
Tak mengidahkan peringatan dari Sean, justru Raymond begitu tenang sambil ditangannya itu menggenggam segelas wine kesukaan pemilik tubuh asli. Namun, tiba-tiba saja dirinya mendapat sebuah peringatan yang berasal dari seorang gadis, tak lain gadis merupakan putri sulung dari tiga kembar tersebut.
“Jangan mentang-mentang kau bisa masuk kedalam tubuh asli mendiang papaku, lalu kau melupakan tujuanmu itu, karena aku tak akan berhenti memberi peringatan untuk menjaga tubuh pemilik yang saat ini kau tempati itu.”
“Kau pikir aku takut dengan ancamanmu tak ada artinya untukku, jadi sebaiknya pulihkan tenaga kamu untuk melawan iblis itu.” Raja yang berada didalam tubuh Raymond asli, tak pernah sedikit pun takut berhadapan dengan gadis tomboi dingin ini.
“Jangan mencampuri urusanku jaga tubuh itu baik-baik, jangan sampai membuat tubuhnya terluka sedikit pun, atau aku menghadapimu secara langsung karena sedikit pun aku tak takut, denganmu meskipun kau menyandang sebagai raja sekaligus.”
“Baiklah kuanggap ini sebagai pertemuan kita nanti, kau cukup pulihkan energi ditubuhmu, supaya aku bisa menerima tantangan darimu, dan membuktikan bahwa aku layak menggunakan tubuh ini seperti yang dikatakan oleh pemilik aslinya.”
Raja demon tak mendapat balasan kembali dari gadis tomboi, yang merupakan putri sulung dari kembar bersaudara, dan sudah lama ia tak mendapat tantang seperti yang dilakukan oleh gadis itu, karena obrolan mereka pun diputuskan secara sepihak oleh dirinya.
Sudah lama aku tak mendapat tantangan ini, dan rasanya seperti kembali pada masa dulu, sebelum aku naik tahta disinggasanaku. Bahkan gadis itu begitu berani menantangku seperti ini, baiklah kita lihat sejauh mana kau bisa menang dengan menekanku.
Ketenangan yang dilakukan oleh dirinya pun itu tengah menarik perhatian Sean yang sedari diam-diam memperhatikannya, dan secara tak sengaja pia itu membuka suara dengan menanyai keadaannya jauh lebih tenang dari sebelumnya. “Apa yang membuatmu bisa setenang ini, Ray?”
“Tidak ada, dan sebaiknya kau tak perlu tahu banyak tentangku, karena aku bukanlah seseorang yang terlalu gampang memercayai perkataan orang lain, tapi kehadiranku disini hanya untuk membereskan permasalahan yang dibuat oleh iblis wanita itu. Namun, kau jangan salah paham dulu denganku, dikarenakan pemilik tubuh ini selalu percaya denganmu, maka mau tak mau aku juga haru mengikuti sesuai dengan keputusannya memilihmu sebagai orang dapat dipercaya.”
Ia yang belum pernah percaya pada siapa pun, dengan menegaskan bahwa apa pun keadaannya sekarang, sebisa mungkin dirinya memercayai seorang pria yang merupakan benar-benar bisa diandalkan.
“Kau tak perlu cemaskan tentangku, karena sejak lama aku sudah mengabdikan diri untukmu, Ray. Bahkan janjiku kepada mendiang Siska pun tak akan pernah ku-lupakan untuk menjaga sebagai suaminya selalu. Tak lain dirimu yang sekarang.”
Tanpa ragu dan takut. Sean tak akan pernah mengingkari janjinya sendiri, kepada mendiang sang sahabat yang mau melakukan apa diminta oleh sahabatnya tersebut.
Seakan-akan mengerti, raja demon itu pun memintanya memberi ruang sendiri, karena dirinya akan melakukan suatu hal yang tak bisa diketahui oleh siapa pun.
“Baiklah aku sudah merasa cukup dengan penjelasanmu, dan kalau kau ingin menginap disini, pesanlah di unit sebelah khusus untukmu, tapi ingat jangan sampai ada seorang, pun yang mengetahui tempat ini, dan juga tugasmu buatlah tempat ini seolah-olah menjadi milikmu karena aku tak suka kemewahan, dengan menerima seluruh harta yang bukan milikku.”
__ADS_1
Sean hanya bisa mengangguk setelah dirinya mendapatkan kepercayaan, dari seseorang tak lain raja dari segala raja dikehidupan bangsa demon.
“Sebelum kau pergi ke unit sebelah, aku akan memberimu sedikit hadiah, untuk membuatmu tak terkena hipnotis darinya, karena aku benar-benar ingin merahasiakan identitas asliku sebagai seorang raja, dan kau tenang saja aku juga sudah menyamarkan semua yang ada didalam tubuhku, tak mungkin dia bisa menemukan aroma tubuh ini.”
Tanpa membuang waktu banyak. Sean meninggalkan Raymond seorang diri, dengan membawa tugas yang harus diemban oleh dirinya.
*
*
*
Kembali ke tempat dimana, saat ini Alex sedang berusaha mengimbangi pertahanan dari makhluk yang menculik sang kakak, tapi bukan berarti ia tak bisa mengalahkan makhluk tersebut hanya saja energi tubuhnya hampir habis, jika saja Albert tak datang menolongnya sudah dipastikan ia akan kahalh ditangan makhluk itu.
“Tak kusangka kau bisa mengimbangiku anak muda.” Makhluk itu sedikit heran dengan energi didalam tubuh Alex.
“Tentu saja aku tak akan menahan diri jika tak menghadapimu secara langsung, karena sudah pasti aku tak akan kalah dari makhluk sepertimu.” Alex menanggapi dengan santai.
Alex haus kembali menahan yang datang menyerang secara tiba-tiba, hal tersebut membuat energi didalam tubuhnya semakin tipis, dan mau tak mau sesosok yang berada didalam tubuhnya mengambil alih kendali, dengan menangis sengaran demi-serangan secara brutal, dan membuat makhluk tersebut kewalahan menghadapinya.
Sebab, sesosok yang kini sedang bertarung tak akan membuat musuh menang begitu saja, sampai pertarungan itu dikalahkan langsung oleh Alex yang tubuhnya dikendalikan, dan sebelum bersembunyi kembali tak lupa sesosok itu mengingatkan pada Albert, hantu yang menemaninya untuk tak terlalu menforsir kembali energi ditubuhnya.
“Baik nanti aku akan menyampaikan pesan, Anda.”
Menangkap tubuh Alex yang tumbang, lalu tak berselang lama kemudian Albert telah kembali ke tempat yang lebih aman, dan disana terdapat Alexa sedang menunggu kedatangan kembarannya.
“Kenapa Alex bisa kau gendong begini, Al?” Alexa terkejut dengan kedatangan Albert yang tiba-tiba, sembari menggendong tubuh kembarannya dengan mata terpejam.
__ADS_1
“Tak apa, dia hanya kelelahan saja, dan sebaiknya kau obati tubuhnya, barang kali ada luka didalam yang tak Alex rasakan.” Albert menitah.
Lalu kemudian Alexa pun mengambil alih tubuh kembarannya, yang dengan gerakan cepat ia mentransferkan sedikit energinya, untuk memeriksakan luka dalam yang dirasakan oleh Alex, sehingga sekitar beberapa menit kemudian dirinya telah menyelesaikan, dan seketika Alexa terbatuk-batuk sembari memuntahkan sedikit darah segar, karena baru saja mengetahui luka dalam yang diderita oleh sang kembaran
“Kau kenapa, Sa?” Leonard yang tak berada jauh disisi sang adik itu pun, merasa heran dengan tingkah laku dari adiknya itu.
Alexa menggeleng pelan, tapi karena dirinya tak dapat mengimbangi energi Alex, mendadak kepalanya menjadi pusing, dan hal tersebut membuat Theo yang melihatnya langsung menangkap tubuh ramping itu, yang hampir saja jatuh jika tak segera ditangkap.
“The, kenapa adik-adikku bisa pingsan begini?”
Theo menggeleng kepala, karena ia sendiri tak begitu mengerti dengan keadaan adik sahabatnya itu. Namun, dikarenakan dirinya melihat Albert yang masih disekitaran mereka, dengan menanyakan kabar tentang keadaan keduanya. “Apa kau bisa menjelaskan mengapa mereka bisa seperti ini?”
.
.
.
.
Bagaimana takdir membolak balikkan cinta, atau sebenarnya cintakah yang telah membolak-balikkan takdir?
Sebuah buku note berisi puisi mempertemukan Abra, (Abraham Natawijaya 24 tahun) seorang CEO muda pada seorang gadis bertopeng yang misterius di sebuah pesta topeng yang dihadirinya. Gadis itu mampu memikat hatinya karena mampu tampil beda dengan berjilbab hingga ia mencari tahu siapa gadis itu sebenarnya.
Shasa (Shanum Andina Prawira 19 tahun) gadis yatim piatu yang diduga sebagai gadis bertopeng itu terpaksa menyangkal, karena permintaan sepupunya Rika, yang iri padanya. Ia dipaksa pacaran dengan pria yang sedang dekat dengan sepupunya itu(Bima) hingga memupus harapan Abra untuk mendekatinya.
__ADS_1
Namun begitu, dunia kerja mendekatkan mereka walaupun kemudian keberadaan Kevin, kakak tiri Abra yang juga menyukai Shasa memperkeruh hubungan mereka.
Lalu dapatkan Abra mendapatkan cinta Shasa seutuhnya? Kawal terus perjuangan Abra untuk mendapatkan pujaan hati.