebih dahulu menghindar, membuat Arka tersungkur.
"Hahahaha!!!" Mita yang melihat hal itu tertawa kencang melihat Arka yang nyungsep.
"Wah Lo kayaknya nantangin gue ya Mit," ucap Arka lalu bangun mengejar Mita yang sudah berlari.
"Mau kemana kamu Nona cantik, sini sama Abang aja!!!" ucap Arka.
"Ogah!" Teriak Mita sambil menjulurkan lidahnya mengejek Arka.
"Sini puasin Abang!!" ucap Arka sambil tersenyum mesum.
"Dasar mesum!!" ucap Mita sambil terus berlari karna jarak Arka yang semakin dekat di belakangnya.
"Ar, udah ya gue capek banget ..." ucap Mita sambil ngos-ngosan ia sudah nyerah dan membiarkan Arka menangkapnya.
"Enak aja, Lo harus dihukum dulu," ucap Arka sambil mengatur napasnya dan tetap memegang tangan Mita.
"Enak aja! Ogah gue!"
"Pokoknya Lo harus di hukum," ucap Arka.
"Pokoknya gue gak mau," tolak Mita.
"Coba aja kalau Lo berani," tantang Mita.
"Beneran Mit, di sini cuma ada kita berdua loh, kalau gue apa apain Lo gak bakalan ada yang tau," ucap Arka menaik turun kan alisnya menggoda Mita.
"Ingat Ar gue pemegang sabuk hitam, jangan sampai gue buat Lo masuk rumah sakit," ucap Mita ikut mengancam Arka.
"Oh ... Lo belum tau ya, gue itu senior Lo di tempat latihan bela diri Lo itu Mita," ucap Arka sambil tersenyum mengejek kearah Mita.
"Astaga kok gue bisa lupa ya soal itu," batin Mita.
"Gue gak takut," ucap Mita pura pura.
"Ok!" ucap Arka sambil mengangkat kaos yang ia gunakan.
"Lo mau ngapain Ar?" ucap Mita mulai terlihat panik.
Arka tidak memperdulikan ucapan Mita dan tetap mengangkat kaosnya hendak membukanya di hadapan Mita.
"Ok! gue bakalan terima hukuman dari Lo, tapi turunin dulu baju Lo," ucap Mita sambil menundukkan pandangannya karna Arka sudah membuka bajunya.
"Serius, Lo gak bohongkan?"
"Iya, gue serius tapi pasang dulu baju Lo," ucap Mita.
"Gitu ke dari tadi," ucap Arka lalu memakai bajunya kembali.
__ADS_1
Mita pun mengangkat kepalanya menatap Arka untuk memastikan jika Arka sudah menggunakan bajunya.
"Tapi Lo beneran gak mau liat perut kotak kotak gue Mit?" Arka kembali menggoda Mita.
"Ogah! Tubuh Lo haram untuk dilihat!" Ketus Mita yang kesal dengan Arka.
"Ya udah tinggal kita halalin aja," jawab Arka dengan santainya.
"Ya udah cepat katakan hukuman apa yang harus gue lakuin?"
"Wih kayaknya dedek Mita kesayangan Abang Arka udah gak sabar," ucap Arka.
"Jangan panggil gue dengan sebutan alay itu Arka! Cepat sebutkan hukumannya," ucap Mita yang sudah sangat kesal.
"Ok, jadi hukumannya kamu harus membuatkan aku sarapan selama tiga hari," ucap Arka.
"Itu hukuman macam apa? Lo bercanda kan?" Mita gak habis pikir dengan hukuman yang diberikan Arka.
"Gue serius, itu hukuman buat Lo yang harus Lo lakuin selama tiga hari," ucap Arka sambil tersenyum.
"Kalau gue gak mau?"
"Ya udah gampang tinggal gue cium Lo aja di sini."
"Dasar curang, lagian tadi kita gak buat perjanjian apapun kok gue tiba tiba harus dihukum kayak gini?" protes Mita.
Arka mengedipkan bahunya mendengar protes dari Mita, lalu beranjak meninggalkannya.
"Ih dasar Arka nyebelin!!!" teriak Mita.
Sementara Arka hanya tersenyum mendengar teriakan kekesalan Mita.
"Ayo! Lo mau tetap diam di sana sampai besok!" teriak Arka yang melihat Mita masih berdiri di pinggir pantai sambil menatapnya kesal.
Dengan penuh kekesalan Mita menyusul Arka yang sudah berjalan cukup jauh darinya.
"Awas aja Lo Arka, pasti Lo bakalan gue balas," ucap Mita setelah berada di dekat Arka.
"Aku akan menantikan balasan cinta dedek Mita," ucap Arka menanggapi ucapan Mita dengan candaan.
Mita tidak kembali membalas ucapan Arka yang selalu membuatnya kesal, ia melangkah mendahului Arka ke tempat ia memarkirkan mobilnya.
"Gue lebih baik liat Lo kesal dari pada harus melihat Lo bersedih seperti tadi Mit," ucap Arka dalam hati sambil tersenyum menatap punggung Mita yang sudah masuk ke dalam mobilnya.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa di like👍🏻
Komen
Favorit
Vote
__ADS_1