Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Part 166


__ADS_3

“Om, maaf bukan bermaksud untuk mengguruimu, hanya saja lebih baik Om menceritakan semua masa lalu kalian. Aku sangat yakin putrimu bisa menerima semua keadaan mamanya.” Leonard pun memberi saran pada pria dihadapannya itu, untuk selalu berusaha menjaga perasaan putrinya sendiri.


“Apa kau tahu, tak mudah bagiku untuk menceritakan semua keburukan Mamanya pada Ivone, apalagi tentang pengkhianatan yang ia lakukan demi bisa menikah dengan Papamu,” ungkap Kevin dengan nada sedih, ia bahkan tak bisa membayangkan jika putrinya tersebut mengetahui semua masa lalunya yang begitu kelam.


Selang beberapa menit kemudian Leonard pun menghela napas panjang, bahkan sejujurnya ia tak ingin terlalu mencampuri urusan pribadi pria paruh baya dihadapannya itu.


Namun ia tak bisa berdiam diri terus jika melihat sesuatu yang sangat tak ia suka, terutama sikap ibu tirinya tersebut benar-benar sangat keterlaluan terhadap putri kandungnya sendiri. Asal Om tahu saja, putrimu itu sejujurnya tanpa harus di beritahu pun sudah mengerti, bagaimana sikap yang dilakukan oleh Mamanya itu, membuatku tak akan pernah menganggapnya sebagai pengganti mendiang Mamaku.


“Baiklah kalau begitu terserah Om saja. Aku hanya mengingatkanmu, cepat atau lambat putrimu itu pasti akan mengetahui apa yang kau sembunyikan itu Om.” Leonard berkata dengan nada sarat ancaman, lalu tak lama kemudian ia pun melangkah kakinya mendekati Theo yang tengah berdebat dengan Ivone.


Kevin yang mendengarnya itupun hanya bisa menatap punggung Leonard yang tengah berjalan menghampiri putrinya, tanpa pernah ia tahu bahwa putrinya tersebut telah memutuskan hubungan antara seorang anak dan mama kandungnya, tentunya hal tersebut merupakan permintaan langsung dari Marista Mayang sendiri.


Leonard yang tengah berjalan menghampiri kedua adiknya dan juga sahabatnya itu, tak bisa menahan amarah yang memuncak, saat ia tak sengaja mendengar laporan bahwa ibu tirinya itu tak pernah berhenti mengusik kehidupan Mamanya tercinta, bahkan ia tak habis berpikir dengan rencana yang akan dilakukan oleh ibu tirinya tersebut. Dan sebelum rencana itu dilakukan, ia harus segera menghentikan ambisi dari ibu tirinya yang lebih mementingkan kehidupan pribadinya yang terus mengejar cinta dari sang Papa tercinta.

__ADS_1


Namun sampai kapanpun ia tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi pada Papa dan juga mendiang Mamanya. Karena ia akan selalu melindungi dan menjaga dari jerat ibu tirinya.


Leonard yang masih berjalan itu pun merasa geram, dengan tingkah laku ibu tirinya itu tak pernah berhenti mengganggu Mamanya, bahkan saat sang mama meninggalpun ibu tirinya selalu mengusik dan tak pernah puas sebelum mendapatkan apa ibu tirinya inginkan. Sialan, kenapa hal ini terus terjadi padamu Ma? Aku sungguh tak bisa membayangkan betapa gilanya wanita itu, bahkan sejak aku tak menganggapnya sebagai penggantimu, tapi ia terus mengusikmu. Lalu aku harus melakukan apa untuk dirimu Mamaku tercinta?


Sampai Leonard pun tak menyadari bahwa Alexa maupun Alex bisa mendengar semua keluh kesah yang sedang ia ucapkan dalam batin tersebut.


*****


Pantas saja kau begitu marah besar, ternyata karena ini? Benar-benar tak habis pikir, mengapa iblis itu semakin liar saja. Selalu mengusik kehidupan mendiang Mamamu Ra.


“Apa kau sudah siap berhadapan dengan iblis itu?” tanya Araxi dingin.


“Sudah lama aku tak melakukan ini terhadapnya, bahkan jauh sebelum aku dan Kakek buyutmu sampai ke tempat ini Ra. Tetapi nanti ada yang lebih besar lawan iblis itu ...”

__ADS_1


Halo readers mohon maaf sebelumnya, di karenakan aku up tak seperti biasa ya


Jujur saja akhir-akhir ini aku seperti tak mood nulis, tapi aku tetap akan usahain buat up ya


Tolong kasih kopi buat semangatnya dong


Oh iya satu lagi mampir juga ya di karya baruku dengan dukungan like favorit di sana sudah bab 9 dengan judul Gadis Tomboi Milik CEO Sedingin Es


Tetap dukung terus karya receh ku ini ya


See you next time


Love You

__ADS_1


__ADS_2