Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Sekadar Puisi (CINTA RUMINI) bukan UP


__ADS_3

Halo readers setia mohon maaf sebesarnya ya


Karena aku tidak up seperti biasa


Mohon dimaklumi aku tak terlalu mood buat nulis


Dibulan akhir ini begitu sangat menyiksaku dan aku akan menceritakan sesuatu yang membuatku masih teringat dengan jelas bagaimana dia begitu tiba-tiba pergi meninggalkanku dengan sejuta luka hati


Kalian pasti tahu buka di tinggal orang yang kita sayang dan cintai sungguh sangat menyakitkan sepertiku


Yang tiba-tiba mendapat sebuah kabar yang mana harus membuatku menyandang sebagai orang tua tunggal untuk kedua anak-anaknya yang masih kecil


Namun meskipun ia telah, cintanya kan tetap abadi


Karena dia membawa separuh hatiku yang telah bersemayam dengan raganya


Tiga tahun telah berlalu tak ada lagi air mata yang menetes


Karena hanya terlalu menyakitkan bila diingat terus


Untuk itu aku yang sekarang telah berusaha menyembuhkan luka


Bahkan aku percaya untuk selalu mampu membuat mereka menjadi prioritas kebahagianku


Doakan selalu untuk Mamamu ini yang tengah berjuang menjadi seorang mama untuk kalian.


Sekian sesi curhatnya ya


Harap maklum insha allah aku akan tetap terus membuat kalian selalu menunggu tulisan tanganku


Oh iya aku punya pengumuman juga buat kalian mau tahu?


Aku sekarang sudah punya dua buku cerpen dengan beda genre naik cetak loh


Tulisan itu merupakan tulisanku sendiri di dalam tulisan tentang cerpen


Seperti apa penampakannya?

__ADS_1


Penasaran?


Kalau bisa lihat di akun facebook milikku dengan nama Puput Purwanti ya karena itu nama asliku


Dan ini penampakan asli dua cerpenku yang naik cetak.



Sudah lihat bukan penampakannya?


Oh iya selain itu judul di atas aku hanya ingin menyelipkan sebuah puisi tentang cinta kasih sayang seorang anak kepada ibunya


Apalagi aku nulis sambil mengupas bawang loh


Karena puisi yang aku tulis menggambarkan kasih sayang sejati seorang anak terhadap ibunya


Yuk langsung saja puisi dariku.


Cinta Rumini


Oh ibu...


Namun aku sungguh tak tega melihatmu tak berdaya sendiri di sini...


Biarpun engkau menyuruhku meninggalkan dirimu sendiri...


Namun hatiku tetap akan selalu menemanimu bersama...


Karena aku telah memantapkan hatiku untuk menemanimu pergi ke arah rumah baru itu...


Oh ibu...


Ku genggam erat tangan rentamu...


meskipun letusan awan itu meledak dengan dahsyat...


Namun percayalah aku sudah siap pergi bersamamu...

__ADS_1


Senyum terakhir ini telah mengantarkanku ke rumah baru...


Letusan awan itu telah membuatku dan engkau merasa terbebas ke awan yang tinggi...


Kini aku dan engkau menetap di keabadian selamanya...



Sudah ya aku gak begitu pandai buat puisi


Gak juga butuh di nilai kok 😂


Karena aku gak minta muluk-muluk


Cukup selalu dukung karya ini dan karya baruku ya


Karena tanpa kalian semua aku hanya penulis receh


Tanpa kalian juga aku tak bukanlah apa-apa


Buat kalian pembaca jika punya hobi apapun baik menulis atau membaca dll kembangkan bakatmu dari sekarang


Jangan pernah ragu untuk memulai sesuatu dari bawah


Karena kita tak pernah tahu ke depannya seperti apa kita nantinya


Oh iya buat kalian juga jangan lupa mampir ya di karya baruku yang baru netes dengan judul GADIS TOMBOI MILIK CEO SEDINGIN ES


Karyaku yang penuh dengan misteri, seperti ini yang juga gak pernah kelar-kelar


Bayangkan aku juga harus buat alur yang pas agar bisa menarik kalian buat membacanya


Oke sekian terima kasih


See you next time


Love you for all

__ADS_1


Sekebon cabe


__ADS_2