Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Kemampuan Alex Yang Masih Menjadi Misteri


__ADS_3

Leonard yang masih berada di dalam ruangan Araxi pun tersenyum tipis, saat ia tak membalas pesan yang dikirim dari Papanya.


Karena ia dengan sengaja membuat sang Papa merasa kesal terhadap dirinya, hal itu ia lakukan agar Papanya tak menyusul ke rumah sakit ini.


Agar rencananya kali ini tak tercium sampai ke ibu tirinya itu, yang memang sengaja tak memberitahukan pada siapapun tentang rencananya yang melakukan tes DNA secara diam-diam.


Sebelum ia keluar dari ruangan Araxi, dengan keberanian Leonard mendekati brankar tersebut, untuk menyapa adik yang selama ini ia rindukan.


Mendekatkan wajahnya sambil membisikkan suatu kata, yang mana hal tersebut mendapat respons dari Araxi. “Hei, apa kamu masih ingat denganku? Di pertemuan sebelumnya, kamu menatapku dengan tatapan dinginmu. Apa kamu tahu, kamu seperti mencerminkan diriku yang sekarang. Aku akan mengatakan hal ini padamu, bahwa beberapa dari mereka mengatakan dan menganggapku pria yang begitu sangat dingin. Dan juga aku akan memperkenalkan diri padamu, agar saat kamu sadar nanti bisa mengingat tentang namaku. Aku adalah Leonard Kakak kandungmu, meskipun aku belum yakin dengan semua ini. Akan tetapi wajahmu ini mengingatkanku pada Papa, aku mohon cepatlah bangun. Apa kamu tak ingin bertemu denganku dan Papa?”


Tanpa sadar air mata Leonard itu pun menetes dengan sendirinya, bahkan jemari Araxi sedikit bergerak merespons semua yang sedang di cerna oleh alam sadar Araxi.


Setelah Leonard mencurahkan isi hatinya, ia pun pamit keluar pada adiknya itu, untuk menghubungi Theo yang sedang bersama dua saudara kembar Araxi. “Aku berharap setelah ini kamu bisa bangun dari kritismu, dan juga aku ingin mengenalmu lebih dekat.” Bisik Leonard tepat di telinga Araxi, sambil mencium kening adiknya itu dengan penuh kasih sayang.


*******

__ADS_1


Sementara itu Angel yang tengah di dalam mobil tersebut merasa sedikit kesal dengan pertanyaan dari pocong yang menjaga mobil itu. “Apa yang terjadi? Apa mereka berhasil menangkap jenglot itu? Dan mengapa kau datang ke mari?”


“Sudahlah jangan berisik dan banyak tanya,” cetus Angel sarkas.


Karena Angel tengah memikirkan tentang siapa pria yang dengan gampang menangkap jenglot tersebut, tanpa terluka. Hal itulah yang sedang mengganggu pikiran Angel.


Seakan-akan Angel seperti merasa familier dengan pergerakan yang dilakukan oleh Theo, saat menangkap jenglot tersebut dengan lihai tanpa merasa terluka sama sekali.


Sial siapa sebenarnya dia? Mengapa dia bisa menangkap jenglot itu dengan lihai. Bahkan saat jenglot itu tertangkap, tanpa ada perlawanan yang dilakukan olehnya, seakan-akan jenglot itu mempunyai Tuan lain. Apa dia memiliki rahasia yang tak aku tahu? Batin Angel dengan sedikit pusing, mengenai rahasia dan identitas dari Theo.


Seorang pria yang mampu membuat Alexa jatuh cinta, bahkan Theo sendiripun melakukan hal yang sama. Ia juga jatuh cinta pada Alexa yang merupakan adik kandung dari sahabatnya tersebut.


“Kak apa kau bisa mendengar panggilanku?” panggil Angel melalui telepati.


“Ada apa kau memanggilku?” jawab Albert sambil balik tanya. “Apa kau sudah selesai dengan urusanmu di sana?”

__ADS_1


“Urusanku di sini susah beres Kak. Kau tahu ada seseorang yang dengan gampang menangkap makhluk itu, tanpa terluka Kak.” Kata Angel sambil memberitahu sang kakak tentang tertangkapnya jenglot itu.


Bukannya menjawab Albert pun menanyakan tentang Alex dan sedikit kemampuannya. “Apa Alex tak bisa menangkapnya? Bukankah kemampuan Alex masih misteri, bahkan aku tak mengerti dengan hal itu.”


.


.


.


.


.


Sudah up ges

__ADS_1


Yok dukung ya karya receh ini


See you next time


__ADS_2