
Kembali lagi pada dua pasien di rumah sakit yang tengah di tangani oleh beberapa dokter bertugas menjalani kewajibannya, berusaha menyelamatkan semunya.
Namun mereka tidak menyadari bahwa si ibu dari ketiga bayi kembar yang berhasil mereka selamatkan itu, sudah terlebih dahulu meregang nyawa setelah Angel yang merasukinya keluar dari tubuh yang terbujur kaku itu.
“Sepertinya ada yang tidak beres dengan pasien ini Dok?” ujar seorang suster yang membantu operasi itu berlangsung.
Tanpa berkata banyak dokter tersebut itu pun memastikan sesuatu yang mengganjalnya, ya sejak operasi itu berlangsung si ibu dari bayi tersebut seperti tidak ada kehidupan sama sekali, Dikarenakan memanglah ia telah menghembuskan napasnya.
“Seperti dugaanmu sus, pasien ini telah meninggal. Tapi yang aku herankan tiga bayi kembar itu kenapa masih bisa bernapas? Karena menurut ilmu yang aku tuntun, seharusnya ...” Dokter yang mengoperasi Siska itu pun menjeda sembari memijit denyut pelipis di kepala.
Ia masih tidak percaya apa yang ia alami membuatnya tercengang sekaligus merasa heran dengan kondisi dari ibu tiga bayi kembar tersebut.
‘Ini sungguh keajaiban yang langka, meskipun begitu kau telah berhasil melahirkan ketiga bayi kembarmu dengan wajah cantik dan juga tampan. Semoga kau mendapat tempat terindah di sisi Tuhan.’
Ucap Dokter itu dengan tulus mendoakan si ibu dari ketiga bayi kembar itu.
Namun yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kecelakaan mereka sengaja di dalang oleh seseorang yang berusaha mencelakainya, kalau pun benar sebisa mungkin ia sebagai seorang dokter untuk menjaga privasi pasien yang di tangani oleh dirinya.
“Sus, bagaimana dengan keadaan suaminya?” tanyanya kembali pada seorang suster yang membantu operasi dari ayah bayi itu.
“Operasi untuk suaminya berjalan dengan lancar dok,” jawab suster itu sembari mencatat sesuatu penting di rekam data medisnya. “Akan tetapi ada sedikit masalah di bagian alat vitalnya.”
“Laporkan padaku sus, ini sangat penting. Karena aku tidak mau privasi tentang mereka bocor, kau harus menjaganya dengan baik!” perintah dokter itu tegas.
“Kondisinya memang stabil dok, cuman di bagian alat vitalnya menunjukkan bahwa ada sedikit kendala. Kami terpaksa melakukan vasektomi tanpa sepengetahuan Anda, karena hal itu saat pasien menikah lagi. Dia tidak dapat memiliki keturunan kembali karena kami melakukan hal itu, untuk menyelamatkan nyawanya pada saat dalam operasi pasien sempat kejang-kejang.”
Suster yang menangani Raymond itu menjelaskan secara rinci perihal yang membuat dirinya terpaksa mengambil keputusan yang tepat untuk menyelamatkan nyawa pasien itu.
“Ingat pesanku ya sus, jangan membocorkan hal apa pun mengenai keadaan pasien. Termasuk kepada keluarganya, katakan sewajarnya saja.” Kata dokter itu sambil memperingati seorang suster yang bertugas melakukan pengecekan terhadap pasiennya.
__ADS_1
Sedangkan di luar ruangan operasi terdapat seseorang yang telah membantu Raymond dengan istrinya hingga sekarang, orang tersebut dengan setia menunggu keadaan dua insan yang tengah bertarung maut.
“Dear,” panggilnya pada sang istri. “Apa kamu bisa menungguku sebentar, ada hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu. Nanti tanyakan pada dokter tentang keadaan mereka, berikut bayi yang ada di dalam kandungan ibunya itu.” Ia adalah Andra dengan istrinya tercinta yang tengah dalam perjalanan pulang ke rumah, namun di tengah jalan mobil yang di kendarai olehnya di cegah oleh Raymond yang saat itu di rasuki oleh Albert.
Tanpa menunggu jawaban dari sang istri, ia pun bergegas meninggalkan istrinya di tempat sepi untuk menghubungi Kevin Tuannya. Guna memberinya kabar tentang kecelakaan yang terjadi pada mantan rekan bisnisnya itu.
Mengambil ponsel pintar di saku celana hitam yang di kenakan dengan menekan sebuah nomor ponsel milik Kevin Morgan Adhitya. Tak lama kemudian nada panggilan tersambung, yang mana di angkat oleh si pemilik ponsel tersebut.
“Ada apa kau menghubungiku?” tanya Kevin tanpa berbasa-basi.
“Tuan saya ingin memberi kabar, mantan rekan bisnis Anda mengalami kecelakaan. Saat ini saya sedang berada di rumah sakit dengan istri saya,” jawab Andra dengan menjelaskan perihal tentang kecelakaan itu.
“Lalu bagaimana kondisi keadaan mereka?”
“Nanti akan saya kabari Anda.”
“Sepertinya kecelakaan itu ada yang mendalanginya, kau cepat lakukan penyelidikan. Aku sangat yakin tidak mungkin rem mobil yang di kendarai oleh Raymond tiba-tiba blong, pasti ada yang tidak beres.” Perintah Kevin tegas, karena ia sangat yakin ada seseorang yang sengaja melakukan hal dengan segala macam cara untuk membuat mobil tersebut kecelakaan.
“Pastikan keselamatan mereka, jangan biarkan siapa pun ingin melenyapkan bayi tak berdosa itu.” Ujar Kevin seraya mengepalkan tangan dari arah seberang telepon itu terhubung.
“Apa ada hal lagi yang ingin di sampaikan Tuan?”
“Tanyakan pada dokter yang melakukan pengoperasian terhadap Raymond dengan istrinya bagaimana keadaan mereka, pastikan kau mengatakan pada dokter akan merahasiakan hasilnya. Apa pun yang terjadi kau harus bisa mendapatkan informasi mengenai keadaan mereka, masalah biaya biar kau yang mengurusnya. Gunakan sebagian hasilmu yang pernah kau lakukan diam-diam tanpa sepengetahuanku.”
“Oke Tuan semuanya akan aku lakukan dengan baik.”
Tut panggilan mereka pun terputus yang mana membuat Andra mengumpat kelakuan tuannya sama sekali tidak berubah, namun ia masih belum bisa memanggil tuannya tanpa ada embel-embel kata tuan, serta ia merasa bahagia bisa melindungi aset berharga yang seharusnya kembali pada pemilik aslinya.
Selesai menghubungi Kevin Tuannya itu, Andra pun bergegas menghampiri bagian administrasi untuk mengurus pengoperasian pada dua insan yang mana salah satu di antaranya telah menghembuskan napasnya.
__ADS_1
Kemudian setelah urusan bagian administrasi selesai, dengan gerakan cepat ia pun kembali menghampiri sang istri tercinta yang masih setia menunggu hasil operasi tersebut.
“Kamu sudah kembali?” tanya Ella. “Cepat sekali urusanmu apa sudah selesai?”
Andra pun terkekeh heran dengan todongnya pertanyaan yang di lontarkan oleh istrinya itu.
“Maaf, ya Dear aku meninggalkanmu sendiri di sini.”
“Tidak masalah!”
“Aku tadi sempat menghubungi Tuan Kevin untuk mengabarinya tentang kecelakaan ini.” Kata Andra sembari menceritakan semua hal yang berhubungan dengan kecelakaan yang di alami oleh sepasang suami istri tersebut.
“Masuk akal sih menurutku,” beo Ella. “Bagaimana kalau kita bertanya pada Theo. Bukankah putramu bisa berkomunikasi dengan pasukan mendiang Ayahmu, siapa tahu kita nanti dapat petunjuk dari Theo?” Ella pun menawarkan sesuatu yang mistis pada suaminya tersebut.
“Dear, apa kamu yakin Theo bisa melakukannya. Kamu tahu bukan? Kematian yang di alami oleh Ayah mengguncang hati dan jiwanya, aku sangat menyesal tidak pernah mempertemukannya dengan Ayah.”
.
.
.
.
.
Hai-hai tebak² an yuk di part selanjutnya kira-kira siapa yang merasakan tentang flashback 17 Tahun ini?
Jawab di komenku ya!
__ADS_1
Jangan lupa dukungan like vote girft
Biar makin semangat berhantu ria 🤣🤣