Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Part 169


__ADS_3

Bukan tanpa alasan ia menolak kehadiran dokter tersebut, hanya saja yang saat ini mengganggu pikirannya itu tentang sesosok hantu anak kecil yang mengikuti langkah seorang suster yang selesai memeriksanya.


Mengapa hantu anak kecil itu mengikuti suster tersebut! Apa yang sedang diinginkan olehnya? Batin, Araxi penuh tanda tanya


Sampai-sampai dokter yang menanganinya, sedikit bingung dengan tingkah laku yang dilakukan oleh, Araxi.


Astaga, membuatku kaget saja dengan tingkah lakunya! Apa yang sedang dipikirkan, gadis itu? Sepertinya, dia gadis yang tak bisa disentuh!


Tak ingin berlama-lama di dalam kamar inap, yang tengah ia datangi, dengan tergesa-gesa ia pun beranjak dari tempatnya untuk meninggalkan sang pasien tersebut, yang tengah berdiam diri.


Di rasa tak melihat keberadaan dokter tersebut, tanpa banyak kata Araxi pun menatap dingin ke arah hantu anak kecil yang balik menatapnya.


“Hei, Kau anak kecil, dia tak akan takut dengan tatapan dari mata yang tengah, kau tatap itu!” tegur Albert yang terlihat geram dengan sesosok hantu anak kecil tersebut. “Apa yang sedang, kau inginkan? Lalu yang ingin, kau sampaikan itu apa?”


Tak menjawab pertanyaan dari hantu tampan tersebut, tanpa sengaja hantu anak kecil itu pun memperlihatkan sebuah dimensi, di mana saat itu kematian yang telah merenggut nyawanya.


Memiliki energi yang sedikit banyak, Araxi pun telah memasuki dimensi milik hantu anak kecil tersebut, untuk membantu memenuhi keinginan dari hantu kecil itu.


Sementara itu, Albert pun merasa geram pada hantu anak kecil itu, ia sungguh tak terima dengan tingkah laku dari hantu anak kecil tersebut, yang dengan sengaja memaksa gadis pujaan hati memasuki dimensi miliknya.

__ADS_1


Bahkan ia sendiri pun tak bisa mencegah gadisnya tersebut, tapi akhirnya teguran langsung itu pun dilayangkan oleh suara dari si pemilik nada dingin itu.


Melalui batin masing-masing, Araxi pun menegur Albert. Yang mana hantu tampan tersebut, tak sedikit pun berhenti mengoceh.


Bisakah, kau, tak terlalu berisik begini, Al? Membuatku tak bisa berkonsentrasi saja.


Albert pun tak bisa bersuara kembali, saat nada dingin tersebut baru saja menegurnya.


Tapi, Ra! Aku tak mau, kamu berurusan dengan para hantu itu. Sebelum kondisimu benar-benar pulih, seperti sedia kala.


Bahkan Albert pun tak mendapat jawaban dari Araxi, yang telah lebih dulu memutuskan telepati tersebut.


Sial, Ara memutus telepati ini, bahkan aku tak bisa mengerti jalan pikirannya. Kamu memang benar-benar membuatku gila, Ra!


Sembari mengumpat kesal, dengan terpaksa, Albert pun menghubungi sang adik tercinta untuk menanyakan, keberadaan adiknya yang tengah mengikuti di sebuah makam yang sedang di datangi oleh keempat orang. Yang tengah berusaha mencegah terjadinya, sesuatu yang tak diinginkan oleh keempat orang tersebut.


Ada apa sih, Kak? tanya Angel dengan ketus.


Sampai di mana kau dengan mereka sekarang, Ngel? jawabnya seraya balik tanya.

__ADS_1


Kau itu kenapa sih, Kak? Araxi, sendiri ada di mana sekarang?


Apa kau tahu, Araxi yang sakit pun suka sekali berurusan dengan para hantu itu! adu Albert dengan geram, terhadap hantu anak kecil yang telah membuat gadis tomboi dingin tersebut mengabaikan keberadaannya.


.


.


.


.


.


Selamat tahun baru ya buat readers


Doaku untuk kalian semua, semoga di tahun yang baru ini aku bisa bangkit dan membuktikan bahwa aku mampir berdiri tegak di atas kakiku sendiri.


Oh iya jangan lupa ya vote, gift, favorit dukungan sebanyak-banyak yang kalian mau dan kalian bisa

__ADS_1


See you next time


Love you for all


__ADS_2